Keluarga Tolak Autopsi, Polisi Tak Bisa Simpulkan Penyebab Kematian Lula

- Keluarga menolak otopsi jenazah Lula Lahfah, menyebabkan polisi tidak bisa simpulkan penyebab kematian.
- Polisi menghentikan penyelidikan kematian Lula karena tidak ditemukan unsur pidana atau perbuatan melawan hukum.
- Polisi menemukan tabung gas tawa kosong dan barang bukti lainnya, serta hasil tes DNA yang mengindikasikan keberadaan darah milik Lula di beberapa tempat.
Jakarta, IDN Times - Polres Metro Jakarta Selatan tak bisa menyimpulkan penyebab meninggalnya selebgram Lula Lahfah. Hal itu karena, keluarga menolak jenazah Lula diautopsi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, keluarga telah mendapat penjelasan Rumah Sakit Fatmawati yang menyatakan tak ada bekas kekerasan atau penganiayaan pada tubuh Lula. Sehingga, keluarga sudah menerima kematiannya.
“Kita tidak bisa menjawab akibat apa kematian. Kita tidak bisa menyimpulkan karena tidak dilakukan otopsi. Pihak keluarga tidak berkenan untuk dilakukan autopsi karena tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ataupun penganiayaan,” ujar Budi di Polres Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi memutuskan untuk menghentikan penyelidikan kematian kekasih YouTuber Reza Arap itu. Sebab, penyidik tak menemukan unsur pidana.
“Sehingga perkara ini dinyatakan dihentikan karena tidak ditemukannya tidak pidana dan perbuatan melawan hukum,” kata Budi.
Meskipun dalam olah TKP, polisi menemukan tabung Whip Pink (N20) atau gas tawa berukuran 2.050 gram dalam keadaan kosong. Berdasarkan hasil tes DNA sentuh, didapati adanya DNA milik Lula.
Kasubdit Biologis Serologi Puslabfor Bareskrim Polri Kompol Irfan Rofiq mengatakan pihaknya menerima sejumlah barang bukti untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium forensik.
Beberapa di antaranya yakni satu buah sprei berwarna putih diduga terdapat bercak darah, beberapa helai tisu dan kapas bekas diduga terdapat bekas darah, satu buah kotak warna pink berisi obat-obatan serta satu buah tabung whip pink.
Irfan menyebut pihaknya juga menerima sampel darah milik ayah Lula. Sampel darah ini digunakan untuk menguji barang bukti yang ditemukan di lokasi.
"Pemeriksaan kami simpulkan bahwa benar pada sprei terdapat bercak darah, pada tisu atau kapas bekas darah terdapat bercak darah dan pada satu buah tabung whip pink itu muncul profil DNA," ucap Irfan.
"Kesimpulannya bahwa bercak darah yang ada pada sprei, kapas dan tisu dan tes DNA atau DNA sentuhan profilnya itu adalah milik saudari LL," sambungnya.
















