Jakarta, IDN Times - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Ketua Kadin Kalimantan Timur, Dayang Dona Walfiaries Tania. Anak mantan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak itu ditahan terkait dugaan korupsi izin usaha pertambangan (IUP) yang juga menyerat mendiang ayahnya.
"Saudara DDW ditahan untuk 20 hari pertama, terhitung sejak 9-28 September 2025," ujar Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu dalam konferensi pers pada Rabu (10/9/2025).
Dalam perkara ini, KPK sebetulnya menetapkan tiga tersangka, yakni Dayang Donna, Awang Faroek, dan pengusaha Rudy Ong Chandra. Namun, status tersangka Awang Faroek Ishak gugur karena meninggal dunia.
"Sementara terhadap Saudara ROC telah dilakukan penahanan pada 21 Agustus 2025," kata Asep.
Asep menjelaskan, kasus bermula ketika Sugeng selaku makelar yang diberikan kuasa oleh Rudy Ong untuk mengurus IUP menghubungi Dayang Dona Walfiaries. Komunikasi itu dilakukan untuk menegosiasi 6 IUP Rudy Ong Chandra.
"Saudara DDW mengatakan bahwa sebelumnya saudara IC (Iwan Chandra, kolega Sugeng) telah menghubunginya dan memberi harga penebusan atas 6 IUP milik saudara ROC sebesar Rp1,5 miliar, namun saudara DDW menolak dan meminta harga penebusan sebesar Rp3,5 miliar untuk 6 IUP tersebut," ujar Asep.
Pada akhirnya, permintaan itu dipenuhi. Kemudian, Rudy Ong dan Dayang Dona bertemu di sebuah hotel di Samarinda, Kalimantan Timur.
"Di mana saudara IC diminta untuk mengantarkan amplop berisi uang sejumlah Rp3 miliar dalam pecahan Dolar Singapura, bersamaan saudara ROC memerintahkan saudara SUG memberikan uang Rp500 juta dalam pecahan dolar Singapura kepada saudara DDW," ujar dia.
"Setelah terjadi transaksi tersebut, saudara ROC melalui saudara IC menerima dokumen berisi SK 6 IUP dari saudara DDW yang diantarkan oleh saudara IJ (Imas Julia) selaku babysitter saudara DDW," ucap dia.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Anak Eks Gubernur Kaltim Sekaligus Ketua Kadin Kaltim Ditahan KPK

Dayang Dona Walfiaries Tania (IDN Times/Aryodamar)
Curated For You
- KPK Sebut Immanuel Ebenezer Akui Dapat Penerimaan Lain Saat Jadi Wamen10 Sep 2025, 09:29 WIB
- Ustaz Khalid Basalamah Diperiksa KPK Hampir 8 Jam09 Sep 2025, 20:21 WIB
Editorial Team
EditorDeti Mega Purnamasari
Related Article
Bukan Cuma Summarecon, KPK Duga Banyak Pihak Swasta Terkait Kasus ATR/BPN16 Sep 2026, 22:50 WIB
Katadata Siapkan Indeks ESG Baru untuk Pertimbangan Investor16 Sep 2026, 22:45 WIB
KPK Bakal Bongkar Alur Perintah di Balik Suap HGB Summarecon16 Sep 2026, 22:43 WIB
Saat Kebutuhan Listrik Naik, Seberapa Siap Sistem Energi?16 Sep 2026, 22:34 WIB
Baznas-Kemenag Salurkan Rp17,5 M Program Pesantren Nyaman Belajar16 Sep 2026, 22:19 WIB
Pasar Keuangan Berubah, Mana yang Jadi Perhatian Trader?16 Sep 2026, 22:19 WIB
Koalisi Prabowo Mulai Konsolidasi RUU Pemilu Tanpa PDIP16 Sep 2026, 22:15 WIB
WN China Tombak dan Makan Penyu di Raja Ampat Ditangkap di Makassar16 Sep 2026, 22:10 WIB
DPRD Jabar Kritik Pendapatan Daerah: PKB Seret, BUMD Belum Optimal16 Sep 2026, 21:52 WIB
Prabowo Minta Pelaku Karhutla Dijerat Terorisme Ekologi16 Sep 2026, 21:51 WIB
Pilu Beti, 26 Tahun jadi PMI di Riyadh Tak Digaji hingga Ditahan Majikan16 Sep 2026, 21:46 WIB
DPRD NTB Pasrah Dana Pokir Melanggar Aturan Dicoret Inspektorat16 Sep 2026, 21:44 WIB
China Ancam Batalkan KTT jika AS Jual Senjata ke Taiwan16 Sep 2026, 21:34 WIB
Kemenangan Persib dari FC Seoul Jadi Kebanggaan untuk Liga Indonesia16 Sep 2026, 21:30 WIB
TNI AU Ungkap Pemicu Penganiayaan Serda Ahmad, Bukan soal Beli Mi16 Sep 2026, 21:25 WIB
Skandal Suap Pemilu Senat Thailand, 26 Senator Terancam Penjara16 Sep 2026, 21:22 WIB
Alasan Kenapa Orang Kaya Asli Cenderung Suka Beli Mobil Bekas Dibanding Pamer Mobil Baru16 Sep 2026, 21:00 WIB
BMKG Minta Nelayan Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Sumut16 Sep 2026, 21:00 WIB
Zulhas Bantah Isu Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol Bahas Pemilu: Hoaks!16 Sep 2026, 20:59 WIB
Perkuat Mesin Partai, PDIP Lampung Bekali Kader Kawal Isu Kerakyatan16 Sep 2026, 20:51 WIB