Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

China Klaim Kura-Kura Jadi Alat Spionase Asing di Wilayahnya

China Klaim Kura-Kura Jadi Alat Spionase Asing di Wilayahnya
potret kura-kura laut (pexels.com/David Willis)
Intinya Sih
  • Pemerintah China mengungkap klaim bahwa intelijen asing memasang sensor pada kura-kura laut untuk mengumpulkan data sensitif tentang kondisi perairan dan mengirimkannya ke luar negeri.
  • Temuan ini membuat China meningkatkan kewaspadaan terhadap spionase maritim serta menyerukan partisipasi warga dalam menjaga keamanan wilayah laut nasional.
  • Kementerian Keamanan Nasional China menyebut praktik serupa pernah ditemukan pada 2019, ketika hewan laut digunakan untuk kegiatan mata-mata di wilayah Norwegia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah China mengklaim kura-kura telah menjadi alat spionase intelijen asing di wilayahnya. Kabar tersebut disampaikan oleh Kementerian Keamanan Nasional China dalam sebuah unggahan yang dirilis di sosial media WeChat pada Jumat (19/6/2026). Namun, mereka tidak menjelaskan intelijen asing negara mana yang dimaksud.

“Dalam beberapa tahun terakhir, Kementerian Keamanan Nasional telah menemukan bahwa badan intelijen mata-mata luar negeri terus mengumpulkan dan mencuri data sensitif dari lautan kita melalui berbagai perangkat mata-mata baru,” jelas Kementerian Keamanan Nasional China. 

1. Intelijen asing memasang alat mata-mata di kura-kura

Kura-kura laut sedang berenang.
potret kura-kura laut (pexels.com/Adventure Travelers TheAdventureTravelers.com)

Kementerian Keamanan Nasional China menyebut praktik mata-mata menggunakan kura-kura ini dengan sebutan Spy Turtles. Jadi, intelijen asing sengaja memasang sensor khusus di sejumlah kura-kura yang ada di laut China. Setelah itu, mereka menaruh kura-kura tadi di area laut China yang sudah ditentukan. Langkah ini dilakukan untuk mengambil data-data sensitif melalui sensor yang sudah dipasang sebelumnya.  

“Hewan laut berukuran besar yang masih hidup dipasangi sensor, berenang di area tertentu, mengumpulkan data sensitif tentang suhu air, salinitas, arus laut, dan lingkungan laut lainnya di sekitarnya secara real time, dan mengirimkannya ke luar negeri melalui satelit,” lanjut pernyataan Kementerian Keamanan Nasional China. Dilansir Euronews, praktik ini digunakan oleh intelijen asing untuk mengetahui kelemahan di wilayah laut dan pesisir China.

2. China meminta semua warganya untuk menjaga wilayah laut negara

Wilayah laut di Hainan, China.
potret wilayah laut di Hainan, China (pexels.com/茵 夏)

Imbas temuan ini, Pemerintah China mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap praktik spionase asing. Selain itu, Negeri Tirai Bambu juga meminta semua warganya untuk turut serta melindungi wilayah laut dari ancaman asing. Sebab, laut juga termasuk teritorial negara yang wajib dilindungi keberadaannya. 

“Menjaga keamanan maritim membutuhkan peran serta semua orang dalam melindunginya bersama-sama,” tegas Kementerian Keamanan Nasional China.

3. China juga pernah menemukan praktik serupa pada 2019

Bendera China sedang berkibar.
potret bendera China (pexels.com/Charlie Jin)

Pemerintah China memang dikenal ahli dalam mengidentifikasi aksi mata-mata asing. Sebab, jauh sebelum ini, Pemerintah China juga pernah menemukan praktik penggunaan hewan untuk spionase. 

Pada 2019, misalnya, Kementerian Keamanan Nasional China menemukan Paus Beluga yang digunakan untuk melakukan mata-mata di Laut Norwegia. Kala itu, China menuduh Rusia menjadi dalang di balik aksi tersebut. Namun, tuduhan itu tidak ditanggapi oleh Moskow hingga saat ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More