Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rusia Bantah Rekrut Tentara Bayaran Asal Kolombia untuk Lawan Ukraina

Rusia Bantah Rekrut Tentara Bayaran Asal Kolombia untuk Lawan Ukraina
Bendera Rusia (unsplash.com/Egor Filin)
Intinya Sih
  • Kedutaan Besar Rusia di Bogotá membantah terlibat perekrutan warga Kolombia untuk perang Ukraina, meski investigasi Noticias Caracol mengklaim menemukan dokumen terkait Kementerian Pertahanan Rusia.
  • Presiden Gustavo Petro menyebut sedikitnya 7.000 warga Kolombia bertempur di Rusia dan Ukraina demi uang; keluarga korban melaporkan kondisi kerja buruk serta kompensasi tak dibayarkan.
  • PBB mencatat sekitar 10.000 warga Kolombia direkrut dalam konflik internasional dan mendesak pengawasan perekrutan lintas negara diperketat untuk mencegah eksploitasi mantan personel militer.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kedutaan Besar Rusia di Bogotá membantah terlibat dalam perekrutan tentara bayaran asal Kolombia untuk perang di Ukraina pada Rabu (5/8/2026). Pernyataan ini merespons laporan investigasi media lokal mengenai keberadaan pejuang asing.

Bantahan tersebut mengemuka di tengah maraknya sorotan terhadap mantan personel militer Kolombia yang terlibat dalam konflik bersenjata di luar negeri.

1. Kedutaan Besar Rusia tegaskan tidak terlibat perekrutan

Laporan investigasi Noticias Caracol sebelumnya mengklaim menemukan dokumen yang mengaitkan perekrutan warga Kolombia dengan Kementerian Pertahanan Rusia. Namun, Kedutaan Besar Rusia di Bogotá membantah tegas tuduhan tersebut.

"Kami tidak berhubungan dengan pihak perekrut yang disebutkan, maupun skema pendanaan kegiatan mereka," kata perwakilan Kedutaan Besar Rusia di Kolombia.

Kedutaan mengimbau agar para mantan prajurit memanfaatkan pengalaman militer untuk negara sendiri, bukannya bergabung dalam konflik negara lain.

2. Presiden Kolombia soroti maraknya tentara bayaran

Eks Presiden Kolombia Gustavo Petro mengungkapkan ribuan warga negaranya bertempur dalam konflik Rusia dan Ukraina demi keuntungan materi. Sebagian besar dari mereka adalah mantan tentara yang terdesak masalah ekonomi.

"Sedikitnya ada 7 ribu warga Kolombia yang bertempur di Rusia dan Ukraina demi uang," kata Petro, dikutip dari Al Arabiya.

Pemerintah Kolombia juga menerima laporan dari keluarga korban mengenai buruknya kondisi kerja dan tidak dibayarkannya kompensasi yang dijanjikan di luar negeri.

3. PBB imbau pengawasan cegah eksploitasi mantan prajurit

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menilai mantan personel militer Kolombia amat rentan tereksploitasi dalam konflik bersenjata global akibat himpitan ekonomi.

"Sekitar 10 ribu warga Kolombia telah direkrut dalam berbagai konflik internasional, kerap kali di bawah kondisi yang tidak manusiawi," kata perwakilan PBB.

PBB mendesak pemerintah memperketat pengawasan praktik perekrutan lintas negara. Langkah ini dinilai penting demi melindungi mantan prajurit dari eksploitasi dan menekan keterlibatan mereka di medan perang asing.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More