Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dampak Siklon Tropis Noul l, Gelombang 4 Meter Potensi Terjadi 25-28 Juli
Ilustrasi ombak besar di pesisir Pantai Loang Baloq, Kota Mataram. (IDN Times/Muhammad Nasir)
  • BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berlaku pada 25–28 Juli 2026, dipengaruhi oleh Siklon Tropis Noul dan pola angin di wilayah Indonesia.

  • Gelombang hingga 4 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan, dengan ketinggian 1,25–2,5 meter di sembilan wilayah dan 2,5–4 meter di enam wilayah, terutama di Samudra Hindia.

  • BMKG mengimbau nelayan, pelaku pelayaran, dan masyarakat pesisir untuk waspada karena gelombang tinggi dapat membahayakan keselamatan pelayaran, terutama bagi perahu nelayan, kapal tongkang, kapal ferry, hingga kapal kargo dan kapal pesiar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan Indonesia pada 25–28 Juli 2026. 

Kondisi ini dipengaruhi keberadaan Siklon Tropis Noul l (18.0° LU, 123.5º BT) serta pola angin di wilayah Indonesia bagian utara, yang umumnya bergerak dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 8–30 knot, serta di wilayah selatan yang bergerak dari timur hingga tenggara dengan kecepatan 8–25 knot. 

Berikut sejumlah wilayah perairan yang berpotensi terdampak.

1. Gelombang 1,25–2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan

Ilustrasi gelombang tinggi. (IDN Times/Muhammad Nasir)

BMKG memprediksi gelombang dengan ketinggian 1,25–2,5 meter berpeluang terjadi di sejumlah wilayah perairan Indonesia selama 25–28 Juli 2026. Adapun wilayah yang berpotensi mengalami gelombang setinggi 1,25–2,5 meter meliputi: 

  • Samudra Hindia barat Aceh

  • Samudra Hindia barat Kepulauan Nias

  • Samudra Hindia selatan Jawa Timur

  • Samudra Hindia selatan Bali

  • Samudra Hindia selatan NTB

  • Laut Arafuru bagian barat

  • Laut Arafuru bagian tengah

  • Laut Arafuru bagian timur

  • Laut Banda.

2. Wilayah yang berpotensi mengalami gelombang hingga 4 meter

Ilustrasi gelombang tinggi. (IDN Times/Istimewa)

Selain itu, BMKG juga memperingatkan adanya potensi gelombang yang lebih tinggi, yakni berkisar 2,5–4 meter, di beberapa wilayah perairan.  Kecepatan angin tertinggi terpantau berada di Samudra Hindia barat Lampung hingga selatan Nusa Tenggara Timur (NTT), sehingga berkontribusi terhadap peningkatan tinggi gelombang. 

Wilayah yang diperkirakan mengalami gelombang setinggi 2,5–4 meter, yaitu. 

  • Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai

  • Samudra Hindia barat Bengkulu

  • Samudra Hindia barat Lampung

  • Samudra Hindia selatan Banten

  • Samudra Hindia selatan Jawa Barat

  • Samudra Hindia selatan Jawa Tengah.

3. BMKG ingatkan masyarakat waspadai gelombang tinggi

Ilustrasi gelombang ekstrim (pixabay.com/Myriams-Fotos)

BMKG mengingatkan potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah tersebut dapat meningkatkan risiko terhadap keselamatan pelayaran. Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama para nelayan yang beraktivitas dengan transportasi sebagai berikut.

  • Perahu Nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m)

  • Kapal Tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m)

  • Kapal Ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m)

  • Kapal berukuran besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m).

Selain itu, masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir juga diminta tetap waspada terhadap potensi dampak gelombang tinggi. 



Curated For You

Editorial Team

Related Article