Petugas dari Puskesmas Wungu lakukan fogging di dua lokasi terdampak, yakni Desa Karangrejo dan Kelurahan Munggut, Kecamatan Wungu. IDN Times/ Riyanto
Dalam prediksi tersebut, hingga kini belum ada wilayah DKI Jakarta yang masuk kategori Awas dengan AI lebih dari 10. Kendati demikian, status kategori aman dan waspada bukan berarti masyarakat dapat lengah terhadap pemberantasan sarang nyamuk.
Masyarakat diimbau menerapkan Penyelidikan Epidemiologi (PE) yakni kegiatan pelacakan kasus, kontak, dan lingkungan di sekitar penderita DBD untuk menemukan sumber penularan serta wilayah yang berisiko.
BMKG juga mencanangkan penyuluhan dengan memberikan edukasi kepada masyarakat, mengenai cara pencegahan DBD, pengenalan gejala, serta pentingnya memberantas sarang nyamuk di rumah dan lingkungan sekitar.
Lebih lanjut, upaya pencegahan lainnya dapat dengan peningkatan frekuensi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN): Pelaksanaan pemeriksaan dan pemberantasan tempat perkembangbiakan nyamuk secara lebih sering, terutama pada penampungan air di rumah dan lingkungan sekitar.
BMKG juga menganjurkan masyarakat melakukan larvasidasi Selektif yakni pemberian bubuk pembasmi jentik pada penampungan air yang sulit dikuras atau dibersihkan secara rutin untuk membunuh jentik nyamuk Aedes.
Selain itu, masyarakat dapat melakukan Fogging Fokus dengan pengasapan insektisida yang dilakukan secara terarah di wilayah sekitar kasus DBD untuk menurunkan populasi nyamuk dewasa dan memutus rantai penularan.