Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bareskrim Tangkap 5 WN Malaysia Bawa 5 Kg Etomidate di Insole Sepatu

3 min read
Bareskrim Tangkap 5 WN Malaysia Bawa 5 Kg Etomidate di Insole Sepatu
Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menangkap lima orang warga negara Malaysia yang diduga menyelundupkan lima kilogram serbuk etomidate di dalam sepatu. (Dok. Bareskrim)
  • Bareskrim Polri menangkap lima WN Malaysia dan seorang WNI terkait dugaan penyelundupan lima kilogram etomidate.

  • Serbuk etomidate ditemukan dalam insole sepatu setelah lima WN Malaysia tiba dari Kuala Lumpur menggunakan penerbangan AirAsia QZ201.

  • Penggeledahan apartemen menemukan berbagai barang, sementara pemeriksaan laboratorium menyatakan barang bukti positif etomidate.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bagian mana yang paling menarik perhatianmu?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menangkap lima orang warga negara Malaysia yang diduga menyelundupkan lima kilogram serbuk etomidate di dalam sepatu.

Ditektur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim, Irjen Pol Eko Hadi Santoso mengatakan, lima WN Malaysia itu Mohamad Zulhusni (49), Nur Aisyah binti Abdullah (25), Emmanuel bin Harry (24), Prince Alvin Robin (22), dan Muhammad Adam (21).

“Mereka berperan sebagai kurir,” kata Eko dalam keterangan tertulisnya, Senin (28/9/2026).

Selain lima WN Malaysia, Bareskrim juga menangkap seorang warga negara Indonesia (WNI), Satria Surya Sumantri (36). Pria asal Bandung, Jawa Barat itu berperan sebagai sopir. 

Lalu, seperti apa kronologi penangkapannya?

  1. 1. Etomidate disembunyikan di insole sepatu

    IMG_0417.jpeg
    Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menangkap lima orang warga negara Malaysia yang diduga menyelundupkan lima kilogram serbuk etomidate di dalam sepatu. (Dok. Bareskrim)

    Eko menjelaskan, penangkapan terhadap keenam orang itu bermula ketika Subdit III Dittipidnarkoba Bareskrim Polri memperoleh informasi mengenai pengamanan lima WNA Malaysia oleh DJBC Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta pada Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

    Kelima WNA tersebut diketahui tiba dari Kuala Lumpur, Malaysia, menggunakan penerbangan AirAsia QZ201.

    “Dari hasil pemeriksaan awal, masing-masing membawa dua bungkus serbuk yang diduga etomidate dengan berat sekitar 500 gram per bungkus. Barang tersebut disembunyikan di bagian insole sepatu. Secara keseluruhan ditemukan 10 bungkus dengan berat bruto 5 kg,” ujarnya.

  2. 2. Ada sosok Madam di balik penyelundupan etomidate

    IMG_0416.jpeg
    Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menangkap lima orang warga negara Malaysia yang diduga menyelundupkan lima kilogram serbuk etomidate di dalam sepatu. (Dok. Bareskrim)

    Dari hasil pemeriksaan, para WN Malaysia mengaku diminta seorang perempuan dengan sebutan ‘Madam’ untuk membawa etomidate dari Malaysia ke Indonesia. Mereka berkomunikasi melalui Telegram.

    Setelah tiba di Indonesia, para WN Malaysia diarahkan oleh Madam menuju YELLO Hotel Harmoni Jakarta dan mengumpulkan semua sepatu yang berisi etomidate kedalam koper berwarna merah untuk diserahkan kepada seorang pria di lobby hotel bernama, Wu Song.

    “Tim penyelidik melakukan penangkapan terhadap Wu Song dan hasil penggeledahan badan ditemukan kunci unit Apartemen Mediterania Marina Residence. Tim kemudian melakukan pengembangan ke lokasi tersebut,” ujar Eko.

  3. 3. Barang bukti yang ditemukan di apartemen

    IMG_0417.jpeg
    Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menangkap lima orang warga negara Malaysia yang diduga menyelundupkan lima kilogram serbuk etomidate di dalam sepatu. (Dok. Bareskrim)

    Dalam penggeledahan itu, ditemukan unit apartemen yang diduga menjadi Clandestine Lab pembuatan etomidate. Adapun barang-barang yang ditemukan antara lain, 16 buah jerigen ukuran lima liter berupa cairan perasa warna putih terbungkus alumunium foil.

    Kemudian, 21 ribu buah pods vape kosong, 15 ribu buah silicon caps pods vape, 800 buah pipet plastik, 4.200 kemasan pods warna gold bertuliskan Cantaloupe, 200 kemasan pods warna abu-abu bertuliskan grape, 240 kemasan pods warna merah muda bertuliskan Lychee, 45 Kemasan pods warna kuning dengan tulisan Mango dan 30 kemasan pods warna kuning muda bertuliskan Pineapple.

    Berdasarkan keterangan sementara Wu Song, dirinya berada di Indonesia sejak 19 September 2026 dan tinggal di unit apartemen tersebut. Ia mengaku memperoleh arahan melalui grup komunikasi ”SIGNAL” untuk melakukan pencatatan stok barang.

    Pada 25 September 2026, Wu Song mengaku mendapat perintah untuk mengambil barang narkotika jenis etomidate didalam koper di area YELLO Hotel Harmoni Jakarta.

    “Pada Minggu, 27 September 2026, penyidik Subdit III melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap barang bukti etomidate di Laboratorium Forensik Bareskrim Polri dengan hasil positif etomidate,” kata Eko.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More