Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Komisi I Setujui Hibah 1,9 Miliar Yen Jepang untuk Kapal Patroli

Wamenhan RI Donny Ermawan bicara pengiriman paskan TNI ke Gaza setelah RI resmi gabung BoP.
Wamenhan RI Donny Ermawan (kiri) dan Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto bicara pengiriman paskan TNI ke Gaza setelah RI resmi gabung BoP. (IDN Times/Amir Faisol)
Intinya sih...
  • Hibah senilai 1,9 miliar Yen Jepang untuk tambahan alutsista TNI AL.
  • Penerimaan hibah akan disahkan dalam rapat paripurna DPR.
  • Kapal patroli hibah dari Jepang akan memperkuat Pangkalan TNI AL Balikpapan untuk pengamanan IKN.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Wamenhan Donny Ermawan mengatakan, Indonesia mendapat hibah senilai 1,9 miliar Yen Jepang dari Pemerintah Jepang untuk kapal patroli dalam program Official Security Assistance (OSA) Jepang TA 2025.

Pemberian hibah itu disetujui dalam rapat kerja antara Komisi I DPR RI dengan Kementerian Pertahanan dan TNI pada hari ini, Selasa (10/2/2026). Dia mengatakan, Indonesia pada tahun 2024 juga mendapat hibah dari program yang sama. Nilai hibah yang diterima Indonesia hari ini bisa untuk 3-4 unit kapal patroli.

"Tahun lalu kita mendapatkan dua kapal senilai 1 miliar Japan Yen. Tahun ini, 2025 yang lalu, di-rapatkan tadi, kita juga mendapatkan 1,9 miliar Japan Yen. Ini tadi kita rapat dengan Komisi I DPR RI, pada intinya Pemerintah dan DPR setuju untuk menerima hibah dari Pemerintah Jepang tersebut," kata Donny di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (10/2).

1. Menambah kekuatan alutsista untuk TNI AL

Wamenhan RI Donny Ermawan bicara pengiriman paskan TNI ke Gaza setelah RI resmi gabung BoP.
Wamenhan RI Donny Ermawan bicara pengiriman paskan TNI ke Gaza setelah RI resmi gabung BoP. (IDN Times/Amir Faisol)

Menurutnya, tambahan alutsista itu akan memberi dampak signifikan bagi Angkatan Laut untuk mengamankan perairan Indonesia. Dari aspek operasional, kapal patroli cocok untuk dioperasionalkan di perairan Indonesia.

Ia pun memastikan, pemerintah Indonesia tidak mengeluarkan anggaran sepeser pun dari APBN dalam program ini. Donny mengatakan, hibah ini akan memperkuat hubungan diplomatis kedua negara.

"Kita tinggal menerima, memang peralatan yang ada secukupnya untuk non-kombatan. Kemudian berikutnya dari aspek hubungan luar negeri, ini akan mempererat hubungan kerja sama kita dengan Jepang," ujarnya.

2. Akan disahkan dalam rapat paripurna DPR

Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto dan Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Budi Djiwandono
Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto dan Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Budi Djiwandono. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Sementara itu, Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto mengatakan, penerimaan hibah dari Pemerintah Jepang ini juga akan disahkan dalam rapat paripurna DPR terdekat. Ia mengatakan, semua fraksi di Komisi I DPR menyutui terkait penerimaan hibah tersebut.

"Mekanisme selanjutnya adalah di Paripurna. Nah, setelah itu baru barang biasanya menggelinding ke sini dan bisa digunakan. Nanti tentu Kementerian yang mengatur, biasanya kalau kapal ya ke Angkatan Laut," kata Utut.

3. Kapal patroli hibah dari Jepang ikut amankan IKN

(Dokumentasi TNI AL)
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Muhammad Ali mengunjungi prajurit marinir TNI AL yang bertugas di Gedung DPR. (Dokumentasi TNI AL)

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Muhammad Ali, mengatakan kapal patroli hibah dari Jepang akan memperkuat Pangkalan TNI AL (Lanal) Balikpapan, Kalimantan Timur, yang bertujuan untuk pengamanan Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Karena IKN memang saat ini di Balikpapan, di Lanal-nya, di Lantamal (Pangkalan Utama TNI AL), itu masih kurang untuk patrol boat-nya (kapal patroli)," ujar Ali di Mabes TNI AL, Cilangkap, Jakarta Timur pada Februari 2025 lalu.

Ia menambahkan kapal hibah tersebut ditempatkan di IKN karena mempertimbangkan aspek geografis IKN.

"IKN itu kan ada sungai, dan kapal ini kecil, 18 meter, bisa masuk ke dalam sungai-sungai dan bisa melaksanakan patroli keamanan untuk di wilayah IKN," tutur dia.

Kapal patroli cepat itu memiliki panjang 18 meter, lebar 5 meter, dan kecepatan mencapai 40 knot, serta berkapasitas sebanyak dua awak kapal dan 14 penumpang.

Ali memperkirakan kapal patroli cepat hibah dari Jepang akan selesai dibangun dan tiba pada 2025. Waktu pembangunan kapal patroli itu memakan waktu, kata Ali, sekitar 1,5 tahun.

Setelah selesai dibangun, TNI AL akan melengkapi dua kapal patroli tersebut dengan persenjataan yang diproduksi dari dalam negeri. "Hibah kapal Jepang sudah disetujui oleh DPR," ujar Ali.

Share
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in News

See More

Viral Video KRL Arah Bogor Berasap di Stasiun Universitas Pancasila

10 Feb 2026, 17:59 WIBNews