Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Harta Wakil Kepala BGN Baru Agustina Rp16 M, Cuma Punya Mobil Agya

Harta Wakil Kepala BGN Baru Agustina Rp16 M, Cuma Punya Mobil Agya
Wakil Kepala BGN sekaligus Jubir BGN, Agustina Arumsari (IDNTimes/Amir Faisol)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Agustina Arumsari ditunjuk sebagai juru bicara Badan Gizi Nasional oleh Kepala BGN Nanik S Deyang setelah rapat dengan Komisi IX DPR di Senayan, Jakarta Pusat.
  • Laporan LHKPN 2025 menunjukkan total kekayaan Agustina mencapai Rp16,1 miliar, naik Rp2,6 miliar dari tahun sebelumnya, dengan aset terbesar berupa tanah dan bangunan senilai Rp8,1 miliar.
  • Sebagai Wakil Kepala BGN, Agustina berkomitmen membenahi tata kelola program Makanan Bergizi (MBG) melalui evaluasi data dan refocusing penerima manfaat demi efisiensi anggaran serta ketepatan sasaran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsari, sedang menjadi sorotan, karena pada Senin, 15 Juni 2026 ditunjuk oleh Kepala BGN Nanik S Deyang sebagai juru bicara BGN.

Pengumuman Agustina sebagai jubir BGN disampaikan Nanik usai mengikuti rapat dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat.

Agustina bukan sosok yang asing di dunia pemerintahan. Ia memiliki karier panjang di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) hingga menduduki posisi sebagai wakil kepala.

Dikutip dari situs resmi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agustina melaporkan memiliki harta kekayaan per 2025 sebesar Rp16.162.543.722 (Rp16,1 miliar).

Nilai harta kekayaan itu mengalami kenaikan Rp2.664.670.100 (Rp2,6 miliar) dibandingkan LHKPN yang dilaporkan pada 2024. Agustina sudah rutin melaporkan LHKPN sejak 2006.

Aset terbesar Agustina paling banyak disimpan dalam bentuk tanah dan bangunan, yang nominalnya mencapai Rp8.182.431.000 (Rp8,1 miliar).

1. Agustina melaporkan punya tiga bidang tanah dan bangunan di dua kota

Agustina Arumsari
Wakil Kepala BGN sekaligus Jubir BGN, Agustina Arumsari (IDNTimes/Amir Faisol)

Agustina melaporkan memiliki tiga bidang tanah dan bangunan di dua kota berbeda, yakni Jakarta Pusat dan Depok, Jawa Barat. Tanah dan bangunan paling luas mencapai 150 meter persegi senilai Rp5.350.000.000 (Rp5,3 miliar).

Aset tanah dan bangunan kedua termahal berlokasi di Depok seluas 300 meter persegi, dengan nilai mencapai Rp2.006.640.000 (Rp2 miliar). Sedangkan, tanah dan bangunan ketiga juga berlokasi di Jakarta Pusat senilai Rp825.791.000 (Rp825 juta).

Aset lain yang dilaporkan Agustina yakni berupa satu kendaraan roda empat Toyota Agya keluaran 2021 senilai Rp125 juta. Mobil tersebut dibeli dengan dananya sendiri. Dia melaporkan tak memiliki kendaraan selain yang dilaporkan itu.

2. Agustina memiliki utang Rp1,7 miliar

Nanil S Deyang-Agustina Arumsari
Wakil Ketua BGN Agustina Arumsari saat mendampingi Ketua Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang usai rapat di DPR, Senin (15/6/2026). (IDNTimes/Amir Faishol)

Agustina turut melaporkan harta kekayaannya berupa harta bergerak lainnya mencapai Rp2.100.331.264 (Rp2,1 miliar). Sedangkan, surat berharga senilai Rp1,5 miliar juga dilaporkan ke komisi antirasuah.

Ada pula harta berupa kas dan setara kas yang nilainya mencapai Rp6.004.597.426 (Rp6 miliar). Agustina melaporkan memiliki utang mencapai Rp1.749.815.968 (Rp1,7 miliar), sehingga harta kekayaan yang dilaporkan mencapai Rp16.162.543.722 (Rp16,1 miliar).

3. Wakil Kepala BGN akan evaluasi ulang penerima manfaat MBG

Agustina Arumsari
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsari (kanan). (Dokumentasi BPKP)

Sebelumnya, Agustina mengaku mendapat tugas untuk membenahi berbagai persoalan dalam pelaksanaan program MBG, termasuk aspek tata kelola yang selama ini menjadi sorotan. Instruksi tersebut ia coba implementasikan pasca-dilantik Presiden Prabowo Subianto.

Agustina mengaku telah menemukan sejumlah persoalan yang perlu segera dibenahi, mulai dari masalah data hingga pengelolaan program agar lebih efisien.

"Beberapa permasalahan memang sudah kami lihat, seperti masalah data. Kemudian juga ada beberapa kluster-kluster permasalahan yang mungkin kita akan refocusing penerima manfaat yang tujuannya itu adalah efisiensi anggaran. Bagaimana program ini akan tetap tercapai tujuannya," kata Agustina di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin, 8 Juni 2026.

Menurut dia, tujuan utama program MBG tetap harus dipertahankan, yakni memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan akses makanan bergizi. Namun, ia menilai masih terdapat persoalan tata kelola yang perlu diperbaiki agar pelaksanaan program berjalan lebih optimal.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya

Related Articles

See More