Bekasi, IDN Times - PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mulai menerapkan one way sejauh 193 kilometer, mulai dari KM 70, Tol Jakarta-Cikampek (Japek) hingga KM 263, Tol Pejagan-Pemalang, Selasa (17/3/2026) pukul 15.18 WIB.
VP Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, mengatakan penerapan one way tersebut merupakan langkah untuk mengantisipasi peningkatan volume lalu lintas pada periode arus mudik Idul Fitri 1447H/2026.
"Penerapan rekayasa lalu lintas ini merupakan bagian dari upaya bersama antara Jasa Marga Group, Kepolisian, dan Kementerian Perhubungan, dalam menjaga kelancaran distribusi kendaraan menuju arah Timur Trans Jawa, khususnya pada periode puncak arus mudik," katanya, Selasa.
Ria menjelaskan JTT juga telah melakukan berbagai kesiapan operasional di sepanjang ruas Trans Jawa, guna mendukung kelancaran pelaksanaan rekayasa lalu lintas one way.
"Kesiapan tersebut meliputi penyiapan rambu dan traffic cone sebagai pendukung skema pengaturan lalu lintas, penempatan petugas layanan lalu lintas dan pengamanan di titik-titik strategis, serta optimalisasi kapasitas gerbang tol melalui penyiagaan gardu," jelasnya.
Selain itu, lanjut Ria, JTT juga melakukan koordinasi intensif dengan kepolisian terkait pengaturan buka-tutup akses masuk, serta memastikan kesiapan layanan derek, ambulans, dan patroli jalan tol yang siaga selama 24 jam untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.
"Kami juga memastikan kesiapan Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau rest area, termasuk pengaturan kapasitas melalui mekanisme buka-tutup secara situasional, guna menghindari kepadatan kendaraan di dalam rest area," kata Ria.
Ria menambahkan, pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif, termasuk dukungan terhadap penerapan rekayasa lalu lintas one way secara situasional.
"Kami mengimbau kepada pengguna jalan untuk dapat merencanakan perjalanan dengan baik serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan dan kelancaran bersama,” kata Ria.
