Jakarta, IDN Times – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengoptimalkan dukungan analisis cuaca dan pemantauan dinamika atmosfer, untuk menyukseskan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam rangka penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan Barat, sebagai wilayah terparah karhutla selama 2026.
Langkah pencegahan berbasis teknologi ini terbukti memicu hujan yang membasahi lahan gambut, serta memadamkan titik api di sejumlah titik rawan.
Melalui koordinasi intensif bersama Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI AU, Kementerian Kehutanan, dan pemerintah daerah, BMKG menerjunkan tim untuk mengawal pelaksanaan operasi.
Tim BMKG memantau pergerakan massa awan, arah angin, serta tingkat kelembapan udara secara real-time, guna memastikan sasaran penyemaian awan tepat sasaran dan berdaya guna tinggi.
