Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
CEK FAKTA: Penunggak Pajak Kendaraan Bakal Dikejar Sampai ke Rumah?
Ilustrasi tilang elektronik atau ETLE (Dok.Polda Riau)
  • Informasi penagihan pajak kendaraan dari rumah ke rumah yang viral disebut akan berlaku pada akhir September 2026.
  • Korlantas Polri menyatakan narasi tersebut tidak benar, menyesatkan, bukan pengumuman resmi, dan telah dikategorikan sebagai hoaks.
  • Pemeriksaan, penagihan pajak, penggeledahan rumah, serta eksekusi kendaraan memiliki ketentuan dan mekanisme resmi yang berbeda.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sudah tahu klaim pajak kendaraan ke rumah adalah hoaks?
Vote Now
Rabu (16/8/2026)

Korlantas Polri menyampaikan keterangan resmi bahwa informasi penagihan pajak kendaraan dari rumah ke rumah tidak benar dan menyesatkan.

akhir September 2026

Informasi viral menyebut program penertiban dan pemeriksaan kendaraan bermotor akan berlaku pada waktu tersebut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sudah tahu klaim pajak kendaraan ke rumah adalah hoaks?
Vote Now
  • What?
    Informasi viral menyebut penunggak pajak kendaraan akan ditagih dari rumah ke rumah pada akhir September 2026.
  • Who?
    Korlantas Polri, Kementerian Komunikasi dan Digital, Bapenda, Kepolisian, serta perusahaan pembiayaan disebut dalam klarifikasi.
  • Where?
    Per saat ini masih belum diketahui lokasi spesifik penertiban yang disebut dalam informasi viral.
  • When?
    Korlantas Polri menyampaikan klarifikasi resmi pada Rabu (16/8/2026).
  • Why?
    Korlantas Polri menyatakan narasi itu tidak benar, menyesatkan, bukan pengumuman resmi, dan tidak sesuai ketentuan hukum.
  • How?
    Korlantas Polri menjelaskan pemeriksaan, penagihan pajak, penggeledahan, dan eksekusi kendaraan harus melalui prosedur serta mekanisme resmi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sudah tahu klaim pajak kendaraan ke rumah adalah hoaks?
Vote Now

Ada kabar orang yang belum bayar pajak kendaraan akan didatangi ke rumah. Korlantas Polri bilang kabar itu tidak benar. Polisi punya aturan saat memeriksa kendaraan di jalan. BPKB juga tidak wajib dibawa saat naik kendaraan. Kalau ada orang mengaku datang untuk operasi itu, kita boleh minta identitas dan surat tugas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sudah tahu klaim pajak kendaraan ke rumah adalah hoaks?
Vote Now

Klarifikasi Korlantas Polri memberikan penjelasan mengenai ketentuan pemeriksaan kendaraan, dokumen yang wajib ditunjukkan, serta mekanisme penagihan pajak. Penjelasan ini juga membedakan kegiatan Bapenda dari razia atau penyitaan mendadak, sekaligus memuat pengingat agar masyarakat mengonfirmasi identitas dan surat tugas kepada instansi resmi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sudah tahu klaim pajak kendaraan ke rumah adalah hoaks?
Vote Now

Jakarta, IDN Times - Informasi penertiban dan pemeriksaan kendaraan bermotor viral di media sosial. Program ini disebut bakal berlaku pada akhir September 2026.

Petugas Samaat dan Bapenda akan menagih pajak kendaraan dari rumah ke rumah. Adapun target penertiban ini yaitu kendaraan non pajak yang masa berlaku baik STNK/pajak mati, kendaraan sengketa kredit, kendaraan hanya memiliki STNK atau tanpa kelengkapan resmi serta kendaraan over kredit ilegal.

“Tim gabung8an polisi dan pihak finance akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan tegas,” tulis salah satu flayer.

Lalu apakah benar demikian?

1. Korlantas tegaskan informasi soal penagihan pajak kendaraan hoaks

Ilustrasi tilang elektronik. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menegaskan, informasi tersebut tidak benar atau hoaks. Selain soal kebenaran informasi, Korlantas Polri juga menegaskan sejumlah narasi dalam postingan tersebut juga tidak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Disampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar, menyesatkan, dan bukan pengumuman resmi. Informasi tersebut juga telah dikategorikan sebagai hoaks oleh Kementerian Komunikasi dan Digital,” tulis Korlantas Polri dalam keterangan resminya, Rabu (16/8/2026).

Korlantas Polri menjelaskan pemeriksaan kendaraan bermotor oleh Kepolisian memiliki ketentuan dan prosedur yang berlaku.

Pasal 264 dan Pasal 265 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mengatur bahwa pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan dilakukan oleh petugas Kepolisian dan/atau PPNS di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Tata caranya diatur lebih lanjut dalam Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2012.

Dalam pelaksanaannya, petugas harus memiliki surat perintah tugas, menggunakan seragam dan atribut, serta melakukan pemeriksaan sesuai lokasi dan prosedur yang ditentukan.

Karena itu, ketentuan pemeriksaan kendaraan di jalan tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk melakukan razia kendaraan secara nasional dari rumah ke rumah.

2. BPKB bukan dokumen yang wajib dibawa saat berkendara

Ilustrasi tilang manual (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

Narasi dalam poster hoaks juga menyebut kendaraan yang hanya memiliki STNK tanpa BPKB akan menjadi sasaran penertiban.

Korlantas Polri menjelaskan bahwa BPKB bukan dokumen yang wajib dibawa pengendara saat mengoperasikan kendaraan di jalan.

Pasal 106 ayat (5) UU Nomor 22 Tahun 2009 mengatur dokumen yang wajib ditunjukkan saat pemeriksaan di jalan, yaitu STNK atau STCK, SIM, bukti lulus uji berkala bagi kendaraan wajib uji, dan/atau tanda bukti lain yang sah.

Dengan demikian, narasi “kendaraan STNK only tanpa BPKB resmi” dalam poster tersebut tidak tepat karena BPKB tidak termasuk dokumen yang wajib dibawa ketika kendaraan dioperasikan di jalan.

Korlantas juga meluruskan narasi mengenai kendaraan yang menunggak pajak. Berdasarkan Pasal 4 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah, Pajak Kendaraan Bermotor merupakan pajak yang dipungut oleh pemerintah provinsi.

Pasal 79 sampai dengan Pasal 84 PP Nomor 35 Tahun 2023 mengatur bahwa penagihan harus melalui mekanisme resmi, dimulai dari surat teguran, surat paksa, dan apabila tetap tidak dilunasi, barulah dapat dilanjutkan dengan tindakan oleh jurusita pajak berdasarkan surat perintah dan ketentuan daerah.

Adapun mekanisme penagihan pajak memiliki prosedur resmi. Kegiatan pendataan atau penyampaian imbauan oleh Bapenda di wilayah tertentu tidak dapat disamakan dengan razia atau penyitaan kendaraan secara mendadak oleh polisi bersama perusahaan pembiayaan.

3. Memasuki dan menggeledah rumah harus berdasarkan proses penyidikan

Ilustrasi tilang elektronik di Tabanan (Dok.IDNTimes/Istimewa)

Pasal 112 sampai dengan Pasal 114 UU Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP mengatur bahwa penggeledahan rumah hanya dapat dilakukan oleh penyidik untuk kepentingan penyidikan tindak pidana. Pada prinsipnya penyidik wajib memperoleh izin ketua pengadilan negeri, menunjukkan surat tugas dan surat izin penggeledahan, menghadirkan saksi serta membuat berita acara.

Penyitaan juga harus mengikuti Pasal 118 sampai dengan Pasal 122 UU tersebut. Karena itu, tunggakan pajak kendaraan tidak serta-merta menjadi dasar bagi petugas untuk menggeledah rumah secara pidana.

Korlantas Polri turut meluruskan informasi mengenai kendaraan yang masih menjadi objek pembiayaan atau jaminan fidusia.

Eksekusi kendaraan yang menjadi objek jaminan fidusia harus mengacu pada UU Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia dan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUU-XVII/2019.

Apabila tidak terdapat kesepakatan mengenai wanprestasi dan debitur tidak menyerahkan kendaraan secara sukarela, perusahaan pembiayaan harus menempuh mekanisme eksekusi melalui pengadilan. Kepolisian bukan pihak yang bertindak sebagai penagih utang perusahaan pembiayaan.

“Dengan demikian, narasi mengenai adanya “razia kendaraan dari rumah ke rumah pada akhir September 2026 oleh tim gabungan Polisi dan pihak finance” tidak memiliki dasar hukum dan bukan kebijakan resmi,” kata Korlantas Polri.

Karenanya, Korlantas Polri mengimbau masyarakat tidak menyebarluaskan informasi tersebut serta selalu melakukan verifikasi melalui kanal resmi Polri, Samsat, Bapenda dan perusahaan pembiayaan terkait.

Korlantas Polri juga mengingatkan masyarakat melakukan konfirmasi kepada instansi resmi sebelum menyerahkan dokumen asli ataupun uang.

“Apabila ada pihak yang datang dengan mengatasnamakan operasi tersebut, masyarakat berhak meminta identitas dan surat tugas serta melakukan konfirmasi kepada instansi resmi sebelum menyerahkan kendaraan, dokumen asli ataupun uang.Saring sebelum sharing. Pastikan informasi berasal dari sumber resmi dan dapat dipertanggungjawabkan,” lanjutnya.

Berdasarkan cek fakta tersebut, informasi soal pajak kendaraan bakal ditagih dari rumah ke rumah dipastikan tidak benar atau hoaks.

Yuk, pilih jawabanmu soal hoaks pajak kendaraan

Sudah tahu klaim pajak kendaraan ke rumah adalah hoaks?

See More
Sudah tahu
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Belum tahu

Curated For You

Editorial Team

Related Article