413 Juta Pelanggan Naik Transjakarta Sepanjang 2025

- Penurunan accident rate secara berkelanjutan sebesar 40 persen
- Pulihkan halte yang terdampak saat kerusuhan
- Aplikasi digunakan 2,1 juta pengguna
Jakarta, IDN Times – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menutup tahun 2025 dengan capaian rekor melayani 413 juta pelanggan. Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dalam tiga tahun terakhir, dengan rata-rata 1,4 juta perjalanan per hari, sekaligus mempertegas peran Transjakarta sebagai tulang punggung mobilitas warga Jabodetabek.
Di tengah tekanan inflasi dan kenaikan upah minimum, Transjakarta juga mencatat efisiensi operasional yang signifikan. Subsidi per pelanggan tetap dijaga konstan dibandingkan tahun sebelumnya, bahkan turun 14 persen jika dibandingkan dengan 2022.
Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, mengatakan capaian tersebut tidak lepas dari dukungan penuh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai pemegang saham mayoritas serta hasil transformasi fundamental yang dilakukan perusahaan.
“Kami tidak hanya mengejar ekspansi kuantitas saja, tetapi juga kualitas. Melalui digitalisasi dan penguatan tata kelola, kami membuktikan bahwa layanan publik yang masif tetap bisa dikelola secara efisien dan bertanggung jawab,” ujar Welfizon dalam keterangan tertulis, Jumat (6/2/2026).
1. Penurunan accident rate secara berkelanjutan sebesar 40 persen

Dari sisi keselamatan, Transjakarta mencatat penurunan accident rate secara berkelanjutan sebesar 40 persen dalam tiga tahun terakhir. Indikator keselamatan tersebut terus membaik dan mencapai titik terendah pada 2025 dengan skor 0,33.
Sejalan dengan kebutuhan zaman, Transjakarta juga mengandalkan dua pilar utama pengembangan layanan, yakni transformasi digital dan penerapan transportasi ramah lingkungan.
Aplikasi seluler TJ: Transjakarta kini digunakan oleh 2,1 juta pengguna dengan fitur pelacakan real-time serta sistem tiket digital yang inklusif. Sementara itu, untuk mendukung target emisi nol bersih, Transjakarta telah mengoperasikan 470 unit bus listrik tipe high deck dan low deck.
2. Pulihkan halte yang terdampak saat kerusuhan

Di sisi infrastruktur, Transjakarta berhasil mengoperasikan kembali halte yang terdampak insiden kebakaran pada September lalu hanya dalam waktu satu minggu sejak perbaikan dimulai.
“Meskipun kerusakan infrastruktur pasca-kebakaran tergolong parah, pemulihan dapat dilakukan secara cepat melalui kolaborasi intensif antara Pemprov DKI Jakarta, seluruh jajaran SKPD, serta dukungan berbagai komunitas,” tambah Welfizon.
3. Aplikasi digunakan 2,1 juta pengguna

Sejalan dengan kebutuhan zaman, Transjakarta juga mengandalkan dua pilar utama pengembangan layanan, yakni transformasi digital dan penerapan transportasi ramah lingkungan.
Aplikasi seluler TJ: Transjakarta kini digunakan oleh 2,1 juta pengguna dengan fitur pelacakan real-time serta sistem tiket digital yang inklusif. Sementara itu, untuk mendukung target emisi nol bersih, Transjakarta telah mengoperasikan 470 unit bus listrik tipe high deck dan low deck.

















