Jakarta, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan Kapal JS Kunisaki yang membawa tiga unit helikopter jenis Chinook sudah tiba di Mempawah, Kalimantan Barat sejak Kamis, 10 September 2026. Tetapi, ketiga helikopter itu belum diterjunkan dalam operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat.
BNPB mengatakan hal itu lantaran jarak pandang di Kalbar yang masih rendah. Sehingga, dianggap membahayakan untuk menerbangkan alat transportasi udara.
"Bantuan helikopter Jepang sudah tiba di Kalimantan Barat namun belum bisa dioperasikan karena memang visibility sangat rendah. Jepang baru bersedia melakukan operasi ketika visibility berada di jangkauan 3.500 hingga 5.000," ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan ketika memberikan keterangan pada Selasa (15/9/2026).
Ia juga menyampaikan jumlah area yang terbakar di Kalbar mencapai 48.535,73 hektare. Data itu merupakan gabungan dari SiPongi dan data di lapangan dari 31 Juli 2026 hingga 14 September 2026.
Sementara, titik api berjumlah 19 dengan estimasi luas lahan yang terbakar 261,5 hektare. Sebanyak 180,8 hektare dapat dipadamkan oleh satgas darat dan udara.
"Sehingga, sisa lahan terbakar per Selasa, 15 September 2026 mencapai 80,7 hektare," tutur dia.
