Jakarta, IDN Times - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menunda putusan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) terkait pemecatan sementara Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat, dr Terawan Agus Putranto dari keanggotaan IDI.
Ketua Umum Pengurus Besar IDI Prof Dr Ilham Oetama Marsis mengatakan, pihaknya menunda putusan MKEK tersebut hingga ada hasil penilaian dari Tim Health Technology Assessment (HTA) Kementerian Kesehatan.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Disebut Takut kepada TNI soal Pemecatan Terawan, Ini Tanggapan IDI

IDN Times/Indiana Malia
1. Berupaya memberikan keputusan secara adil
Default Image IDN
"Kami memulai ini dengan sebaik-baiknya sehingga dapat memberikan keputusan seadil-adilnya. Kalau seandainya yang dilakukan dr Terawan sudah mengikuti standar yang berlaku, tentu saja beliau gak salah. Itu yang mau kami buktikan, makanya kami menunda (pemecatan)," ujar Marsis di Kantor IDI Jakarta, Senin (9/4).
2. IDI tidak takut dengan TNI Angkatan Darat
Default Image IDN
3. Permasalahan Dokter Terawan adalah masalah internal
Default Image IDN
Marsis juga menegaskan, masalah yang membelit dr Terawan merupakan ranah internal, bukan antarinstitusi.
"Bukan antara IDI dengan institusi lain. Masalah ini diselesaikan secara internal antara PB IDI dengan anggotanya, yakni dr Terawan, bukan berhadapan dengan Mayjend," kata Marsis.
Curated For You
- Penegakan Hukum Keracunan MBG Dipertanyakan, 11 Tokoh Bersuara21 Sep 2026, 07:00 WIB
- IDI Tunda Sanksi Dokter Terawan, Apa Sebabnya?09 Apr 2018, 11:40 WIB
- [INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial 09 Sep 2026, 13:52 WIB
- Teori Terawan: Antara Apresiasi dan Kontroversi06 Apr 2018, 15:45 WIB
- IDI Tunda Sanksi Dokter Terawan, Apa Sebabnya?09 Apr 2018, 11:40 WIB
- Teori Terawan: Antara Apresiasi dan Kontroversi06 Apr 2018, 15:45 WIB
Editorial Team
EditorIndiana Malia
Related Article
Utang Publik Prancis Diproyeksi Cetak Rekor Tertinggi pada 202625 Sep 2026, 03:10 WIB
[CEK FAKTA] Viral Pamflet Ajakan Pawai LGBT di Makassar25 Sep 2026, 02:46 WIB
Penembakan di Sekolah Turki Lukai 11 Siswa, Pelaku Ditangkap25 Sep 2026, 02:40 WIB
Brankas Rp75 Juta Masjid Al Markaz Dicuri, Pelaku Pakai Beli Sabu-Judol25 Sep 2026, 02:36 WIB
Terbaru! 6 Korban KM Virgo Teridentifikasi, Total 20 Jenazah Dikenali25 Sep 2026, 01:00 WIB
Sidang Yaqut, Eks Dirjen PHU Ungkap Pembagian Kuota Haji Arahan Jokowi25 Sep 2026, 00:22 WIB
El Nino 2026 Diproyeksikan Picu 451 Ribu Kematian akibat Suhu Panas24 Sep 2026, 23:57 WIB
Bunuh Diri Jadi Penyebab Kematian Utama Warga Korsel hingga Usia 40-an24 Sep 2026, 23:37 WIB
De Jure: Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong Harus Diusut Dugaan Pidana Korupsi24 Sep 2026, 23:27 WIB
Jumlah Lansia AS Diproyeksi Salip Anak-anak pada 2029, Ini Dampaknya24 Sep 2026, 23:18 WIB
Jaksa Agung ST Burhanuddin Rotasi 16 Pejabat, 8 Kajari Diganti24 Sep 2026, 22:53 WIB
40 Tahun Deklarasi Hak Pembangunan, Indonesia Dorong Aksi Nyata24 Sep 2026, 22:50 WIB
Melihat Isi Diskusi Mitigasi Karhutla Prabowo dengan Pakar24 Sep 2026, 22:50 WIB
DPRD Kota Bandung Gelar Paripurna HJKB ke-216, Pengamanan Disiapkan24 Sep 2026, 22:41 WIB
Bicara Climate Security, Menlu: Ketahanan Nasional Jadi Kunci24 Sep 2026, 22:22 WIB
Diduga Hanyut, Pria 53 Tahun Ditemukan Tewas di Sungai Sei Lepan24 Sep 2026, 22:16 WIB
Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia di RSCM Jakarta24 Sep 2026, 22:08 WIB
Diendorse Jokowi, PSI Siap Berapapun Ambang Batas Parlemen24 Sep 2026, 22:08 WIB
Anggota DPRD Sumut Dhody Thahir Jadi Tersangka Pemalsuan Surat Tanah24 Sep 2026, 22:07 WIB
Yaqut Disebut Bagi Kuota Haji 50:50 Atas Arahan Jokowi24 Sep 2026, 21:52 WIB