Ilustrasi keramas (magnific.com/magnific)
Mandi air hangat memang terasa menenangkan, terutama setelah beraktivitas seharian. Namun jika suhu air terlalu panas, kulit kepala bisa kehilangan minyak alami yang berfungsi menjaga kelembapan. Akibatnya, kulit kepala menjadi lebih kering, mudah teriritasi, dan mengalami pengelupasan yang sering disalahartikan sebagai ketombe.
Bukan hanya itu, kebiasaan ini juga dapat memperparah beberapa masalah kulit kepala, termasuk eksim dan dermatitis seboroik. Saat lapisan pelindung kulit terganggu, kulit kepala menjadi lebih sensitif terhadap iritasi dan rasa gatal.
Menurut Kim Fong, Head Trichologist Group di Svenson Hair Centre, "Air hangat suam-suam kuku atau yang suhunya mendekati suhu tubuh merupakan pilihan terbaik saat keramas. Suhu tersebut cukup efektif mengangkat minyak dan sisa produk tanpa menghilangkan kelembapan alami kulit kepala," dikutip dari CNA Lifestyle.
Tips:
Gunakan air hangat suam-suam kuku, bukan air yang terlalu panas.
Akhiri keramas dengan air yang sedikit lebih dingin untuk membantu rambut terasa lebih segar.
Hindari mengeringkan rambut dengan udara yang terlalu panas dari hair dryer.
Kulit kepala yang sehat dimulai dari kebiasaan sederhana saat keramas. Jadi, sebelum menyalahkan produk perawatan rambut, coba perhatikan lagi rutinitasmu karena perubahan kecil bisa memberikan hasil yang besar untuk kesehatan kulit kepala.