Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

ASEAN Day: Presiden Filipina Ungkap 3 Prioritas Hadapi Krisis Global

ASEAN Day: Presiden Filipina Ungkap 3 Prioritas Hadapi Krisis Global
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr beri pesan di perayaan 59th ASEAN Day. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
Intinya Sih

  • Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. menekankan persatuan ASEAN sebagai kekuatan menghadapi konflik, ketegangan geopolitik, ketidakpastian ekonomi, perubahan iklim, dan perkembangan kecerdasan buatan.
  • Filipina sebagai Ketua ASEAN 2026 memprioritaskan ketahanan energi, ketahanan pangan, serta keselamatan warga ASEAN di tengah situasi Timur Tengah, seiring implementasi ASEAN Community Vision 2045.
  • Marcos menegaskan sentralitas ASEAN untuk dialog dan perdamaian, menyoroti ekonomi kawasan, bergabungnya Timor-Leste sebagai anggota ke-11, serta persiapan transisi kepemimpinan ke Singapura.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. menegaskan, persatuan merupakan kekuatan utama ASEAN dalam meredam konflik, ketegangan geopolitik, dan ketidakpastian ekonomi global. Menurutnya, negara-negara di kawasan akan jauh lebih tangguh apabila menghadapi tantangan secara bersama.

Pesan tersebut disampaikan Marcos melalui tayangan video resmi pada peringatan HUT ASEAN Day ke-59, Sabtu (8/8/2026). Bertindak selaku Ketua ASEAN 2026, Marcos menyebut keberagaman, konsensus, dan kepercayaan telah menjadi fondasi utama kemajuan Asia Tenggara.

“ASEAN dibangun berdasarkan sebuah kebenaran yang sederhana tetapi kuat. Masyarakat kita lebih aman, lebih kuat, dan lebih sejahtera ketika negara-negara kita menghadapi masa depan bersama-sama,” kata Marcos.

Ia menambahkan, ASEAN kini resmi memasuki babak baru lewat dimulainya implementasi ASEAN Community Vision 2045. Peta jalan jangka panjang ini dirancang untuk mewujudkan kawasan yang tangguh, inovatif, dinamis, serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

1. Tiga prioritas ASEAN hadapi konflik dan ketidakpastian

IMG_9998.jpeg
Menlu Sugiono, Sekjen ASEAN Kao Kim Hourn dan para duta besar ASEAN dalam perayaan ASEAN Day ke -59 di Sekretariat ASEAN, Jakarta. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Marcos mengatakan dunia saat ini menghadapi berbagai tekanan, mulai dari konflik di luar kawasan, perubahan iklim, ketidakpastian ekonomi, ketegangan geopolitik hingga perkembangan kecerdasan buatan.

Menurut dia, dampak konflik tidak berhenti di wilayah tempat konflik berlangsung. Krisis dapat memengaruhi stabilitas, perekonomian, dan masyarakat di kawasan lain.

Sebagai Ketua ASEAN 2026, Filipina mengarahkan kerja sama kawasan pada tiga prioritas mendesak. Dalam KTT ke-48 ASEAN di Cebu, ASEAN memusatkan respons bersama pada ketahanan energi, ketahanan pangan, serta keselamatan warga negara ASEAN di tengah situasi di Timur Tengah.

“Pada saat-saat kritis tersebut, kita sekali lagi melihat kekuatan ASEAN ketika kita memimpin dengan tujuan, berlayar dengan persatuan, dan bangkit sebagai satu keluarga,” ujar Marcos.

2. ASEAN Centrality jadi kekuatan

IMG_0001.jpeg
Menlu Sugiono lakukan ASEAN Way dalam Perayaan ASEAN Day ke -59 di Sekretariat ASEAN, Jakarta. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Marcos mengatakan pentingnya ASEAN centrality atau sentralitas ASEAN dalam menghadapi dinamika geopolitik. Menurutnya, mekanisme yang dipimpin ASEAN menyediakan ruang penting untuk dialog, membangun kepercayaan, dan mendorong penyelesaian persoalan secara damai.

Ia menyebut konsultasi, saling menghormati, dan kepatuhan terhadap hukum internasional menjadi dasar bagi ASEAN untuk memperkuat kerja sama dan kepentingan bersama.

Di sisi ekonomi, Marcos menyebut ASEAN kini menjadi rumah bagi hampir 700 juta orang dan merupakan ekonomi terbesar kelima di dunia. Kondisi tersebut membuat ASEAN tetap menjadi kawasan yang menarik bagi perdagangan, investasi, inovasi, dan kemitraan jangka panjang.

Namun, menurutnya, kekuatan ASEAN tidak hanya terletak pada ukuran pasar. Talenta masyarakat, kreativitas inovator, kerja keras komunitas, serta tekad negara-negara anggota untuk membangun kawasan yang lebih terhubung dan inklusif juga menjadi modal utama.

3. Timor-Leste perkuat Komunitas ASEAN

Kunjungan Sekretariat ASEAN di Jakarta
Emblem negara Timor Leste dipajang di Gedung Sekretariat ASEAN sebagai bukti bergabung dengan organisasi kawasan Asia Tenggara tersebut. (IDN Times/Marcheilla)

Marcos turut menyoroti bergabungnya Timor-Leste sebagai anggota ke-11 ASEAN. Menurutnya, langkah tersebut memperkuat perjalanan bersama dalam membangun komunitas ASEAN sekaligus menegaskan komitmen negara-negara anggota terhadap pembangunan kawasan.

Ia mengatakan ASEAN selanjutnya akan memasuki tahap baru dengan mempersiapkan KTT ke-49 ASEAN dan berbagai pertemuan terkait, sekaligus menyambut transisi kepemimpinan kepada Singapura sebagai ketua ASEAN berikutnya.

“Pada ASEAN Day ini, mari kita menghormati sejauh mana kita telah melangkah. Yang lebih penting, mari kita memperbarui tanggung jawab kita terhadap apa yang akan datang. Mari kita terus menavigasi masa depan kita bersama,” kata Marcos.

Ia menegaskan perjalanan ASEAN ke depan harus tetap berlandaskan semangat kerja sama, persatuan, dan kepentingan masyarakat di seluruh kawasan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More