BKPRMI Nilai Kunjungan Prabowo ke Luar Negeri Bisa Perkuat Ekonomi

- BKPRMI menyambut positif kunjungan luar negeri Presiden Prabowo yang dianggap sebagai strategi diplomasi untuk memperkuat posisi Indonesia dan membuka peluang investasi serta kerja sama ekonomi global.
- BKPRMI menilai dampak diplomasi tidak langsung terasa, namun berpotensi meningkatkan investasi, lapangan kerja, transfer teknologi, dan kepercayaan dunia terhadap ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.
- BKPRMI mengajak seluruh elemen bangsa mendukung langkah pemerintah agar Indonesia makin diperhitungkan sebagai kekuatan ekonomi regional dan global melalui diplomasi yang konsisten dan strategis.
Jakarta, IDN Times – Dewan Pengurus Pusat Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPP BKPRMI) menyambut positif rangkaian kunjungan luar negeri Presiden RI, Prabowo Subianto. Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari strategi diplomasi nasional untuk memperkuat posisi Indonesia di tingkat global sekaligus membuka peluang investasi, perdagangan, dan kerja sama strategis yang berdampak pada perekonomian nasional.
Wakil Ketua Umum DPP BKPRMI, Sedek Rahman Bahta, mengatakan, diplomasi tingkat tinggi menjadi instrumen penting di tengah ketatnya persaingan global saat ini. Menurut dia, langkah aktif Presiden di forum internasional akan memberi dampak jangka panjang bagi Indonesia.
1. Langkah strategis memperkuat kepentingan nasional

BKPRMI menilai kunjungan luar negeri Presiden Prabowo merupakan langkah strategis untuk memperkuat kepentingan nasional. Diplomasi tersebut dipandang dapat memperluas akses pasar, meningkatkan daya tarik investasi, serta memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan ekonomi global. Bahta menekankan pentingnya kehadiran Indonesia dalam forum internasional.
“Presiden harus hadir di berbagai forum internasional untuk memastikan Indonesia tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi bagian penting dalam menentukan arah kerja sama ekonomi dan pembangunan global,” ujar Bahta dalam keterangannya, Kamis (4/6/2026).
2. Diplomasi dinilai perkuat ekonomi jangka panjang

BKPRMI menilai, dampak diplomasi tidak selalu dapat dirasakan secara instan. Namun, hasilnya akan terlihat dalam jangka panjang melalui peningkatan investasi, pembukaan lapangan kerja, transfer teknologi, serta meningkatnya kepercayaan dunia terhadap Indonesia.
Menurut BKPRMI, konsistensi diplomasi menjadi faktor penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang terus berubah.
3. Kekuatan ekonomi Indonesia semakin diperhitungkan

BKPRMI lantas mengajak seluruh elemen bangsa untuk mendukung langkah-langkah strategis pemerintah dalam memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional. Dukungan tersebut dinilai penting agar Indonesia dapat semakin diperhitungkan sebagai kekuatan ekonomi di tingkat kawasan maupun global.
“Diplomasi yang kuat akan memperkuat ekonomi nasional dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia,” ucap dia.


















