Pesan KSAL ke Lulusan Seskoal: Jangan Termakan Ambisi dan Jabatan

- KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali menegaskan agar lulusan Seskoal menjauhi ambisi jabatan dan gaya hidup hedonis demi menjaga moral, nasionalisme, serta integritas sebagai prajurit.
- Pendidikan Seskoal kini digelar dua kali setahun dengan durasi empat bulan untuk meningkatkan efisiensi tanpa mengulang materi yang sudah dipelajari di satuan masing-masing.
- Perwira siswa diperbolehkan mengerjakan tugas akhir secara daring guna mempermudah proses akademik dan efisiensi anggaran, termasuk bagi peserta dari luar negeri.
Jakarta, IDN Times - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali meminta perwira lulusan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), tidak tenggelam dalam ambisi buta terhadap jabatan dan kemewahan yang bersifat semu. Hal-hal itu harus dihindari, kata Ali, karena dapat merusak mentalitas perwira dan menurunkan jiwa nasionalisme dalam bekerja.
"Hindari pola hidup hedonis. Jangan sekali-kali tergoda oleh ambisi jabatan, popularitas atau kemewahan semu yang dapat merusak moral, dan mencederai sumpah prajurit," ujar Ali seperti dikutip dari keterangan pers, Jumat (19/6/2026).
Ali menjelaskan dalam pendidikan reguler Seskoal, ada 142 perwira siswa yang telah lulus. Mereka berhak menyandang gelar magister terapan strategi operasi laut.
Para lulusan itu terdiri dari perwira TNI AL, TNI Angkatan Darat (AD), TNI Angkatan Udara (AU), Polri dan perwira dari negara sahabat seperti Arab Saudi, India, Australia, Jepang, Malaysia, China, Filipina, Korea Selatan, dan Singapura.
Selain itu, ada pula 129 perwira siswa yang lulus dari pendidikan reguler Seskoal angkatan ke-65 tahun anggaran 2-26.
1. KSAL ingatkan prajurit TNI AL untuk memperkuat iman dan takwa

Selain menghindari pola hidup hedon, KSAL juga meminta para perwira siswa agar tetap memiliki iman dan kepercayaan kepada Tuhan. Menurut Ali, iman harus dijadikan sebagai landasan moral dan spiritual dalam menunaikan tugas. Bila iman dan kepercayaan kepada Tuhan meningkat, Ali yakin, secara otomatis jiwa nasionalisme para prajurit akan meningkat.
"Pengabdian kepada masyarakat dan negara juga akan meningkat. Para prajurit pada akhirnya akan tetap memegang teguh dan mengamalkan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Trisila Angkatan Laut," katanya.
Dengan ragam ilmu yang diperoleh saat mengikuti pendidikan di Seskoal, diharapkan lebih banyak pengetahuan yang didapat oleh para perwira siswa. Sehingga para siswa Seskoal dapat menjadi perwira yang berkualitas dan layak menjadi pemimpin masa depan.
2. Pendidikan Seskoal dilakukan dua kali dalam setahun

Sebelumnya, Ali mengatakan, pendidikan Seskoal dilakukan dua kali dalam satu tahun. Keputusan yang mulai berlaku pada 2025 lalu ditempuh karena masa pendidikan sekolah staf dan komando di seluruh matra yang sebelumnya berjalan selama 10 bulan, kini jadi lebih singkat menjadi empat bulan.
"Ini nantinya akan dibuat dua gelombang. Jadi, dalam satu tahun bisa mendidik dua gelombang dari perwira siswa, itu tujuan utamanya," ujar Ali pada Juni 2025.
Pemangkasan waktu pendidikan Seskoal, kata Ali, justru akan mempermudah proses pendidikan karena lebih efisien. Hal itu lantaran para perwira siswa tidak mempelajari materi yang sebelumnya sudah dipelajari di satuan masing-masing. Sehingga waktu pembelajaran dapat dipangkas dan digunakan secara maksimal.
3. Perwira Seskoal juga dapat mengerjakan tugas akhir secara daring

Ali menjelaskan perwira siswa Seskoal dapat mengerjakan tugas akhir atau tesis secara daring. Hal tersebut membuat proses pengerjaan tugas dapat berjalan dengan praktis dan efisien dari segi anggaran.
"Kemudian, nanti pada saat ujiannya baru dilaksanakan tatap muka. Untuk yang di tempat jauh, di mancanegara misalnya, itu juga bisa dilaksanakan secara online," ungkap Ali.
Dengan ragam metode tersebut, Ali memastikan, kesempatan bagi seluruh perwira TNI atau pun Polri untuk ikut pendidikan Seskoal semakin terbuka.














