Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Sekolah di Bekasi Tolak Lapangan Padel, Khawatir Ganggu Belajar

Sekolah di Bekasi Tolak Lapangan Padel, Khawatir Ganggu Belajar
Lokasi pembangunan padel yang berada tepat di depan sekolah Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Sekolah Asshodriyah Islamic School di Bekasi menolak pembangunan lapangan padel karena khawatir mengganggu proses belajar dan membahayakan siswa akibat kurangnya pengamanan proyek.
  • Pihak sekolah telah melayangkan surat ke Pemkot Bekasi untuk meminta kejelasan izin serta berharap lokasi lapangan padel dipindahkan agar tidak dekat dengan lingkungan pendidikan.
  • Dinas Tata Ruang Kota Bekasi menyatakan proyek sudah berizin namun menghentikan sementara pembangunan dan akan melakukan mediasi antara pihak sekolah dan pengelola pada 11 Mei 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bekasi, IDN Times - Sekolah tingkat SD bernama Asshodriyah Islamic School (AIS) yang berlokasi di Jalan Caman Raya, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, menolak pembangunan lapangan padel yang berada tepat di depan gedung sekolah.

Kepala AIS Bekasi, Ahmad Baidowi, mengatakan penolakan tersebut didasari kekhawatiran akan terganggunya kegiatan belajar mengajar saat lapangan padel mulai beroperasi.

"Kami dari pihak sekolah sangat menolak dengan adanya lapangan padel di belakang kita, yang mana begitu dekat dengan lingkungan anak-anak. Kami mengkhawatirkan mengganggu kenyamanan proses belajar mengajar anak-anak kita," katanya kepada jurnalis, Jumat (8/5/2026).

1. Proses pembangunan lapangan padel yang membahayakan

Sekolah di Bekasi Tolak Lapangan Padel, Khawatir Ganggu Belajar
Kepala AIS Bekasi, Ahmad Baidowi. (IDN Times/Imam Faishal)

Baidowi menjelaskan selama proses pembangunan berlangsung, kontraktor lapangan padel tidak memasang jaring pengaman untuk menahan material bangunan, agar tidak langsung jatuh ke tanah.

Menurut Baidowi, kondisi tersebut dikhawatirkan membahayakan siswa apabila material bangunan terjatuh ke area sekolah saat kegiatan berlangsung.

"Dampak langsung ke lingkungan sekolah, satu dari pembangunan tidak ada safetynya. (Selain itu) pembangunannya bisingannya luar biasa," jelas dia.

Baidowi menceritakan, lahan proyek pembangunan lapangan padel yang diperkirakan seluas 2.000 meter persegi sebelumnya merupakan lapak penjual tanaman hias. Dia baru mengetahui adanya pembangunan lapangan padel pada awal 2026, dan tidak ada informasi apapun.

Sebelum melakukan penolakan, pihaknya juga telah bersurat kepada Pemerintah Kota Bekasi, untuk mengetahui izin pembangunan lapangan padel tersebut.

"Kita sudah mengirim surat dari awal sebelum pembangunan ini terjadi. Kami sudah mengirim surat ke pihak Wali Kota, kemudian juga ke Kelurahan, kemudian juga ke Kecamatan, kemudian juga dinas terkait. Namun memang sampai saat ini belum ada follow up atau balasan dari itu semua," jelas Baidowi.

2. Minta pembangunan lapangan padel dipindahkan

Sekolah di Bekasi Tolak Lapangan Padel, Khawatir Ganggu Belajar
Lokasi pembangunan padel yang berada tepat di depan sekolah Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)

Baidowi berharap Pemerintah Kota Bekasi dapat memindahkan lapangan padel tersebut ke lokasi lain yang jauh dari gedung sekolah.

"(Berharap) dipindah untuk lahan yang lebih nyaman dan memang sesuai dengan tata ruang dari Kota Bekasi. Mudah-mudahan suara kami dan orang tua wali murid didengar, demi kenyamanan anak-anak kita belajar," harapnya.

3. Pemkot Bekasi bakal lakukan mediasi

Sekolah di Bekasi Tolak Lapangan Padel, Khawatir Ganggu Belajar
Lokasi pembangunan padel yang berada tepat di depan sekolah Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)

Sementara, Kepala Dinas Tata Ruang Kota Bekasi, Arif Maulana menyampaikan, pembangunan lapangan padel tersebut telah mendapatkan izin dan sesuai dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Arif menyampaikan, pihaknya juga berencana akan melakukan mediasi yang dihadiri oleh pihak sekolah dan pengelola lapangan padel, pada Senin (11/5/2026).

Sementara, lanjut dia, pihaknya juga telah menghentikan sementara pembangunan padel tersebut hinga adanya kesepakatan antara pengelola lapangan padel dan sekolah.

"Tentunya kita bahas bersama supaya sama-sama menghasilkan suatu keputusan yang bisa diterima oleh kedua belah pihak gitu," jelas dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya
Follow Us

Latest in News

See More