Cerita Rohman, Kehilangan Rumah dan Uang Karena Banjir

Malang, IDN Times - Banjir bandang yang terjadi di Kota Batu dan Malang, Kamis (4/11/2021) masih menyisakan kesedihan bagi masyarakat. Salah satunya seperti dialami Rohman (62) warga RT 07 RW 06, Kelurahan Klojen, Kota Malang. Ia harus kehilangan rumah sekaligus uang tabungannya sebesar Rp3 juta karena tersapu air saat banjir melanda.
1. Air datang sangat cepat

Rohman menuturkan bahwa air datang begitu cepat. Saat itu, dirinya sedang tertidur usai lelah menarik becak. Sekitar pukul 17.00 WIB, tiba-tiba air di Sungai Brantas tepat disebelah rumahnya meninggi dan suara gemuruh air kemudian mengejutkan dia. "Saya langsung bangun dan lari keluar rumah menyelamatkan diri. Saya hanya pakai sarung sama kaos saja," urainya Selasa (9/11/2021).
2. Uangnya juga ikut hanyut

Karena panik, Rohman tak menyelamatkan apapun yang ada di rumahnya. Termasuk juga uang tabungannya sebesar Rp3 juta. Uang tersebut merupakan hasilnya menarik becak serta diberi orang selama ini. Ia menyimpannya untuk kebutuhan berobat sesak nafas yang ia derita. Tetapi karena banjir Kamis lalu, uang tersebut hilang tak bersisa.
"Saya memang menabung karena tidak ingin merepotkan anak-anak. Jadi setiap hari hasil narik becak dan ada diberi orang saya sisihkan untuk ditabung. Tetapi sekarang semunya hanyut terbawa air. Termasuk juga alat dapur, kasur, kompor, tape, radio, pakaian," tambahnya.
3. Tinggal sendirian

Sehari-hari, ayah tiga anak tersebut memang tinggal sendirian dirumah berukuran 3x7 meter. Tetapi karena rumahnya juga hanyut terbawa banjir, saat ini Rohman untuk sementara waktu tinggal di rumah tetangganya. Sambil terus berupaya mengubungi tiga anaknya yang saat ini berada di luar kota Malang. "Saya tinggal sendirian di sini sendirian. Anak-anak di luar kota semua, dan istri sudah tidak ada," sambungnya.
4. 74 jiwa di kelurahan Klojen terdampak

Terpisah, Ketua RT 7 RW 6 Kelurahan Klojen, Yuli Asminarsih mengakui bahwa dirinya juga menjadi salah satu warga yang terdampak banjir. Uang hasil pendapatannya berjualan sebesar Rp 2 juta juga hanyut terbawa air. Selain dirinya dan Rohman, di RT 7 RW 6 ada 74 jiwa yang terdampak banjir. Dari total tersebut tiga rumah warganya rusak tersapu banjir bandang.
"Kalau di tempat saya perabotan seperti lemari kecil, kulkas, meja belajar, sepatu, seragam juga ikut hanyut. Untuk sementara anak saya belum sekolah dulu," tutupnya.


















