CEK FAKTA: Koperasi Merah Putih Tawarkan Pinjol

- Video di media sosial yang menawarkan pinjaman atas nama Koperasi Desa Merah Putih dipastikan hoaks karena pemerintah tidak memiliki program pinjaman instan tanpa prosedur resmi.
- Wamenkop Ferry Juliantono menegaskan Koperasi Desa Merah Putih dibentuk untuk memperkuat ekonomi desa dan memutus ketergantungan masyarakat terhadap rentenir serta pinjaman online ilegal.
- Pemerintah menargetkan pembentukan 80 ribu koperasi hingga Juli 2025 dengan enam unit utama, termasuk simpan pinjam, toko kebutuhan, distribusi pertanian, apotek, dan klinik desa.
Jakarta, IDN Times - Sejumlah video yang mengatasnamakan program Koperasi Desa Merah Putih dengan menawarkan pinjaman kepada masyarakat beredar di akun media sosial Tiktok. Bahkan, tidak sedikit akun yang mengatasnamakan Koperasi Merah Putih.
Dalam unggahan yang beredar, akun tersebut menampilkan brosur bertajuk “Koperasi Desa Merah Putih – Brosur Pinjaman Angsuran Per Bulan & Per Tahun”.
Dalam brosur itu, ditawarkan pinjaman mulai dari Rp5 juta hingga ratusan juta rupiah dengan pilihan tenor 12 bulan, 24 bulan, 36 bulan, 48 bulan hingga 60 bulan.
Bahkan, ditampilkan simulasi cicilan, misalnya untuk pinjaman Rp5 juta, cicilan disebut mulai sekitar Rp416 ribu per bulan (12 bulan) hingga Rp83 ribu per bulan (60 bulan).
“pinjaman berbasis online untuk seluruh masyarakat Indonesia” tulis akun tersebut.
Benarkah Koperasi Merah Putih tawarkan utang?
1. Tidak ada pinjaman instan

Pemerintah menegaskan, tidak pernah mengeluarkan program pinjaman instan tanpa prosedur seperti yang beredar di media sosial.
Hal serupa juga disampaikan melalui kanal resmi milik Pemprov DKI Jakarta. Dalam penjelasannya, tidak ada program pinjaman dengan skema tanpa bunga, tanpa KTP, maupun pencairan cepat seperti yang diklaim dalam unggahan tersebut.
2. Koperasi Merah Putih dibentuk untuk memutus pinjol

Hal ini juga ditegaskan oleh Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono yang mengatakan, program Koperasi Desa Merah Putih, inisiatif unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, merupakan solusi ekonomi pedesaan yang tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Ferry mengatakan, program itu dirancang untuk menciptakan ekosistem ekonomi baru di pedesaan yang saling menguntungkan, sekaligus memutus jeratan rentenir dan pinjaman online (pinjol) yang merugikan masyarakat desa.
“Koperasi ini tidak membebani APBN. Uangnya muter, malah menghidupkan ekonomi masyarakat,” kata Ferry dikutip dari ANTARA.
3. Enam unit utama Koperasi Merah Putih

Melalui Instruksi Presiden (Inpres) 2025, pemerintah menargetkan pembentukan 80 ribu koperasi di desa dan kelurahan seluruh Indonesia hingga Juli 2025, dengan operasional dimulai pada September 2025.
Koperasi Desa Merah Putih akan menjalankan enam kegiatan utama meliputi manajerial perkantoran, unit simpan pinjam, toko kebutuhan sehari-hari, distribusi pupuk, benih, dan pestisida, apotek desa, serta klinik desa.
Koperasi juga dapat mengembangkan usaha sesuai potensi lokal, seperti peternakan, pertanian, atau perikanan, untuk memperkuat ekonomi desa.
Kesimpulan: Video dengan narasi yang menawarkan pinjaman atas nama Koperasi Merah Putih hoaks atau menyesatkan.
















