Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bahlil: Tak Elok Pisahkan Pesantren dengan Negara

Bahlil: Tak Elok Pisahkan Pesantren dengan Negara
Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia saat Safari Ramadhan ke Pondok Pesantren (Ponpes) Azzainiyyah di Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (8/3/2026)(Instagram/Bahlil Lahadalia)
Intinya Sih
  • Bahlil Lahadalia menegaskan pesantren berperan penting membentuk nasionalisme dan kepemimpinan bangsa, serta menilai tidak pantas memisahkan pesantren dari negara.
  • Dalam Safari Ramadan di Ponpes Azzainiyyah Sukabumi, Bahlil bersama pengurus Golkar berziarah ke makam KH Zezen ZA Bazul Asyhab dan berinteraksi dengan para santri.
  • Pemerintah berkomitmen mendukung pesantren melalui program seperti Makan Bergizi Gratis dan beasiswa LPDP agar santri turut merasakan manfaat pembangunan pendidikan nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menekankan peran krusial pondok pesantren dalam membentuk nasionalisme dan melahirkan pemimpin bangsa. Menurutnya, pesantren tidak hanya mendidik anak-anak tentang agama, ilmu pengetahuan, dan teknologi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai nasionalisme yang kuat.

“Sangatlah tidak elok kalau kita memisahkan antara pesantren dan negara karena di dalam pesantren mendidik anak-anak kita tahu agama, tahu ilmu pengetahuan, teknologi, tapi juga nasionalisme. Dan ini ada pada pesantren,” ujar Bahlil saat Safari Ramadhan ke Pondok Pesantren (Ponpes) Azzainiyyah di Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (8/3/2026).

1. Bahlil ziarah ke makam

IMG-20260309-WA0052.jpg
Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia saat Safari Ramadhan ke Pondok Pesantren (Ponpes) Azzainiyyah di Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (8/3/2026)(Instagram/Bahlil Lahadalia)

Bahlil tiba di Ponpes Azzainiyyah pada sore hari dan langsung menunaikan salat Ashar berjemaah. Setelah itu, ia berziarah ke makam ulama karismatik KH Zezen ZA Bazul Asyhab. Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda safari ramadan yang dilakukan Bahlil.

Dalam kunjungannya, Bahlil didampingi oleh sejumlah pengurus Partai Golkar, antara lain Meutya Hafid, Ace Hasan Syadzily, Sarmuji, Puteri Komarudin, Dave Laksono, Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Dewi Asmara. Bersama para santri, Bahlil turut menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars Ponpes Azzainiyyah, dan Mars Partai Golkar.

2. Pesantren disebut punya peran sangat besar dalam perjalanan Indonesia

IMG-20260309-WA0053.jpg
Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia saat Safari Ramadhan ke Pondok Pesantren (Ponpes) Azzainiyyah di Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (8/3/2026)(Instagram/Bahlil Lahadalia)

Ia menambahkan pesantren memiliki peran yang sangat besar dalam perjalanan bangsa Indonesia. Dari lembaga pendidikan inilah lahir ulama, pemimpin masyarakat, dan tokoh-tokoh yang menjaga nilai moral bangsa.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini pun mengingatkan, pesantren sudah eksis jauh sebelum Indonesia merdeka. Pesantren telah berperan aktif dalam membangun karakter calon pemimpin bangsa sejak masa penjajahan.

3. Komitmen pemerintah bantu pesantren

IMG_1706.jpeg
Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia (IDN Times/Siti Fatimah)

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil turut menyampaikan komitmen pemerintah untuk hadir dan membantu pesantren. Ia menyebut beberapa program yang menjadi bagian dari ikhtiar pemerintah.

Contoh dukungan pemerintah yang disebutkan antara lain program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan perjuangan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau LPDP yang diarahkan juga untuk para santri.

“Ini adalah bagian daripada ikhtiar pemerintah di bawah pimpinan Bapak Presiden Prabowo, tidak hanya untuk sekolah umum tapi juga diarahkan agar santri-santri di pesantren ikut merasakan manfaatnya,” imbuh Bahlil.

Bahlil berkeyakinan penuh bahwa anak-anak pesantren memiliki kualitas yang tidak kalah, bahkan berpotensi lebih baik, dibandingkan siswa sekolah umum. Namun, ia menyebut bahwa selama ini LPDP belum pernah secara serius menyentuh atau memberikan perhatian khusus kepada kalangan santri.

“Saya pikir ini harus kita lakukan, kita suarakan terus menerus supaya bisa diambil keputusan yang baik, toh mereka juga adalah anak bangsa,” imbuh dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dheri Agriesta
EditorDheri Agriesta
Follow Us

Latest in News

See More