Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jakarta Duduki Peringkat 2 Kota Terpolusi Dunia Pagi Ini
Upacara Bendera Perayaan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia, Senin (17/8/2026)/ IDN Times Dini Suciatiningrum
  • Pada pagi 17 Agustus 2026, Jakarta menempati peringkat kedua kota besar paling berpolusi dunia versi IQAir, dengan AQI+ 172, di bawah Dubai yang mencatat 175.
  • Pukul 07.00 WIB, kualitas udara Jakarta berstatus tidak sehat dengan AQI+ 162. PM2.5 menjadi polutan utama, berkonsentrasi 71 µg/m³.
  • Prakiraan IQAir menunjukkan kualitas udara Jakarta belum membaik signifikan: AQI+ diperkirakan turun bertahap dari 162 pada 07.00 menjadi 150 pada 11.00 WIB.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times — Polusi udara seakan jadi kado di tengah Perayaan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia pada Senin (17/8/2026). Saat masyarakat mengikuti upacara bendera dan berbagai perayaan kemerdekaan, Jakarta justru masuk jajaran kota besar dengan kualitas udara terburuk di dunia.

Berdasarkan pemantauan IQAir pada pukul 06.00–07.00 WIB, Jakarta berada di peringkat kedua dalam daftar kota besar global dengan AQI⁺ (Air Quality Index Plus) tertinggi. Jakarta mencatat AQI⁺ 172, hanya berada di bawah Dubai yang mencatat AQI⁺ 175.

Pada periode yang sama, Doha berada di posisi ketiga dengan AQI⁺ 161, disusul Kampala dengan AQI⁺ 158 dan Kinshasa dengan AQI⁺ 142.

1. Daftar sepuluh negara masuk polusi udara tinggi

Tangkapan layar sepuluh negara yang polusi udara/ website IQAir

Berikut 10 kota besar dengan AQI⁺ tertinggi pada pagi 17 Agustus 2026:

1. Dubai — AQI⁺ 175

2. Jakarta — AQI⁺ 172

3. Doha — AQI⁺ 161

4. Kampala — AQI⁺ 158

5. Kinshasa — AQI⁺ 142

6. Tel Aviv-Yafo — AQI⁺ 115

7. Lahore — AQI⁺ 111

8. Addis Ababa — AQI⁺ 100

9. Johannesburg — AQI⁺ 97

10. Riyadh — AQI⁺ 95

2. Udara Jakarta tidak sehat

Ilustrasi warga pakai masker di Balai Kota, Jakarta, Senin (17/8/2027)/ IDN Times Dini Suciatiningrum

Pantauan IQAir pada pukul 07.00 WIB menunjukkan kualitas udara Jakarta berada pada kategori "Tidak sehat". AQI⁺ Jakarta tercatat 162, dengan PM2.5 sebagai polutan utama.

Konsentrasi PM2.5 saat itu mencapai 71 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Kondisi cuaca Jakarta tercatat sekitar 26 derajat Celsius dengan kecepatan angin dua kilometer per jam dan kelembapan 79 persen.

3. Kondisi udara Jakarta belum akan membaik

Ilustrasi Jakarta persiapan Tahun Baru di Bundaran HI. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Data tersebut juga menunjukkan kondisi udara Jakarta belum membaik secara signifikan pada pagi hari.

Berdasarkan prakiraan per jam IQAir, AQI⁺ Jakarta berada di angka 162 pada pukul 07.00, kemudian diperkirakan 161 pada pukul 08.00, 157 pada pukul 09.00, 152 pada pukul 10.00, dan 150 pada pukul 11.00.

Curated For You

Editorial Team

Related Article