CEK FAKTA: Prajurit TNI AD di Papua Meninggal Usai Dianiaya Senior?

- TNI AD konfirmasi meninggalnya Pratu Farkhan saat bertugas
- TNI AD amankan terduga pelaku
- TNI AD jamin akan usut tuntas
Jakarta, IDN Times - Jejaring media sosial dihebohkan dengan kabar seorang prajurit TNI AD, Pratu Farkhan Sauqi Marpaung meninggal saat bertugas di perbatasan Papua diduga karena dianaya seniornya.
"Keluarga histeris sambut jenazah Pratu Farkhan Sauqi Marpaung yang meninggal diduga dianiaya oleh seniornya sesama prajurit TNI berpangkat Kopda saat bertugas di perbatasan Papua," tulis sebuah cuitan di akun media sosial X (Twitter).
Lantas benarkah kabar tersebut?
1. TNI AD konfirmasi meninggalnya Pratu Farkhan saat bertugas
Kepala Dinas Angkatan Darat (Kadispenad) TNI (Inf) Brigjen Donny Pramono mengonfirmasi bahwa Pratu Farkhan meninggal saat menjalankan tugas negara di wilayah perbatasan.
"TNI Angkatan Darat menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Pratu Farkhan Sauqi Marpaung. Almarhum adalah prajurit muda yang tengah menjalankan tugas negara di wilayah penugasan, dan peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi pimpinan TNI AD," kata dia dalam keterangannya dikutip Senin (5/1/2026).
2. TNI AD amankan terduga pelaku
Donny memastikan, TNI AD sudah mengambil langkah cepat dan tegas. Termasuk menindaklanjuti dugaan keterlibatan oknum prajurit senior.
TNI AD juga sudah mengamankan yang bersangkutan dan melakukan proses investigasi secara menyeluruh oleh unsur komando terkait.
"Saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan untuk memastikan fakta secara objektif dan transparan," ucapnya.
3. TNI AD jamin akan usut tuntas

TNI AD menegaskan, tidak menoleransi segala bentuk kekerasan di luar aturan. Terlebih kasus ini mengakibatkan hilangnya nyawa prajurit. Apabila dari hasil penyelidikan terbukti adanya pelanggaran hukum maupun disiplin militer, maka proses hukum akan ditegakkan secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku.
"Di sisi lain, perhatian juga diberikan kepada keluarga almarhum serta pembinaan terhadap prajurit di satuan, agar peristiwa serupa tidak terulang. Pimpinan TNI AD berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini secara profesional, adil, dan bertanggung jawab, demi menjaga keadilan bagi almarhum, keluarganya, serta kehormatan institusi TNI Angkatan Darat," imbuh dia.
Adapun, Pratu Farkhan dimakamkan di kampung halamannya, Asahan, Sumatra Utara, Sabtu (31/1/2026). Ia dimakamkan di Dusun V, Desa Hessa Air Genting, Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan.
Isak tangis keluarga pecah. Sauqi dimakamkan dengan upacara militer. Upacara dipimpin Komandan Brigif 25/Siwah, Kolonel Infanteri Dimar Bahtera, yang hadir mewakili institusi TNI Angkatan Darat.
Sauqi adalah anggota Yonif 113/Jaya Sakti, Aceh, yang tengah menjalani satuan tugas (satgas) di Papua. Peristiwa tragis ini disebut terjadi pada 31 Desember 2025.
Kolonel Inf Dimar Bahtera membenarkan adanya dugaan kekerasan yang dialami Pratu Syauqi sebelum meninggal dunia. Ia menegaskan, kasus ini tengah ditangani serius oleh TNI dan menjadi perhatian langsung pimpinan tertinggi.
“Adik kita ini meninggal karena sakit, namun memang ada dugaan kekerasan. Kejadiannya berada di daerah penugasan, sehingga proses pemeriksaan dilakukan sesuai mekanisme militer,” ujar Dimar kepada wartawan.
Dengan demikian, kabar meninggalnya Pratu Farkhan saat bertugas di Papua adalah berita benar. Namun belum diketahui pasti apakah Pratu Farkhan tewas akibat dianaya seniornya. TNI AD kini masih menginvestigasi kasus tersebut.


















