Menteri Perempuan di Era Prabowo, Jokowi dan SBY, Siapa Terbanyak?

- Prabowo Subianto kini memiliki empat menteri perempuan setelah Sri Mulyani digantikan Purbaya Yudhi Sadewa.
- Jokowi pernah memiliki sembilan menteri perempuan pada periode pertama, lalu jumlahnya berakhir menjadi tujuh.
- Pada dua kabinet SBY, jumlah menteri perempuan masing-masing berubah dari tiga menjadi empat dan tetap empat.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto kini memiliki empat menteri perempuan dalam Kabinet Merah Putih. Jumlah tersebut lebih sedikit dibanding era Presiden Joko "Jokowi" Widodo yang tercatat memiliki 9 menteri perempuan pada periode pertama pemerintahannya, setelah Sri Mulyani masuk sebagai Menteri Keuangan pada 2016.
Namun setelah ada perombakan (reshuffle) kabinet, komposisi tersebut berubah. Karena itu, jumlah menteri perempuan perlu dilihat berdasarkan perubahan jabatan selama satu periode, termasuk ketika kursi yang sebelumnya diisi perempuan kemudian diberikan kepada laki-laki, atau sebaliknya. Data susunan kabinet dan pergantian menteri tercatat dalam arsip Sekretariat Kabinet.
1. Menteri perempuan Prabowo berkurang dari 5 jadi 4 orang

Pelantikan menteri, wakil menteri, dan kepala negara di Kabinet Merah Putih di Istana Negara pada Senin (21/10/2024). (IDN Times/Ilman Nafi'an) Saat Kabinet Merah Putih dibentuk pada 21 Oktober 2024, terdapat lima menteri perempuan di pemerintahan Prabowo. Mereka yakni Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan, Widiyanti Putri sebagai Menteri Pariwisata, Meutya Hafid sebagai Menteri Komunikasi dan Digital, Rini Widyantini sebagai Menteri PANRB, serta Arifatul Choiri Fauzi sebagai Menteri PPPA.
Komposisi itu berubah pada 8 September 2025. Sri Mulyani digantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan. Pergantian (reshuffle) menteri itu membuat jumlah menteri perempuan di pemerintahan Prabowo berkurang dari lima menjadi empat.
2. Jokowi di periode pertama memiliki 8 menteri perempuan, naik jadi 9 dan berakhir 7 orang

Presiden Jokowi makan siang terakhir bersama Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (18/10/2024) (dok. Sekretariat Presiden) Adapun Kabinet Kerja Jokowi pada 2014 awalnya memiliki delapan menteri perempuan yakni Puan Maharani sebagai Menko PMK, Retno Marsudi sebagai Menteri Luar Negeri, Siti Nurbaya sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Nila Moeloek sebagai Menteri Kesehatan, Susi Pudjiastuti sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, Rini Soemarno sebagai Menteri BUMN, Yohana Yembise sebagai Menteri PPPA, dan Khofifah Indar Parawansa sebagai Menteri Sosial.
Jumlah itu naik menjadi sembilan setelah Sri Mulyani masuk sebagai Menteri Keuangan pada 27 Juli 2016, menggantikan Bambang Brodjonegoro. Kemudian Khofifah mundur sebagai Menteri Sosial pada Januari 2018 dan digantikan Idrus Marham. Puan juga mundur sebagai Menko PMK pada Oktober 2019 untuk menjadi bagian dari DPR.
Dengan dua pergantian perempuan menjadi laki-laki tersebut, jumlah menteri perempuan di penghujung periode pertama menjadi tujuh orang.
3. Periode kedua pemerintahan Jokowi ada 5 menteri perempuan, bertambah jadi 6

(Kabinet Jokowi Jilid II Indonesia) IDN Times/Teatrika Putri Pada awal Kabinet Indonesia Maju 2019 (periode kedua pemerintahan Jokowi), ada 5 menteri perempuan yakni Retno Marsudi sebagai Menteri Luar Negeri, Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan, Siti Nurbaya sebagai Menteri LHK, Ida Fauziyah sebagai Menteri Ketenagakerjaan, dan I Gusti Ayu Bintang Darmawati sebagai Menteri PPPA.
Jumlah itu kemudian bertambah menjadi 6 orang ketika Tri Rismaharini atau Risma menggantikan Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial pada 23 Desember 2020. Risma tetap menjadi menteri perempuan hingga akhir pemerintahan Jokowi.
4. Era SBY ada tiga menteri perempuan kemudian bertambah jadi 4

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menyampaikan pengumuman resmi terkait kebijakan pengurangan subsidi dan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) akibat lonjakan harga minyak dunia dalam rapat koordinasi bersama pimpinan lembaga tinggi negara. (Sumber: Dok. METRO TV) Sementara itu, pada era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), ada tiga menteri perempuan di awal Kabinet Indonesia Bersatu 2004, yakni Marie Elka Pangestu sebagai Menteri Perdagangan, Meutia Hatta sebagai Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, dan Siti Fadilah Supari sebagai Menteri Kesehatan. Kemudian Sri Mulyani masuk sebagai Menteri Keuangan, sehingga jumlahnya menjadi empat.
Pada Kabinet Indonesia Bersatu II 2009 (periode kedua pemerintahan SBY) terdapat 4 menteri perempuan yaitu Endang Rahayu Sedyaningsih sebagai Menteri Kesehatan, Mari Elka Pangestu sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Linda Amalia Sari sebagai Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Armida Alisjahbana sebagai Menteri PPN/Kepala Bappenas. Endang kemudian digantikan Nafsiah Mboi, sama-sama perempuan, sehingga pergantian itu tidak mengubah jumlah.






















