Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mahasiswa Jerman-RI Kolaborasi Uji Kawasan Barelang Rempang

3 min read
Mahasiswa Jerman-RI Kolaborasi Uji Kawasan Barelang Rempang
20 mahasiswa Technical University of Munich (TUM), Jerman, bersama sejumlah perguruan di Indonesia dalam Summer Course 2026. (Dok. dok Kementrans)
  • Dua puluh mahasiswa TUM bersama kampus Indonesia mempelajari potensi dan tantangan Barelang-Rempang melalui Summer Course 2026, dengan observasi lapangan dan dialog bersama warga.

  • Program ini menargetkan Green Barelang Spatial Development Design yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, infrastruktur, konektivitas, dan lingkungan sesuai kebutuhan masyarakat lokal.

  • Kolaborasi Undip, TUM, Kementerian Transmigrasi, BP Batam, serta tim ITB, ITS, IPB, dan UI diarahkan memperkuat pemberdayaan warga, peluang kerja, dan pemanfaatan sumber daya Rempang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times – Dua puluh mahasiswa Technical University of Munich (TUM), Jerman, bersama akademisi dan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi Indonesia turun langsung mempelajari potensi dan tantangan Kawasan Transmigrasi Barelang, Batam, melalui Summer Course 2026.

Kolaborasi lintas negara ini diarahkan menghasilkan rancangan pengembangan kawasan yang memadukan perspektif global dengan kebutuhan masyarakat lokal.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi Kementerian Transmigrasi, Harlina Sulistyorini, mengatakan Summer Course 2026 diarahkan untuk menghasilkan Green Barelang Spatial Development Design, yaitu rancangan pengembangan ruang Kawasan Transmigrasi Barelang yang memperhatikan aspek ekonomi, sosial, infrastruktur, konektivitas, serta lingkungan.

“Teman-teman TUM akan membantu melakukan eksplorasi dan menganalisis potensi Barelang Rempang, terutama Kawasan Transmigrasi Rempang. Output akhirnya adalah green concept design yang nantinya bisa kita implementasikan, agar kawasan menjadi lebih baik dan masyarakatnya lebih sejahtera,” ujarnya dalam keterangan, Sabtu (3/10/2026).

  1. 1. Melihat potensi dan tantangan warga

    Mahasiswa Jerman-RI Kolaborasi Uji Kawasan Barelang Rempang
    Sebanyak 20 mahasiswa Technical University of Munich (TUM), Jerman, bersama sejumlah perguruan di Indonesia dalam Summer Course 2026. (dok Kementrans)

    Dalam prosesnya, peserta akan melihat langsung kondisi kawasan, termasuk potensi ekonomi, tata ruang, infrastruktur, kondisi sosial dan lingkungan.

    "Mereka juga akan berdialog dengan masyarakat untuk memahami kebutuhan serta tantangan yang dihadapi warga," kata Harlina.

  2. 2. Manfaat bagi masyarakat lokal

    Mahasiswa Jerman-RI Kolaborasi Uji Kawasan Barelang Rempang
    20 mahasiswa Technical University of Munich (TUM), Jerman, bersama sejumlah perguruan di Indonesia dalam Summer Course 2026. (dok. Kementrans)

    Harlina menegaskan, pengembangan Barelang diarahkan untuk memberikan manfaat, terutama bagi masyarakat lokal. Pengembangan kawasan diharapkan membuka lebih banyak kesempatan kerja sekaligus mendorong pemanfaatan potensi sumber daya yang ada.

    “Kawasan Rempang ini memang peruntukannya untuk masyarakat lokal yang ada di sini sehingga lebih diberdayakan, lebih diberi kesempatan untuk mendapatkan lebih banyak kesempatan tenaga kerjanya, dan juga pemanfaatan sumber daya alam yang ada di seputar Rempang,” katanya.

  3. 3. Kolaborasi berbagai kampus

    Mahasiswa Jerman-RI Kolaborasi Uji Kawasan Barelang Rempang
    20 mahasiswa Technical University of Munich (TUM), Jerman, bersama sejumlah perguruan di Indonesia dalam Summer Course 2026. (dok Kementrans)

    Kegiatan yang diinisiasi Universitas Diponegoro (Undip) bersama TUM, Kementerian Transmigrasi, dan BP Batam ini menjadi bagian dari Transmigrasi Patriot (Trans Patriot).

    Program tersebut mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata kawasan melalui pembelajaran di kelas, diskusi, observasi lapangan, serta dialog langsung dengan masyarakat.

    Kolaborasi ini juga melibatkan Tim Ekspedisi Patriot dari Institut Teknologi Bogor (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), IPB University, dan Universitas Indonesia (UI) yang telah bekerja di Kawasan Barelang. Hasil pengamatan dan pendampingan tim tersebut diharapkan dapat membantu memastikan gagasan yang dihasilkan dalam Summer Course tetap terhubung dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat di lapangan.

    Perwakilan TUM Walter Timo de Vries mengatakan, pembelajaran langsung di lapangan menjadi bagian penting dalam pendidikan mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya diajak memahami teori, tetapi juga melihat peluang, tantangan, serta pengalaman masyarakat yang tinggal dan bekerja di kawasan tersebut.

    “Yang paling penting bagi kami adalah tidak hanya mengajar di ruang kelas. Cara terbaik untuk belajar adalah melihat langsung bagaimana teori itu diterapkan, apa peluangnya, serta tantangan yang dihadapi masyarakat,” ujarnya.

Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More