ilustrasi menerima bantuan sosial (beritajakarta.id)
Lalu, ketepatan penyaluran bantuan sosial tidak hanya bergantung pada data, tetapi juga pada kemudahan warga mengakses informasi dan mengusulkan diri ketika membutuhkan bantuan. Dalam hal ini, peran Agen Pendamping Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital semakin diperkuat, termasuk melalui sosialisasi di wilayah Jakarta.
Di Jakarta Barat, Suku Dinas Sosial menggelar sosialisasi Agen Perlinsos. Kepala Sudinsos Jakarta Barat, Fajar Laksono, menjelaskan bahwa agen diharapkan membantu masyarakat memahami mekanisme, persyaratan, dan proses penyaluran bansos, termasuk informasi mengenai desil kesejahteraan serta kriteria penerima bantuan.
Agen Perlinsos juga berperan sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah. Dengan pendampingan tersebut, warga diharapkan memperoleh informasi yang lebih jelas mengenai prosedur bantuan sosial dan mengetahui jalur pelayanan yang sesuai.
Sementara itu, Pemerintah Kota Jakarta Utara melakukan sosialisasi Perlinsos Digital dan mendorong pemanfaatan Perlinsos Digital. Tujuannya untuk mendukung penyaluran bansos yang transparan dan tepat sasaran.
Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Utara, Rony Japriko, menjelaskan bahwa warga yang membutuhkan bantuan dapat diusulkan melalui petugas di tingkat wilayah.
Kehadiran Agen Perlinsos di kedua wilayah tersebut menunjukkan pentingnya pendampingan di tingkat lokal dalam mendukung transformasi digital perlindungan sosial.
Dengan demikian, kolaborasi antara pemerintah pusat, program pemerintah daerah, dan agen perlinsos diharapkan dapat membantu menjaga pendataan bansos tepat sasaran, sekaligus mengurangi risiko warga yang belum masuk dalam data. (WEB)