Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gubernur Agustiar Sabran Pimpin Langsung Penanganan Karhutla di Kalteng
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah. Gubernur Kalteng Agustiar Sabran bersama Kapolda dan Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) turun langsung meninjau lokasi kebakaran di Kabupaten Pulang Pisau, Jumat (24/7). (dok. Pemprov Kalteng)
  • Gubernur Kalteng Agustiar Sabran meninjau karhutla di Pulang Pisau bersama Kapolda dan Kabinda, serta meminta seluruh pemangku kepentingan bergerak cepat melindungi warga dari dampak asap dan ISPA.
  • Pemprov Kalteng memperkuat patroli udara, pemadaman darat, water bombing, dan sosialisasi melalui koordinasi dengan BNPB, BMKG, TNI, Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, relawan, serta masyarakat.
  • Patroli menemukan sekitar 9 hektare lahan terbakar dan 15 hektare berasap tebal di Jabiren; dua helikopter mengerahkan 154 pengeboman air di Jabiren dan Tumbang Nusa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan melalui operasi darat dan udara di sejumlah wilayah prioritas.
  • Who?
    Gubernur Agustiar Sabran, Kapolda, Kabinda, Satgas Pengendali Karhutla, BPBPK Kalteng, TNI, Polri, BNPB, BMKG, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat terlibat dalam penanganan.
  • Where?
    Penanganan berlangsung di Kalimantan Tengah, terutama Kecamatan Jabiren dan kawasan Tumbang Nusa di Kabupaten Pulang Pisau.
  • When?
    Agustiar Sabran bersama Kapolda dan Kabinda meninjau lokasi kebakaran di Kabupaten Pulang Pisau pada Jumat, 24 Juli.
  • Why?
    Karhutla mengancam hutan dan lahan serta berpotensi menurunkan kualitas udara yang dapat memicu infeksi saluran pernapasan akut pada masyarakat.
  • How?
    Satgas menjalankan patroli udara, pemadaman darat, sosialisasi, dan water bombing. Helikopter AS332C1 melakukan 72 pengeboman air di Jabiren, sedangkan EH-60A melakukan 82 kali di Tumbang Nusa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah. Gubernur Kalteng Agustiar Sabran bersama Kapolda dan Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) turun langsung meninjau lokasi kebakaran di Kabupaten Pulang Pisau, Jumat (24/7).

1. Gubernur minta seluruh pihak bergerak cepat

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah. Gubernur Kalteng Agustiar Sabran bersama Kapolda dan Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) turun langsung meninjau lokasi kebakaran di Kabupaten Pulang Pisau, Jumat (24/7). (dok. Pemprov Kalteng)

Menurut Agustiar Sabran, karhutla bukan hanya berdampak pada kerusakan hutan dan lahan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat akibat menurunnya kualitas udara yang berpotensi memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Karena itu, ia meminta seluruh pemangku kepentingan bergerak cepat dalam menangani kebakaran.

"Pokoknya gerak cepat, harus gerak cepat. Tidak boleh ada tunggu-tungguan, semua stakeholder harus siap, kita sama-sama menjaga rakyat Kalimantan Tengah dari berbagai dampak karhutla," tegasnya.

Untuk mempercepat penanganan, Pemprov Kalteng mengerahkan seluruh unsur operasi darat maupun udara di sejumlah lokasi prioritas.

2. Operasi darat dan udara terus diperkuat

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah. Gubernur Kalteng Agustiar Sabran bersama Kapolda dan Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) turun langsung meninjau lokasi kebakaran di Kabupaten Pulang Pisau, Jumat (24/7). (dok. Pemprov Kalteng)

Pemerintah daerah bersama Satgas Pengendali Karhutla menjalankan berbagai langkah penanganan, mulai dari patroli udara, pemadaman darat, operasi water bombing, hingga sosialisasi kepada masyarakat.

Selain itu, koordinasi juga terus dilakukan dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI, Polri, kementerian/lembaga, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, relawan, serta berbagai elemen masyarakat.

"Kami juga terus memperkuat koordinasi dengan BNPB, BMKG, TNI, Polri, kementerian/lembaga terkait, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, relawan, serta seluruh elemen masyarakat agar penanganan Karhutla berjalan efektif dan terintegrasi," ujar Agustiar Sabran.

Hasil patroli udara menunjukkan sejumlah titik kebakaran masih memerlukan penanganan intensif, terutama di Kecamatan Jabiren, Kabupaten Pulang Pisau. Di wilayah tersebut tercatat sekitar 9 hektare lahan terbakar dan sekitar 15 hektare lainnya masih mengeluarkan asap tebal.

3. Satgas kerahkan helikopter untuk water bombing

ilustrasi kebakaran hutan (pexels.com/Pixabay)

Untuk mempercepat pemadaman, Satgas mengerahkan dua helikopter dalam operasi water bombing. Helikopter AS332C1 PK-DAN melakukan 72 kali pengeboman air di wilayah Jabiren, sedangkan helikopter EH-60A ZK-HKU melakukan 82 kali pengeboman air di kawasan Tumbang Nusa.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah sekaligus Komandan Harian Satgas Pengendali Karhutla, Ahmad Toyib, mengatakan seluruh personel terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla.

"Seluruh personel, baik Satgas Udara, Satgas Darat maupun tim pendukung operasi, kami kerahkan secara optimal sesuai tugas dan fungsinya. Fokus kami memastikan setiap titik api dapat segera terdeteksi dan ditangani secepat mungkin agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas,” tuturnya.

Pemprov Kalteng berharap sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dapat mempercepat pengendalian karhutla sehingga dampaknya terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat dapat diminimalkan. (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.

Curated For You

Editorial Team

Related Article