Jemaah Haji Bakal Nikmati Beras Nusantara, Kemenhaj Siapkan 2 Ribu Ton

- Spesifikasi premium untuk 205 ribu orang
- Program ini membidik efisiensi anggaran dengan menargetkan harga beras Indonesia di angka Rp16.000 per kg, lebih murah dari harga pasar sekitar Rp16.824 per kg
- Kemenhaj telah menyiapkan langkah taktis seperti mewajibkan dapur penyedia katering di Arab Saudi menggunakan beras Indonesia
Jakarta, IDN Times -Kabar gembira bagi calon jemaah haji Indonesia tahun 2026. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memastikan jemaah akan tetap merasakan cita rasa tanah air selama berada di Tanah Suci lewat program inovatif "Beras Haji Nusantara".
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, secara resmi memperkenalkan program ini sebagai langkah strategis untuk menjamin asupan pangan jemaah sekaligus memberdayakan produk pertanian dalam negeri.
Dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) tingkat menteri bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan di Jakarta, Senin (9/2/2026), Menhaj Irfan memaparkan bahwa kebutuhan beras untuk musim haji 1447 H/2026 M mencapai angka fantastis, yakni 2.280 ton.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap butir nasi yang dikonsumsi jemaah haji kita memiliki kualitas terbaik dan cita rasa nusantara," ujar Menhaj Irfan.
1. Spesifikasi premium untuk 205 ribu orang

Total pasokan 2.280 ton beras tersebut diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan makan 205.420 orang, yang terdiri dari jemaah haji reguler dan petugas kloter. Angka ini dihitung berdasarkan frekuensi makan yang cukup padat: 78 kali di Makkah, 27 kali di Madinah, dan 6 kali di fase puncak haji Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina).
Menhaj menegaskan tidak akan main-main soal kualitas. Beras yang dikirim adalah jenis premium dengan spesifikasi long grain (butir panjang) dan tingkat pecahan (broken) maksimal 5 persen.
"Dalam komposisi menu, jemaah akan mendapatkan porsi nasi seberat 170 gram setiap kali makan, didampingi lauk 80 gram, sayur 75 gram, serta air mineral dan pelengkap lainnya," rincinya.
2. Target harga lebih murah dari pasar Saudi

Selain soal rasa, program ini juga membidik efisiensi anggaran. Menhaj mengungkapkan, selama ini dapur penyedia layanan di Arab Saudi umumnya menggunakan beras impor dari negara lain dengan harga pasar sekitar 150 SAR per 40 kg, atau setara Rp16.824 per kg.
Melalui skema Beras Haji Nusantara, pemerintah menargetkan harga beras Indonesia bisa lebih kompetitif saat tiba di dapur penyedia layanan di Saudi, yakni di angka Rp16.000 per kg.
"Nantinya pemerintah akan menetapkan harga yang kompetitif agar bisa diterima oleh ekosistem dapur di Saudi," tandas Menhaj.
3. Bentuk Pokja hingga subsidi

Untuk merealisasikan rencana besar ini, Kemenhaj telah menyiapkan sejumlah langkah taktis. Salah satunya adalah mewajibkan seluruh dapur penyedia katering di Arab Saudi untuk menggunakan beras Indonesia melalui kontrak yang diawasi Kantor Urusan Haji (KUH).
Tantangan teknis seperti mekanisme penggunaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan penyesuaian kualitas akan ditangani oleh Kelompok Kerja (Pokja) Beras Haji Nusantara lintas kementerian. Kemenhaj juga tengah berkoordinasi dengan Kemenko Pangan terkait mekanisme Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta opsi subsidi melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT).
Program ini diharapkan tidak hanya memanjakan lidah jemaah, tetapi juga menjadi etalase bagi produk pertanian unggulan Indonesia di kancah internasional.












![[QUIZ] Coba Tebak Icon ASEAN Masing-Masing Negara, Bisa Jawab Semua?](https://image.idntimes.com/post/20250530/pexels-utkarsh-malviya-2148004873-30559339-11zon-15a69b01740a401f3d954b0f22cf4499.jpg)





![[QUIZ] Tes Seberapa Luas Wawasan Kamu Tentang Sejarah Kenabian, Bisa Jawab?](https://image.idntimes.com/post/20250330/kusi-kisah-nabi-cover-7d0b3b2b4abad8912775212d324e6661.jpg)