Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko membantah tuduhan mahasiswa ia telah menjadi pengkhianat reformasi. Menurutnya, bergabung menjadi pembantu Presiden Prabowo Subianto tidak berarti ia telah mengkhianati reformasi. Apalagi Prabowo terpilih menjadi presiden lewat proses pemilu yang sah.
"Saya tak mengkhianati reformasi karena saya bergabung dengan pemerintahan yang dipilih secara demokratis. Kecuali saya bergabung dengan pemerintahan otoriter," ujar Budiman kepada IDN Times lewat pesan pendek pada Selasa, 16 Juni 2026.
Tuduhan Budiman sebagai pengkhianat lantang disuarakan oleh sekelompok mahasiswa yang datang menggeruduk kopi darat tiga pejabat Kabinet Merah Putih di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Senin malam. Seorang mahasiswa mengaku kecewa terhadap Budiman karena dulu sempat ikut mendirikan Partai Rakyat Demokrasi (PRD) dan dipenjara usai peristiwa Kudatuli tahun 1996.
Ia sempat divonis penjara 13 tahun karena lantang menyuarakan penentangan rezim Orde Baru. Namun 28 tahun berlalu, Budiman ikut bergabung ke dalam rezim mantan menantu Soeharto.
Tetapi, menurut Budiman, Prabowo merupakan pemimpin yang sah dan dipilih oleh 58 persen pemilih di Tanah Air.
