Jakarta, IDN Times - Puluhan ribu calon manajer Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih (KDMP/KNMP) menghela nafas lega, karena akhirnya berhasil menuntaskan persyaratan akhir, yakni pendidikan ala militer selama 45 hari di satuan pendidikan milik TNI. Seremoni penutupan pendidikan bagi calon manajer dilakukan di Skuadron 17 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Berdasarkan data dari Kementerian Pertahanan (Kemhan), ada 33.785 calon manajer di seluruh Indonesia yang mengikuti seremoni penutupan pendidikan. Sebanyak 3.500 calon manajer ikut upacara penutupan yang digelar di Halim. Seremoni penutupan di Lanud Halim dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan, Letjen Tri Budi Utomo. Ia memasangkan pin bela negara dan memberikan ijazah kelulusan kepada dua perwakilan calon manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih.
"Hari ini, Jumat, 31 Juli 2026 pukul 08.22 WIB, pendidikan dan pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih tahun 2026 secara resmi saya nyatakan ditutup," ungkap Tri di podium instruktur upacara, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat.
Dalam sambutannya, jenderal bintang tiga itu mengatakan puluhan ribu calon manajer bisa menuntaskan pendidikan selama 45 hari lantaran bekerja keras, memiliki disiplin dan komitmen tinggi.
"Pendidikan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tetapi juga membentuk karakter, kepemimpinan, integritas, disiplin serta semangat bela negara," katanya.
Pendidikan yang diikuti calon manajer terbagi dua, yakni 30 hari latihan dasar militer dan 15 hari materi tentang manajerial. Ia menyebut selama masa pendidikan, puluhan ribu calon manajer sudah dibekali sejumlah kemampuan, mulai dari kepemimpinan, tata kelola kelembagaan, penguatan sumber daya manusia (SDM) hingga manajemen pengelolaan kopdes merah putih dan kampung nelayan merah putih.
Lantas, kapan mereka mulai bekerja?
