Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Indonesia Perkuat Kepemimpinan Hutan Global Lewat Pasar Karbon
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni pada sesi pembukaan tingkat tinggi Nature and Finance dalam rangka London Climate Action Week 2026 di London, Inggris, Senin (23/6/2026). (Dok. Kemenhut)
  • Indonesia menegaskan kepemimpinannya di forum FCLP London dengan tiga agenda strategis untuk memperkuat aksi kehutanan dan iklim global.
  • Pemerintah mendorong pasar karbon berintegritas tinggi, penguatan ITPC untuk pengelolaan gambut tropis, serta kolaborasi global melalui World Mangrove Center.
  • Kehadiran Indonesia menandai komitmen memperdalam kerja sama internasional demi solusi kehutanan berkelanjutan, konservasi keanekaragaman hayati, dan ketahanan iklim dunia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
24 Juni 2026

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan pernyataan tertulis tentang partisipasi Indonesia dalam Ministerial Event Forest and Climate Leaders’ Partnership (FCLP) di London. Ia menegaskan tiga agenda strategis Indonesia untuk memperkuat kepemimpinan global di bidang kehutanan dan iklim, termasuk pengembangan pasar karbon berintegritas tinggi, penguatan ITPC, dan WMC.

kini

Indonesia terus memperdalam keterlibatan dalam FCLP serta memperkuat kolaborasi global untuk solusi kehutanan berkelanjutan. Pemerintah menegaskan posisi Indonesia sebagai negara pemilik hutan tropis terbesar ketiga dunia yang aktif menghadirkan solusi bagi target iklim dan konservasi keanekaragaman hayati.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah Indonesia memperkuat kepemimpinan global di bidang kehutanan dan iklim melalui partisipasi aktif dalam Ministerial Event Forest and Climate Leaders’ Partnership (FCLP) dengan fokus pada pengembangan pasar karbon, lahan gambut, dan mangrove.
  • Who?
    Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mewakili Pemerintah Indonesia bersama negara-negara anggota FCLP serta lembaga seperti International Tropical Peatland Center (ITPC) dan World Mangrove Center (WMC).
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di London, Inggris, dengan keterlibatan lembaga internasional yang berfokus pada pengelolaan hutan, lahan gambut tropis, dan ekosistem mangrove.
  • When?
    Acara diselenggarakan pada Rabu, 24 Juni 2026, bersamaan dengan pernyataan resmi Menteri Kehutanan mengenai agenda strategis Indonesia di sektor kehutanan global.
  • Why?
    Langkah ini bertujuan memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin global dalam mitigasi perubahan iklim melalui tata kelola hutan berkelanjutan serta peningkatan kolaborasi internasional untuk konservasi ekosistem penting dunia.
  • How?
    Pemerintah mendorong penyempurnaan regulasi perdagangan karbon nasional, memperluas kerja sama riset melalui ITPC dan WMC, serta mengundang negara anggota FCLP untuk memperkuat kolaborasi berbasis sains dan inovasi lingkungan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Indonesia ikut acara besar di London tentang hutan dan iklim. Pak Menteri Raja Juli Antoni bilang Indonesia mau bantu jaga hutan dunia. Indonesia bikin pasar karbon supaya uang bisa dipakai rawat hutan dan tanam pohon lagi. Indonesia juga ajak banyak negara kerja sama urus lahan gambut dan mangrove biar bumi tetap sehat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Partisipasi aktif Indonesia dalam Forest and Climate Leaders’ Partnership mencerminkan langkah positif menuju kepemimpinan global yang berorientasi pada solusi konkret. Melalui penguatan pasar karbon berintegritas, kolaborasi ilmiah di ITPC, dan pengembangan WMC, Indonesia menunjukkan komitmen nyata terhadap konservasi hutan, inovasi lingkungan, serta kemitraan internasional yang mendukung keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat dunia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Pemerintah Indonesia memperkuat komitmen sebagai salah satu pemimpin global dalam aksi kehutanan dan iklim melalui partisipasi aktif pada Ministerial Event Forest and Climate Leaders’ Partnership (FCLP) yang diselenggarakan di London, Inggris.

Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, mengatakan, Indonesia memiliki tiga agenda strategis yang mencerminkan kontribusi nyata sekaligus kepemimpinan Indonesia dalam tata kelola kehutanan global.

“Pertama, Indonesia mendorong pengembangan pasar karbon berintegritas tinggi (high-integrity carbon market) sebagai instrumen penting untuk mengalirkan pembiayaan bagi konservasi, restorasi ekosistem, pengelolaan hutan lestari, dan penguatan peran masyarakat dalam menjaga hutan,” kata Menhut dalam keterangan tertulisnya, Rabu (24/6/2026).

1. Indonesia terus memperkuat tata kelola karbon

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni pada sesi pembukaan tingkat tinggi Nature and Finance dalam rangka London Climate Action Week 2026 di London, Inggris, Senin (23/6/2026). (Dok. Kemenhut)

Menhut mengatakan, Indonesia terus memperkuat tata kelola karbon melalui penyempurnaan regulasi nasional dalam perdagangan karbon sektor kehutanan.

Menurut dia, pasar karbon yang berintegritas dapat menjadi salah satu instrumen penting untuk menjembatani kebutuhan pendanaan global bagi perlindungan dan pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

Kedua, Indonesia memperkuat peran International Tropical Peatland Center (ITPC) sebagai platform global untuk kerja sama, pengembangan ilmu pengetahuan, pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas, serta inovasi dalam pengelolaan lahan gambut tropis.

“Dengan sekitar 13 juta hektare ekosistem gambut tropis, Indonesia memiliki pengalaman dan kapasitas yang signifikan dalam mengelola salah satu penyimpan karbon terbesar dunia sekaligus ekosistem penting bagi ketahanan iklim dan keanekaragaman hayati,” ujar dia.

Indonesia mengundang negara-negara anggota FCLP untuk memperluas kolaborasi melalui ITPC guna mempercepat pengembangan solusi berbasis sains dan praktik terbaik dalam pengelolaan gambut tropis di berbagai kawasan dunia.

Ketiga, Indonesia mendorong penguatan World Mangrove Center (WMC) sebagai pusat kolaborasi internasional yang telah dikembangkan untuk mendukung pertukaran pengetahuan, pengembangan kebijakan, riset, inovasi, dan peningkatan kapasitas dalam pengelolaan mangrove.

2. Indonesia mengundang anggota FCLP untuk bergabung memperkuat WMC

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni melakukan pengecekan langsung ke Pusat Latihan Gajah (PLG) Sebanga dan PLG Minas di Provinsi Riau, Rabu (4/3/2026). (Dok. Kemenhut)

Oleh karena itu, Indonesia mengundang negara-negara anggota FCLP untuk bergabung dan berkontribusi dalam memperkuat WMC sebagai platform global yang inklusif. Dengan demikian, manfaat pengetahuan, teknologi, dan pengalaman pengelolaan mangrove dapat dirasakan secara lebih luas oleh negara-negara di berbagai kawasan.

Menhut mengatakan, dukungan tersebut akan memperkuat upaya bersama dalam menjadikan mangrove sebagai salah satu solusi berbasis alam yang paling efektif untuk mitigasi perubahan iklim, konservasi keanekaragaman hayati, ketahanan pesisir, dan pembangunan ekonomi masyarakat.

“Sebagai negara yang memiliki sekitar 3,4 juta hektare mangrove atau sekitar 23 persen dari total mangrove dunia, Indonesia siap berbagi pengalaman dan praktik baik untuk mendukung agenda mangrove global yang lebih ambisius dan berdampak,” kata Menhut.

3. Indonesia memperkuat keterlibatan Forest and Climate Leaders’ Partnership

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni melakukan pengecekan langsung ke Pusat Latihan Gajah (PLG) Sebanga dan PLG Minas di Provinsi Riau, Rabu (4/3/2026). (Dok. Kemenhut)

Dalam kesempatan tersebut, Indonesia juga menegaskan kesiapannya untuk memperdalam keterlibatan dalam Forest and Climate Leaders’ Partnership serta memperkuat kolaborasi dengan seluruh negara dan mitra pembangunan dalam mewujudkan solusi kehutanan yang ambisius, inklusif, dan dapat diimplementasikan.

“Kehadiran Indonesia dalam forum ini menunjukkan semakin kuatnya posisi Indonesia sebagai negara pemilik hutan tropis terbesar ketiga di dunia yang tidak hanya berkomitmen menjaga sumber daya hutannya, tetapi juga aktif menghadirkan solusi global bagi pencapaian target iklim, konservasi keanekaragaman hayati, dan pembangunan berkelanjutan,” kata dia.

Indonesia meyakini tantangan perubahan iklim, degradasi lahan, dan hilangnya keanekaragaman hayati hanya dapat diatasi melalui kemitraan global yang kuat.

“Melalui berbagai inisiatif tersebut, Indonesia terus menegaskan perannya sebagai mitra strategis dunia dalam membangun masa depan kehutanan yang berkelanjutan, berkeadilan, dan mampu memberikan manfaat bagi iklim, alam, serta kesejahteraan masyarakat global,” kata Menhut.

Editorial Team

Related Article