Jakarta, IDN Times - Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) mengungkapkan pihaknya mendapatkan 14 aduan dugaan pelanggaran etik terkait pelaksana tugas dan wewenang KPK. Aduan itu diterima sepanjang semester I tahun 2026.
“Sampai dengan per tanggal 31 Juli 2026, Dewan Pengawas KPK menerima 14 pengaduan etik dan 1 pengaduan etik yang merupakan pengaduan yang diterima tahun 2025,” ujar Anggota Dewas KPK Sumpeno dalam Konferensi Pers Capaian Kinerja Semester I tahun 2026, di Gedung ACLC KPK, Jakarta, Senin (3/8/2026).
Dari jumlah tersebut, sebanyak delapan aduan masuk di tahap analisis, lima aduan sudah masuk ke tahap klarifikasi, dan ada dua aduan yang naik ke tahap sidang etik.
“Tahap tiga yaitu tahap sidang etik, sudah terdapat dua sidang etik, yang satu diantaranya merupakan pengaduan pada tahun 2025,” ujarnya.
Sumpeno mengatakan, dalam dua sidang etik tersebut, Dewas KPK menjatuhkan hukuman sanksi berat berupa kewajiban menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dan langsung di hadapan pimpinan KPK atau Pejabat Pembina Kepegawian. Permintaan maaf itu direkam dan diunggah pada jejaring internal komisi atau portal yang dapat diekses seluruh insan komisi selama 40 hari kerja.
Kemudian satu sidang etik dengan menjatuhkan hukuman sanksi sedang berupa kewajiban menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dan tidak langsung dan secara tertulis yang dibacakan di hadapan pimpinan KPK atau Pejabat Pembina Kepegawaian.
“Dan pernyataan tersebut, permintaan maaf tersebut, diumumkan dalam jejaring internal komisi atau portal selama 30 hari kerja,” ujarnya.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Dewas KPK Terima 14 Aduan Pelanggaran Etik dalam 6 Bulan, 2 Disidang

Anggota Dewas KPK Benny Mamoto, Ketua Dewas KPK Gusrizal, Anggota Dewas KPK Sumpeno (IDN Times/Aryodamar)
Curated For You
- Anggota Polri Jadi Tersangka Korupsi, Dewas KPK: Kita Perlu Hati-Hati03 Aug 2026, 13:53 WIB
- KPK Lakukan 762 Penyadapan Sepanjang Semester I 2026 03 Aug 2026, 13:01 WIB
- Staf KPK yang Jadi Tersangka Korupsi Bakal Diperiksa Dewas03 Aug 2026, 12:22 WIB
Editorial Team
EditorDheri Agriesta
Related Article
Usai Kantor BPN Bogor Kena OTT, Nusron Wahid Janji Bersikap Kooperatif18 Sep 2026, 14:47 WIB
Buntut Ketegangan, AS Batasi Visa bagi Warga Afrika Selatan18 Sep 2026, 14:46 WIB
CEK FAKTA: Stok Darah PMI DKI Jakarta Kosong Sampai Kritis18 Sep 2026, 14:41 WIB
Gakkum Kementerian ESDM Usut Kasus Tambang Maut di Lantung Sumbawa18 Sep 2026, 14:32 WIB
Nusron Wahid Akhirnya Muncul Sehari Usai Kementerian ATR Digeledah KPK18 Sep 2026, 14:31 WIB
Soroti Jawaban JPU, Kuasa Hukum Arinal Pertanyakan Konstruksi Dakwaan18 Sep 2026, 14:28 WIB
Kejagung Temukan Indikasi Perusahaan Riza Chalid di Kasus KSO PT Migas18 Sep 2026, 14:26 WIB
Pertamina Percepat Produksi Migas, Dukung Kemandirian Energi Nasional18 Sep 2026, 14:25 WIB
Respons PT Pertamina EP soal Penggeledahan Terkait Kasus Perseroda Bekasi18 Sep 2026, 14:21 WIB
Sampah Organik dari 14 Pasar Kini Jadi Pakan Sapi di TPA Tamangapa18 Sep 2026, 14:10 WIB
Febrie Dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum, Kuasa Hukum: Akan Uji Setiap Bukti18 Sep 2026, 14:10 WIB
Tiba di Jakarta, Kapal Induk Garibaldi Akan Ganti Nama Jadi KRI Sriwijaya18 Sep 2026, 14:02 WIB
KPK Dorong Pengendalian Gratifikasi di Kampus Berjalan dalam Keseharian18 Sep 2026, 13:48 WIB
Polda Metro Geledah 9 Lokasi Terkait Korupsi Proyek Alat18 Sep 2026, 13:46 WIB
Hungaria Ajukan RUU Pencabutan Aturan Anti-LGBTQ Era Orban18 Sep 2026, 13:46 WIB
KM Virgo Sudah Tenggelam 29 Meter, Begini Persiapan Operasi Salvage18 Sep 2026, 13:35 WIB
Harga Pangan dan Cabai di Bali 18 September 2026 Berdasarkan Sigapura18 Sep 2026, 13:29 WIB
Hari Baik Hindu Bali 18 September 2026, Saatnya Gotong Royong18 Sep 2026, 13:13 WIB
Sekda Jateng Usul RUU Kabupaten dan Kota Perhatikan Kekhasan Daerah18 Sep 2026, 13:05 WIB
Harga Emas Palembang Naik: Batangan Rp25 Ribu, Perhiasan Rp100 Ribu Sesuku18 Sep 2026, 13:04 WIB