Jakarta, IDN Times — Di era ketika teknologi semakin mampu meniru percakapan manusia, chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI) mulai mengambil peran yang lebih personal, dalam kehidupan generasi muda.
Bagi sebagian Gen Z dan Milenial, chatbot AI bukan lagi sekadar alat untuk mencari informasi, tetapi menjadi ruang untuk bercerita, mengekspresikan emosi, bahkan mencari kenyamanan tanpa rasa takut dihakimi.
Laporan IDN Research Institute menunjukkan fenomena roleplay chatbot AI berkembang seiring meningkatnya kebutuhan generasi muda akan ruang aman, di tengah kehidupan digital yang semakin kompleks. Melalui platform seperti Character.AI, Chai, Emochi, dan aplikasi serupa, pengguna dapat menciptakan karakter sesuai keinginan mereka dan melakukan percakapan yang terasa lebih personal.
Berbeda dengan interaksi sosial di dunia nyata yang sering kali disertai rasa takut akan penolakan atau penghakiman, chatbot AI menawarkan pengalaman berbicara tanpa tekanan. Pengguna dapat membentuk kepribadian chatbot melalui berbagai instruksi dan contoh percakapan, bahkan menciptakan identitas alternatif untuk bereksperimen dengan emosi, karakter, dan skenario tertentu.
