Wajah Baru Tenda Arafah: Lantai Tebal hingga Urinoir Anyar

- Petugas haji mengebut persiapan di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina dengan berbagai pembaruan infrastruktur demi kenyamanan jemaah menjelang puncak ibadah haji.
- Tenda Arafah kini dilengkapi lantai tebal, kasur baru, AC, serta CCTV untuk menjaga kenyamanan dan keamanan jemaah dari suhu ekstrem gurun.
- Fasilitas sanitasi ditingkatkan dengan toilet ramah disabilitas dan urinoir pria, sementara progres pembangunan mencapai 100 persen ditargetkan rampung H-5 sebelum puncak haji.
Makkah, IDN Times – Puncak pelaksanaan ibadah haji kian dekat. Persiapan demi menyambut jutaan umat manusia di fase krusial ini terus dikebut oleh para petugas tanpa mengenal waktu istirahat. Tim Media Center Haji (MCH) Daker Makkah dan Satgas Operasi Armuzna baru saja melakukan inspeksi langsung untuk menyingkap kesibukan luar biasa di garis depan infrastruktur kawasan Arafah, Muzdalifah, hingga Mina (Armuzna).
Berdasarkan hasil penyisiran, sejumlah terobosan fasilitas fisik telah disiapkan secara spartan demi menjamin kenyamanan dan kekhusyukan tamu Allah.
1. Lantai tebal dan kasur baru pengusir suhu ekstrem Arafah

Kenyamanan jemaah di Padang Arafah benar-benar diperhatikan mulai dari struktur penyangga paling bawah. Sebelum dilapisi karpet, permukaan tanah gurun pasir yang panas kini ditutupi oleh struktur lantai tambahan yang cukup tebal. Konstruksi ini sengaja dirancang agar permukaan tanah menjadi rata sekaligus efektif menghalau hawa panas yang memancar dari bawah.
Di atas hamparan lantai dan karpet empuk tersebut, tumpukan kasur busa baru telah menanti. Nantinya, setiap satu jemaah dipastikan akan mendapatkan jatah satu kasur, lengkap dengan bantal, seprai, hingga selimut. Untuk melawan suhu ekstrem Arafah di siang hari, penyelenggara juga memasang dua hingga tiga unit pendingin ruangan (AC) di setiap tenda, tak lupa kamera pengawas CCTV untuk menjamin keamanan 24 jam.
2. Urinoir pria dan akses toilet ramah disabilitas

Fasilitas sanitasi sering kali menjadi titik krusial yang menyebabkan kelelahan jemaah akibat antrean panjang. Tahun ini, toilet didesain lebih memanusiakan dengan menyediakan pilihan kloset jongkok maupun duduk. Selain itu, terdapat tambahan tangga serta jalur khusus (ramah disabilitas) untuk mempermudah akses jemaah.
Terobosan yang paling mencolok untuk memecah kepadatan antrean adalah pemasangan rangka urinoir di luar bilik toilet khusus bagi jemaah pria. Kehadiran fasilitas urinoir ini diharapkan menjadi solusi jitu untuk memangkas waktu antre bagi jemaah yang sekadar ingin buang air kecil.
3. Progres melesat, optimistis fasilitas tuntas H-5

Usai membedah Arafah, tim bergeser melintasi kawasan Muzdalifah dan berlabuh di lembah tenda Mina. Di lokasi mabit ini, tumpukan kasur baru kembali diperiksa dengan teliti. Setiap catatan evaluasi atau kekurangan minor langsung diserahkan kepada pihak syarikah untuk segera dieksekusi sebelum pergerakan jemaah dimulai.
Kepala Bidang Perlindungan Jemaah (Linjam), Muftiono, menyoroti lompatan progres yang sangat masif dalam sepekan terakhir. "Pada saat awal kita melakukan pengecekan progres ya baru sampai mencapai sekitar 60 persen, hari ini alhamdulillah sudah sangat luar biasa perubahannya," ungkapnya di Mina.
Melihat dedikasi petugas yang bekerja secara spartan, ia meyakini seluruh kesiapan fasilitas akan rampung tepat waktu. "Melihat perkembangan itu, saya optimis bahwa target H-5 seratus persen bisa terwujud," tegas Muftiono.


















