Kisah Jupri, Berburu Loker Lewat Job Fair di Tengah Serbuan Gen Z

- Jupri, 59 tahun, mencari kerja apa saja di job fair Pemprov DKI di Smesco, Jakarta Selatan, meski bersaing dengan ribuan pencari kerja yang didominasi anak muda.
- Sambil bekerja serabutan, Jupri juga memikirkan anaknya yang menganggur dua bulan setelah kontrak berakhir; ia masih menanggung keluarga dan anak yang bersekolah SMP.
- Jupri menilai pencarian kerja sulit, termasuk bagi anak muda yang menghadapi sistem kontrak, lalu berharap janji pemerintah menciptakan 19 juta lapangan kerja segera terealisasi.
Jakarta, IDN Times – Tangan keriput Jupri tampak sibuk memotret barcode lowongan kerja yang terpasang di sejumlah stan perusahaan dalam bursa kerja atau job fair yang digelar Pemprov DKI di Smesco, Jakarta Selatan.
Berbekal ransel kusam yang sobek di bagian pinggir, pria berusia 59 tahun itu berkeliling dengan langkah pelan mencari peluang kerja di tengah ribuan pencari kerja yang didominasi anak muda.
Sesekali, Jupri mengusap keringat menggunakan kaus tangannya. Meski usianya tak lagi muda, dia tetap berusaha mencari pekerjaan demi menyambung hidup.
Jupri mengaku terkejut melihat banyaknya anak muda yang datang untuk mencari pekerjaan. Dia menyadari persaingan mendapatkan pekerjaan tidak mudah, terlebih bagi pencari kerja seusianya.
"Saya kaget, muda semua. Usia saya 59, sudah kalah, tapi optimistis, ya, namanya kita hanya berusaha," ujar Jupri kepada IDN Times.
1. Jupri bersedia kerja apa saja

Jupri (59), pencari kerja asal Klender di Job Fair, Smesco, Kamis (22/10/2026) / (IDN Times Dini Suciatiningrum) Warga Klender, Pondok Kopi, Jakarta Timur, itu mengaku bersedia bekerja di bidang apa saja, baik pekerjaan lapangan maupun di kantor. Dia bahkan memotret barcode lowongan kerja yang tersedia di stan perusahaan sebagai salah satu upayanya mencari kesempatan.
"Saya cari kerja apa saja yang penting kerja mau lapangan atau kantor," kata dia lirih.
2. Jupri dan anaknya menganggur

Jupri (59), pencari kerja asal Klender di Job Fair, Smesco, Kamis (22/10/2026) / (IDN Times Dini Suciatiningrum) Selama belum mendapatkan pekerjaan tetap, Jupri bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Ia juga pernah bekerja di kawasan Tanjung Priok selama tiga tahun.
Perjuangan Jupri mencari pekerjaan ternyata tak hanya untuk dirinya sendiri. Dia juga memikirkan kondisi anaknya yang kini ikut menganggur setelah kontrak kerjanya berakhir.
"Kerja apa saja selama nganggur. Bahkan anak saya juga sudah tidak kerja dua bulan karena habis kontraknya," kata dia.
3. Susahnya cari kerja

Pencari kerja melamar pekerjaan di Job Fair di Smesco, Kamis (22/10/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum) Jupri mengatakan, anaknya juga tidak ingin melewatkan kesempatan mencari kerja di Job Fair yang digelar Pemprov DKI Jakarta ini. Kondisi itu membuat pencarian pekerjaan menjadi kebutuhan bagi mereka, terlebih Jupri juga masih memiliki tanggungan keluarga.
Jupri memiliki dua anak. Salah satunya masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) sehingga dia masih harus memikirkan kebutuhan pendidikan dan kehidupan keluarganya.
"Jangankan saya, anak saya yang masih muda juga susah cari kerja. Sistem kontrak terus. Apalagi sekarang kontrak anak saya dua tahun, sudah dua bulan ini nganggur," kata dia.
4. Tagih janji 19 juta lapangan ke pemerintah

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming hadir dalam Upacara Peringatan HUT ke-81 TNI. (Youtube/Sekretarian Kabinet) Di tengah kondisi tersebut, Jupri berharap Presiden Prabowo segera merealisasikan janji penciptaan 19 juta lapangan kerja. Menurut dia, kesempatan kerja dibutuhkan masyarakat yang sedang mencari pekerjaan, termasuk mereka yang kehilangan pekerjaan setelah kontrak berakhir.
Dia berharap program penciptaan lapangan kerja itu benar-benar terlaksana sehingga masyarakat memiliki kesempatan untuk kembali bekerja.
"Semoga bisa lapangan kerja ini terealisasi," ujar Jupri.






















