- Soeprijadi menjabat pada 19 Agustus–20 Oktober 1945. Ia lahir di Blitar, 13 April 1923. Pernah menjadi Komandan Shodancho PETA di Blitar dan diangkat sebagai Menteri Keamanan Rakyat pertama.
- Imam Mohammad Suliyoadikusumo menjabat pada 20 Oktober–14 November 1945. Ia lahir di Tambun, 20 Mei 1898. Pernah menjadi praktisi hukum, pejabat kejaksaan, dan Menteri Keamanan Rakyat ad-interim.
- Amir Sjarifuddin menjabat pada November 1945 – November 1948, dalam beberapa kabinet. Ia lahir di Medan, 27 April 1907. Pernah menjadi Menteri Penerangan, Perdana Menteri Indonesia, dan Menteri Pertahanan. Mohammad Hatta menjabat pada 29 Januari–15 Juli 1948. Ia lahir di Bukittinggi, 12 Agustus 1902. Pernah menjadi Proklamator Kemerdekaan, Wakil Presiden Indonesia pertama, dan Perdana Menteri.
- Sri Sultan Hamengku Buwono IX menjabat pada 15 Juli 1949–6 September 1950; kemudian dikembalikan ke dalam beberapa kabinet. Ia lahir di Yogyakarta, 12 April 1912. Pernah menjadi Sultan Yogyakarta, Menteri Pertahanan, dan Wakil Presiden Indonesia ke-2 RI.
- Sutan Mohammad Rasjid menjabat pada 19 Desember 1948–13 Juli 1949. Ia lahir di Pariaman, 19 November 1911. Pernah menjadi Gubernur Militer Sumatera Barat dan Menteri Pertahanan/Keamanan dalam PDRI.
- Abdoel Halim menjabat pada Tahun 1950. Ia lahir di Bukittinggi, 27 Desember 1911. Pernah menjadi dokter, Perdana Menteri Republik Indonesia (Negara Bagian RI), dan Menteri Pertahanan ad-interim.
Deretan 32 Menteri Pertahanan Indonesia dari Masa ke Masa

Kementerian Pertahanan berawal dari Kementerian Keamanan Rakyat pada 1945; kabinet pertama belum memiliki Menteri Pertahanan, dengan Soeprijadi sebagai Menteri Keamanan Rakyat pertama.
Kepemimpinan pertahanan Indonesia berganti lintas era, dari revolusi, demokrasi liberal, demokrasi terpimpin, Orde Baru, hingga reformasi, melibatkan tokoh sipil, militer, perdana menteri, dan presiden.
Sjafrie Sjamsoeddin menjabat Menteri Pertahanan sejak 21 Oktober 2024, setelah Prabowo Subianto mengakhiri masa jabatan pada 20 Oktober 2024.
Jakarta, IDN Times - Sejarah panjang Kementerian Pertahanan Republik Indonesia mencatat deretan tokoh penting yang dipercaya memimpin benteng pertahanan negara dari masa ke masa. Bila menilik masa awal kemerdekaan pada 1945 hingga era pemerintahan saat ini, dinamika dan kepemimpinan di sektor pertahanan terus bertransformasi menjawab tantangan zaman.
Menurut catatan di laman kemhan.go.id, setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, roda pemerintahan segera bergerak, antara lain dengan pemindahan kekuasaan yang diselenggarakan dalam tempo sesingkat-singkatnya.
Oleh sebab itu, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), segera menyusun kabinet pertama yaitu Presidensial yang hasilnya diumumkan pada 19 Agustus 1945. Kabinet ini memiliki 15 kementerian dan 5 kementerian negara, namun salah satu jabatan menteri negara lalu ditiadakan, karena menteri yang bersangkutan yaitu AA Maramis diangkat menjadi Menteri Keuangan.
Kementerian saat itu merupakan lembaga pemerintah yang memimpin bidang atau departemen teknis tertentu secara spesifik untuk menjalankan fungsi pemerintahan sehari-hari, seperti Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, atau Kementerian Kesehatan.
Sedangkan, kementerian negara adalah pembantu presiden yang memimpin atau ditugaskan untuk urusan khusus, koordinasi, atau sebagai menteri tanpa memimpin departemen teknis tertentu pada masa awal pembentukannya.
Kabinet pertama tersebut belum memiliki Menteri Pertahanan, dan fungsi Kementerian Pertahanan Negara ada di dalam Kementerian Keamanan Rakyat.
Pada masa itu dipimpin Menteri Keamanan Rakyat, yakni mantan Sodancho Suprijadi. Sebagaimana diketahui, Suprijadi tidak pernah menduduki posisi sebagai Menhan, dan selanjutnya posisi Menhan digantikan Sulyadikusumo sebagai Menteri ad interim pada 20 Oktober 1945. Berikut daftar menteri pertahanan dari masa ke masa.
1. Menteri Pertahanan era Revolusi dan Perjuangan Kemerdekaan (1945–1950)

Amir Sjarifuddin [kiri] dan Sutan Sjahrir [kanan] (historia.id) Pada era revolusi dan perjuangan kemerdekaan, Menteri Pertahanan yang menjabat terdapat enam orang, yakni sebagai berikut:
2. Menteri Pertahanan era Demokrasi Liberal (1950–1959)

ilustrasi Mohammad Natsir dalam sebuah kampanye Masyumi, jelang Pemilu 1955 (LIFE/Howard Sochurek) Berikut daftar Menteri Pertahanan era demokrasi liberal:
- Mohammad Natsir menjabat pada Tahun 1950–1951. Ia lahir di Alahan Panjang, 17 Juli 1908. Pernah menjadi tokoh Partai Masyumi, Perdana Menteri Indonesia, dan pemegang portofolio pertahanan.
- Sukiman Wirjosandjojo menjabat pada Tahun 1951–1952. Ia lahir di Surakarta, 19 Juni 1898. Pernah menjadi dokter, pimpinan Partai Masyumi, dan Perdana Menteri Indonesia.
- Sri Sultan Hamengku Buwono IX menjabat pada Tahun 1952. Ia lahir di Yogyakarta, 12 April 1912. Pernah menjadi Sultan Yogyakarta, Menteri Pertahanan, dan Wakil Presiden Indonesia ke-2.
- 11. Wilopo menjabat pada Tahun 1952–1953. Ia lahir di Purworejo, 21 Oktober 1909. Pernah menjadi tokoh PNI, Perdana Menteri Indonesia, dan Ketua Dewan Pertimbangan Agung.
- Iwa Kusumasumantri menjabat pada Tahun 1953–1955. Ia lahir di Ciamis, 31 Mei 1899. Pernah menjadi ahli hukum, Menteri Sosial pertama RI, Menteri Pertahanan, dan Rektor Universitas Padjadjaran pertama.
- Zainul Arifin menjabat pada Tahun 1955. Ia lahir di Barus, 2 September 1909. Pernah menjadi Panglima Laskar Hizbullah, Wakil Perdana Menteri, Menteri Pertahanan ad-interim, dan Ketua DPR-GR.
- Burhanuddin Harahap menjabat pada Tahun 1955–1956. Ia lahir di Medan, 12 Februari 1917. Pernah menjadi politisi Masyumi, Perdana Menteri Indonesia, dan Menteri Pertahanan.
- Ali Sastroamidjojo menjabat pada Tahun 1956–1957. Ia lahir di Grabag, 21 Mei 1903. Pernah menjadi diplomat senior, Perdana Menteri Indonesia, Menteri Pertahanan, dan Perwakilan Permanen RI di PBB.
- Djuanda Kartawidjaja menjabat pada Tahun 1957–1959. Ia lahir di Tasikmalaya, 14 Januari 1911. Pernah menjadi teknokrat, Perdana Menteri Indonesia pencetus Deklarasi Djuanda, dan Menteri Pertahanan.
3. Menteri Pertahanan era Demokrasi Terpimpin (1959–1966)

(Abdul Haris Nasution/Wikipedia.org) Pada era ini, Menteri Pertahanan yang menjabat hanya dua sosok, antara lain:
- Abdul Haris Nasution (A.H. Nasution) menjabat pada 1959–1966. Ia lahir di Kotanopan, 3 Desember 1918. Pernah menjadi Jenderal Besar TNI, Kepala Staf Angkatan Darat, Menko Hankam/Menteri Pertahanan, dan Ketua MPRS.
- M. Sarbini menjabat pada Februari–Maret 1966. Ia lahir di Kebumen, 10 Juni 1914. Pernah menjadi Komandan Resimen Pertempuran Ambarawa, Panglima Kodam VII/Diponegoro, dan Menko Hankam.
4. Menteri Pertahanan era Orde Baru (1966–1998)

Jenderal TNI (Purn) Soeharto dilantik menjadi Presiden RI periode 1988-1993 dalam Rapat Paripurna ke-11 Majelis Permusyawaratan rakyat (MPR) di gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta, Jumat (11/3/1988). (ANTARA FOTO/N04/pras) Pada era ini, ada enam orang yang menjabat sebagai Menteri Pertahanan, antara lain:
- Soeharto menjabat pada 1966–1973. Ia lahir di Kemusuk, 8 Juni 1921. Pernah menjadi Jenderal Besar TNI, Panglima Kostrad, Menteri Utama Bidang Hankam, dan Presiden Republik Indonesia ke-2.
- Maraden Panggabean menjabat pada 1973–1978. Ia lahir di Tarutung, 29 Juni 1922. Pernah menjadi Jenderal TNI, Kepala Staf Angkatan Darat, Panglima ABRI, dan Ketua Dewan Pertimbangan Agung.
- M. Jusuf menjabat pada 1978–1983. Ia lahir di Kajuara, 23 Juni 1928. Pernah menjadi Jenderal TNI, Menteri Perindustrian, Panglima ABRI, dan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan.
- Poniman menjabat pada 1983–1988. Ia lahir di Surakarta, 18 Juli 1926. Pernah menjadi Jenderal TNI, Panglima Kodam III/Siliwangi, Kepala Staf Angkatan Darat, dan Menteri Pertahanan Keamanan.
- Leonardus Benjamin Moerdani menjabat pada 1988–1993. Ia lahir di Cepu, 2 Oktober 1932. Pernah menjadi Jenderal TNI, perwira intelijen, Panglima ABRI, dan Menteri Pertahanan Keamanan.
- Edi Sudrajat menjabat pada 1993–1998. Ia lahir di Bandung, 22 April 1938. Pernah menjadi Jenderal TNI, Kepala Staf Angkatan Darat, Panglima ABRI, dan Menteri Pertahanan Keamanan.
5. Menteri Pertahanan era Reformasi dan Pasca-reformasi (1998–Sekarang)

Menteri Pertahanan (Menhan), Sjafrie Sjamsoeddin dalam Rapat Koordinasi Pimpinan BPKP di Kantor Pusat BPKP, Jakarta, Senin (14/9/2026)(dok. Humas BPKP) Sementara, pada era sekarang ini atau setelah reformasi, Menteri Pertahanan yang menjabat sebagai berikut:
- Wiranto menjabat pada 1998–1999. Ia lahir di Yogyakarta, 4 April 1947. Pernah menjadi Jenderal TNI, Panglima ABRI/TNI, Menko Polhukam, dan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden.
- Juwono Sudarsono menjabat pada 1999–2000; 2004–2009. Ia lahir di Ciamis, 5 Maret 1942. Pernah menjadi Guru Besar Hubungan Internasional UI, Menko Kesra, Menteri Pertahanan dari kalangan sipil, dan Duta Besar RI.
- Mahfud MD menjabat pada 2000–2001. Ia lahir di Sampang, 13 Mei 1957. Pernah menjadi Guru Besar Hukum Tata Negara, Anggota DPR RI, Ketua Mahkamah Konstitusi, dan Menko Polhukam.
- Matori Abdul Djalil menjabat pada 2001–2004. Ia lahir di Salatiga, 11 Juli 1942. Pernah menjadi politisi senior, Ketua Umum PKB, Wakil Ketua MPR RI, dan Menteri Pertahanan.
- Purnomo Yusgiantoro menjabat pada 2009–2014. Ia lahir di Semarang, 16 Juni 1951. Pernah menjadi akademisi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Presiden OPEC, dan Menteri Pertahanan.
- Ryamizard Ryacudu menjabat pada 2014–2019. Ia lahir di Palembang, 21 April 1950. Pernah menjadi Jenderal TNI, Panglima Kostrad, Kepala Staf Angkatan Darat, dan Menteri Pertahanan.
- Prabowo Subianto menjabat pada 23 Oktober 2019–20 Oktober 2024. Ia lahir di Jakarta, 17 Oktober 1951. Pernah menjadi Jenderal TNI (Hormat), Danjen Kopassus, Panglima Kostrad, Menteri Pertahanan, dan Presiden Republik Indonesia ke-8.
- Sjafrie Sjamsoeddin menjabat pada 21 Oktober 2024–sekarang. Ia lahir di Makassar, 30 Oktober 1952. Pernah menjadi Letnan Jenderal TNI, Pangdam Jaya, Sekjen Kementerian Pertahanan, dan Wakil Menteri Pertahanan.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






















