Angkatan bersenjata Yaman pada Sabtu (8/8/2026) menjelaskan, pihaknya sudah melakukan serangan balasan ke Houthi. Namun, militer Yaman tidak menjelaskan secara detail kapan dan di mana serangan itu dilakukan. Meski demikian, mereka mengatakan akan membalas setiap serangan teror yang dilakukan Houthi di wilayahnya, terutama yang berdampak kepada warga sipil.
Houthi Gempur Kota Marib di Yaman

- Houthi menyerang kamp pengungsian dan permukiman di Marib dengan rudal balistik serta drone pada 7 Agustus 2026, menewaskan dua orang dan melukai 14 lainnya.
- Militer Yaman menyatakan telah membalas serangan Houthi, sementara Houthi juga mengklaim menggempur aset militer Arab Saudi di Kamp Sahn Al-Jin; Saudi belum merespons.
- Eskalasi di Marib berlanjut setelah serangan sebelumnya menewaskan sekitar 30 tentara Yaman, memperpanas konflik yang kembali meningkat pada 2026 meski gencatan senjata disepakati pada 2022.
Jakarta, IDN Times - Milisi Houthi dilaporkan menyerang Kota Marib, Yaman, menggunakan rudal balistik dan drone pada Jumat (7/8/2026). Menurut laporan media nasional Yaman, YABA, serangan tersebut menyasar kamp pengungsian dan area pemukiman warga. Sebanyak 2 orang dilaporkan tewas dalam serangan tersebut, sedangkan 14 lainnya terluka.
1. Houthi sebelumnya juga menyerang pasukan militer Arab Saudi di Marib

Masih pada hari yang sama, Houthi juga mengklaim telah menggempur pasukan militer, gudang, kendaraan, dan perlengkapan militer Arab Saudi yang ada di Kamp Sahn Al-Jin, Kota Marib. Tidak dijelaskan secara detail apakah serangan tersebut memakan korban jiwa atau tidak. Pihak Arab Saudi hingga saat ini juga belum memberikan respons soal serangan Houthi di Kamp Sahn Al-Jin.
Sehari sebelumnya, Kamis (6/8/2026), Houthi juga melakukan serangan terhadap angkatan bersenjata Yaman di Marib. Serangan itu menewaskan sekitar 30 tentara Yaman yang sedang bertugas di sana. Menurut Yaman, itu merupakan serangan terparah yang dilakukan Houthi dalam beberapa bulan terakhir.
2. Serangan Houthi di Marib membuat perang saudara di Yaman memanas

Semua serangan Houthi di Marib tadi membuat perang saudara di Yaman kini semakin memanas. Sebab, selama beberapa bulan terakhir, milisi yang sudah masuk daftar organisasi teroris itu kerap melakukan serangan ke warga sipil dan ke pasukan militer Yaman di sejumlah wilayah di Yaman utara.
Sebagai informasi, perang saudara di Yaman yang terjadi antara angkatan bersenjata Yaman dan Houthi sudah meletus sejak 2014. Dilansir Council on Foreign Relation (CFR), perang ini dimulai ketika Houthi melakukan pemberontakan dan mengambil alih Ibu Kota Yaman, Sanaa. Ketika itu, mereka mendesak Pemerintah Yaman untuk menurunkan harga bahan bakar. Selain itu, milisi tersebut juga menyerukan pergantian rezim Pemerintah Yaman yang kala itu dipimpin oleh Abd Rabbu Mansour Hadi.
3. Yaman dan Houthi sudah menyepakati gencatan senjata pada 2022

Pada awal 2015, Houthi berhasil mengambil alih istana kepresidenan Yaman yang ada di Sanaa. Hal ini membuat Presiden Hadi mengundurkan diri dari jabatannya. Kemudian, pada awal Maret 2015, Arab Saudi dan koalisi negara-negara Teluk yang dibantu Amerika Serikat (AS) melakukan operasi militer di Yaman untuk membantu memerangi Houthi. Operasi militer tersebut masih bertahan hingga saat ini.
Sebetulnya, Yaman dan Houthi sudah mencapai kesepakatan gencatan senjata pada April 2022. Sayangnya, perang di antara kedua pihak kembali memanas pada 2026 ini, terutama ketika AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari lalu. Perang antara Yaman dan Houthi kini juga meluas ke Arab Saudi. Sebab, Riyadh telah menjadi sekutu Sanaa dan Washington untuk memerangi Houthi.






















