Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
CEK FAKTA: Puan Minta Pemerintah Genjot Pajak Rakyat Demi Bayar Utang
Ketua DPR RI Puan Maharani (kanan) dan Wakil Ketua DPR Saan Mustopa (kiri) dalam jumpa pers di Gedung DPR RI. (IDN Times/Amir Faisol)
  • Sebuah video viral di Facebook menarasikan seolah Puan Maharani meminta pemerintah menaikkan pajak rakyat untuk membayar utang luar negeri, dan ramai diperbincangkan warganet.
  • Hasil penelusuran IDN Times menunjukkan tidak ada pernyataan resmi dari Puan terkait hal tersebut, serta video yang beredar teridentifikasi sebagai hasil deepfake dengan tingkat kemiripan 96 persen.
  • Tim Cek Fakta IDN Times menegaskan narasi tersebut hoaks dan termasuk konten palsu, serta mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi menyesatkan di media sosial.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada video di Facebook yang bilang Bu Puan suruh pemerintah ambil pajak banyak dari rakyat buat bayar utang. Videonya rame banget dan banyak orang komen. Tapi setelah dicek, ternyata Bu Puan nggak pernah ngomong begitu. Videonya palsu dan dibuat pakai komputer pintar. Sekarang orang diminta jangan sebar video bohong itu lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sebuah unggahan video dalam media sosial Facebook menarasikan Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah untuk menggenjot pajak dari rakyat demi bisa membayar utang ke pihak asing.

Narasi tersebut diunggah oleh pengguna Facebook bernama Voice Note hingga menjadi perbincangan publik. Hingga Kamis (25/6/2026), video tersebut telah disukai 468 pengguna akun dan dikomentari hingga 499 warganet. Dalam video yang menampilkan gambar Puan sedang berkebaya berwarna terakota itu terdengar audio yang berbunyi sebagai berikut: "Kita harus genjot pajak dari rakyat untuk menekan utang kita kepada asing."

Selain itu, dalam unggahan video tersebut juga ditulis sebuah narasi yang juga menyinggung Presiden Prabowo Subianto dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"DPR genjot pajak dari rakyat, Prabowo genjot MBG," demikian narasi tersebut seperti dikutip IDN Times, Kamis (25/6/2026).

1. Pajak disebut program yang nyaris gak pernah gagal

Ketua DPP PDIP Puan Maharani jawab pujian Presiden Prabowo Subianto. (IDN Times/Amir Faisol).

Selain itu, pemilik akun tersebut juga menuliskan sebuah caption yang menjelaskan bahwa di tengah program pemerintah yang silih berganti, pemungutan pajak merupakan salah satu program yang nyaris tak pernah gagal berjalan. Ironisnya, disebutkan dalam caption video tersebut, rakyat dituntut patuh dan tepat waktu, sementara mereka berharap pelayanan publik, pemberantasan korupsi serta anggaran negara dijalankan dengan tingkat keseriusan yang sama.

"Janji pembangunan bisa tertunda, target swasembada bisa meleset, proyek bisa manakrak, dan berbagai program bisa dievaluasi berkali-kali. Namun ketika waktunya rakyat membayar pajak, negara selalu hadir dengan sistem yang tertib dan aturan yang 139 jelas," tulisnya.

Benarkah Puan meminta pemerintah untuk menggenjot pajak dari rakyat untuk membayar utang? Berikut faktanya!

2. Begini hasil penelusuran tim Cek Fakta IDN Times

Ketua DPR RI Puan Maharani (tengah) soroti judi online yang melibatkan 320 WNA di Jakarta Barat. (IDN Times/Amir Faisol).

Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta IDN Times, tidak ditemukan pernyataan resmi Ketua DPR RI Puan Maharani yang meminta pemerintah harus menggenjot pungutan pajak dari rakyat untuk menutupi utang Indonesia kepada pihak asing.

Adapun, hasil penelusuran video tersebut identik dengan dengan siaran YouTube berjudul Pidato Lengkap Ketua DPR Puan Maharani Buka Rapat Paripurna. Dalam video tersebut, Puan berpidato saat membuka Rapat Paripurna DPR RI pada Masa Sidang I Tahun Sidang 2022–2023 di Gedung DPR RI, Jakarta, pada 16 Agustus 2022 silam.

Di sisi lain, hasil identifikasi IDN Times, melalui situs deepware diketahui video tersebut merupakan hasil generated AI atau sekitar 96 persen dapat dipastikan hasil deepfake.

3. Puan minta pemerintah genjot pajak rakyat hoaks

Ketua DPR RI Puan Maharani (tengah) ingatkan mitigasi pelaksanaan haji 2026 di tengah konflik Timur Tengah. (IDN Times/Amir Faisol).

Oleb sebab itu, berdasarkan penelusuran Cek Fakta IDN Times, narasi tentang Puan Maharani meminta pemerintah menggenjot pajak rakyat untuk membayar utang ke pihak asing tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Di samping itu, hasil penelusuran menunjukkan, video tersebut termasuk kategori konten palsu (fabricated content) alias hoaks. IDN Times mengajak semua pihak untuk tidak menyebar konten-konten hoaks.

Editorial Team

Related Article