Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

ASN KemenEkraf Tewas, Mendagri Minta Pelatihan Komcad ASN Dievaluasi

2 min read
ASN KemenEkraf Tewas, Mendagri Minta Pelatihan Komcad ASN Dievaluasi
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan keterangan pers usai Malam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Batch II Regional Sulawesi di Hotel Claro Makassar, Sabtu (19/9/2026). IDN Times/Asrhawi Muin
  • Mendagri Tito Karnavian meminta rekrutmen dan pelatihan Komcad ASN dievaluasi setelah peserta KemenEkraf, Vanreko Varkas Bagaskara, meninggal dunia.

  • Tito menekankan perlunya tes kesehatan saat pendaftaran dan meminta peserta dengan kondisi sakit tidak memaksakan mengikuti latihan.

  • Vanreko mengalami heatstroke, pusing, pandangan gelap, lalu hilang kesadaran saat latihan di Lanud Halim Perdanakusuma sebelum mendapat penanganan medis intensif.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta proses rekrutmen dan pelatihan Komponen Cadangan (Komcad) bagi aparatur sipil negara (ASN) dievaluasi, menyusul meninggalnya salah satu peserta Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Komcad ASN kementerian/lembaga gelombang II Tahun 2026 Kementerian Ekonomi Kreatif, Vanreko Varkas Bagaskara.

Tito mengatakan salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam proses rekrutmen ialah pemeriksaan kesehatan peserta. Menurutnya pemeriksaan kesehatan diperlukan untuk mengetahui kondisi peserta sebelum mengikuti rangkaian latihan.

"Sebaiknya ketika pada waktu mendaftar jadi Komcad, juga ada semacam tes kesehatan yang bersifat umum," kata Tito di Gedung Kemensos, Rabu (30/9/2026).

  1. 1. Jangan dipaksakan jika sakit

    ASN KemenEkraf Tewas, Mendagri Minta Pelatihan Komcad ASN Dievaluasi
    Ribuan ASN yang berhasil menuntaskan gelombang kedua program Komcad tahun 2026. (IDN Times/Santi Dewi)

    Tito menuturkan peserta yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, sebaiknya tidak memaksakan diri mengikuti latihan. Ia mengatakan evaluasi juga perlu dilakukan terhadap materi pelatihan, untuk mencegah kejadian serupa terulang.

    "Kalau ada yang merasa ada penyakit, janganlah ikut. Dipaksakan masuk, anggap kira-kira gitu. Tapi jangan sampai nanti dia merasa sakit, dia memaksakan diri ikut Komcad. Risiko seperti itu," ujarnya.

    "Apapun juga jadi bahan evaluasi dalam rangka rekrutmen dan juga materi pelatihan," sambung Mendagri.

  2. 2. Peserta latihan Komcad meninggal akibat heart stroke

    Varenko Varkas Bagaskara, ASN, Komcad
    Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Ekonomi Kreatif, Varenko Varkas Bagaskara yang meninggal saat mengikuti latsar militer Komcad gelombang kedua. (www.instagram.com/@ekraf.ri)

    Diketahui, peserta Latihan Dasar Militer Komponen Cadangan (Latsarmil Komcad) ASN K/L Gelombang II Tahun 2026 meninggal dunia, setelah mengalami serangan panas atau heatstroke saat mengikuti rangkaian kegiatan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

    Peserta bernama Vanreko Varkas Bagaskara merupakan peserta dari Kementerian Ekonomi Kreatif. Kepala Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr. Esnawan Antariksa, Iman Fathurrohman, mengonfirmasi pihaknya memang melakukan penanganan medis intensif terhadap Vanreko.

    "Peserta Latihan Dasar Militer Komponen Cadangan (Latsarmil Komcad) ASN K/L Gelombang 2 Tahun 2026 asal Kementerian Ekonomi Kreatif, mengalami penanganan darurat akibat serangan penat panas (heatstroke) saat mengikuti rangkaian kegiatan di Lanud Halim Perdanakusuma," ucapnya saat dihubungi IDN Times, Minggu, 27 September 2026.

  3. 3. Sempat hilang kesadaran saat latihan

    ASN KemenEkraf Tewas, Mendagri Minta Pelatihan Komcad ASN Dievaluasi
    ASN melakukan latsar militer ketika mengikuti program Komcad gelombang kedua tahun 2026. (www.instagram.com/@komcadasn461)

    Iman menerangkan Vanreko mengalami kondisi darurat pada Jumat, 25 September 2026. Peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu, ia baru menyelesaikan sesi pertama penutupan Latsarmil. Ketika hendak memasuki sesi latihan kedua, dia mengeluhkan pandangan gelap dan pusing sebelum akhirnya kehilangan kesadaran.

    "Petugas lapangan langsung memberikan penanganan darurat berupa pendinginan atau kompres dingin, resusitasi cairan infus, serta terapi oksigenasi sebelum merujuk almarhum ke IGD RSAU dr. Esnawan Antariksa Halim Perdanakusuma," katanya.

Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More