Jakarta Membara, Kasus Kebakaran Tembus 1.216 hingga Agustus 2026

- Jakarta mencatat 1.216 kebakaran sepanjang Januari–Agustus 2026, dengan Agustus tertinggi 240 kejadian setelah angka meningkat sejak Juni.
- Potensi kebakaran masih tinggi di tengah ancaman El Nino hingga Januari 2027; Tambora dan Cakung dipetakan berisiko tinggi, sementara Jakarta Barat mencatat 368 kasus.
- Dugaan penyebab terbanyak adalah listrik, mencapai 649 kejadian atau 53,37 persen; rumah menjadi objek paling sering terbakar dengan 358 kejadian.
Jakarta, IDN Times - Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta mencatat 1.216 kejadian kebakaran di Jakarta sepanjang 1 Januari hingga 31 Agustus 2026.z
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan potensi kebakaran di Jakarta masih tinggi, di tengah ancaman fenomena El Nino yang diprediksi berlangsung hingga Januari 2027. Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, tercatat sebanyak 457 kejadian kebakaran di Jakarta selama periode Juli hingga Agustus 2026.
Pramono menyebut, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, dan Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, menjadi dua wilayah yang memiliki potensi kebakaran paling tinggi.
"Di Barat itu ada Kecamatan Tambora, di Timur itu ada Cakung, itulah petanya," ucap Pramono di Monas, Rabu (2/9/2026)
1. Kasus kebakaran paling tinggi pada Agustus

Pabrik penggilingan kapas di jalan Kesehatan, Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur mengalami kebakaran pada Selasa (16/11/2021). (dok. Damkar DKI Jakarta) Berdasarkan rekapitulasi data Gulkarmat DKI Jakarta yang diterima IDN Times, Selasa (22/9/2026), tercatat sebanyak 1.216 kejadian kebakaran sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Jumlah kejadian mulai meningkat pada Juni dengan 141 kejadian. Angka tersebut kemudian naik menjadi 217 kejadian pada Juli atau 17,85 persen, sebelum kembali meningkat pada Agustus.
Agustus menjadi bulan dengan jumlah kejadian kebakaran tertinggi selama periode tersebut, yakni mencapai 240 kejadian atau 19,74 persen.
Sementara itu, pada awal tahun, tercatat 129 kejadian kebakaran pada Januari, kemudian turun menjadi 93 kejadian pada Februari. Jumlahnya kembali meningkat pada Maret menjadi 126 kejadian, disusul 132 kejadian pada April dan 138 kejadian pada Mei.
2. Jakarta Barat paling banyak

Kebakaran di Pasar Induk Kramat Jati pada Senin (15/12/2025) pagi. (Dok. Damkar DKI Jakarta Jakarta Barat menjadi wilayah dengan laporan kebakaran terbanyak, yakni 368 kejadian atau 30,26 persen dari total laporan.
Sementara Jakarta Timur mencatat 299 kejadian atau 24,59 persen, Jakarta Selatan 252 kejadian atau 20,72 persen, Jakarta Utara 163 kejadian atau 13,40 persen, dan Jakarta Pusat 134 kejadian atau 11,02 persen
3. Penyebab kebakaran paling banyak diduga listrik

Kebakaran di Pasar Induk Kramat Jati pada Senin (15/12/2025) pagi. (Dok. Damkar DKI Jakarta) Berdasarkan data tersebut, penyebab dugaan kebakaran yang paling banyak tercatat disebabkan oleh listrik menjadi dugaan . Jumlahnya mencapai 649 kejadian atau 53,37 persen dari total 1.216 kejadian kebakaran.
Dugaan penyebab lainnya yakni membakar sampah sebanyak 171 kejadian atau 14,06 persen, gas 103 kejadian atau 8,47 persen, lainnya 100 kejadian atau 8,22 persen, kelalaian manusia 88 kejadian atau 7,24 persen, penyalaan sendiri 48 kejadian atau 3,95 persen, rokok 46 kejadian atau 3,78 persen, serta penyalaan kembali 11 kejadian atau 0,90 persen.
4. Kebakaran paling banyak melanda rumah

Pabrik penggilingan kapas di jalan Kesehatan, Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur mengalami kebakaran pada Selasa (16/11/2021). (dok. Damkar DKI Jakarta) Sementara berdasarkan objek yang terbakar, bangunan perumahan menjadi objek yang paling banyak mengalami kebakaran dengan 358 kejadian atau 29,44 persen.
Kemudian bangunan umum dan perdagangan sebanyak 230 kejadian atau 18,91 persen, instalasi listrik luar gedung 194 kejadian atau 15,95 persen, sampah 174 kejadian atau 14,31 persen.
Kemudian kendaraan 76 kejadian atau 6,25 persen, tumbuhan dan lain-lain masing-masing 62 kejadian atau 5,10 persen, lapak 35 kejadian atau 2,88 persen, serta bangunan industri 25 kejadian atau 2,06 persen.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)



















