Jakarta, IDN Times - Indonesia Femicide Watch (IFW) menilai pembunuhan perempuan berinisial DH (30) dan anaknya yang berusia 4 tahun di Madiun bukan sekadar konflik personal, melainkan bentuk ekstrem kekerasan berbasis gender. Relasi kuasa yang timpang dan budaya patriarki dinilai menjadi bagian dari persoalan yang kerap luput ketika pembunuhan terhadap perempuan hanya dijelaskan sebagai konflik rumah tangga.
“Pembunuhan ini kembali menegaskan posisi perempuan yang seperti menunggu antrean kematian, khususnya dalam relasi personal," kata Siti Aminah Tardi, anggota IFW sekaligus Direktur Eksekutif Indonesian Legal Resource Center (ILRC) dalan keterangan resmi, Jumat (30/10/2026).
