Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Soroti Kenaikan BBM Pertamax, Hasto: Gerus Kemampuan Ekonomi Menengah

Soroti Kenaikan BBM Pertamax, Hasto: Gerus Kemampuan Ekonomi Menengah
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto. (Dokumentasi PDIP)
Intinya Sih
  • Hasto Kristiyanto mengkritik kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green yang dinilai memberatkan kelas menengah serta menyarankan pemerintah melakukan penghematan sebelum menaikkan harga BBM.
  • Kenaikan mendadak harga BBM nonsubsidi memicu aksi demo mahasiswa yang digerakkan BEM UI dengan lima tuntutan, termasuk penurunan harga kebutuhan pokok dan penghentian program MBG.
  • Sejumlah kampus seperti UI, IPB, PNJ, Universitas Pancasila, dan Gunadarma akan bergabung dalam aksi di Bundaran HI dengan estimasi ribuan peserta dari berbagai elemen masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto mengkritisi kebijakan pemerintah yang menaikan harga BBM nonsubsidi Pertamax dan Pertamax Green. Menurutnya, kebijakan tersebut bakal menggerus kemampuan keuangan masyarakat dari kalangan menengah.

Dampak kenaikan harga BBM nonsubsidi itu juga akan dirasakan oleh masyarakat miskin. Ia menilai kebijakan menaikan harga BBM nonsubsidi seharusnya menjadi opsi terakhir yang diambil oleh pemerintah.

"Kebijakan ini akan menggerus kemampuan kelas menengah kita yang implikasinya juga dirasakan oleh rakyat bawah," ujar Hasto di Universitas Bung Karno, Jakarta Pusat pada Kamis, 11 Juni 2026.

"Kebijakan-kebijakan yang menciptakan multiplier yang begitu luas dalam kehidupan rakyat seperti kenaikan BBM itu harus diterapkan sebagai opsi paling akhir," imbuhnya.

Di sisi lain, Hasto dapat memahami kondisi pemerintah saat ini tengah mengalami kesulitan fiskal sehingga perlu mengambil langkah untuk menaikan harga BBM. Tetapi, di sisi lain, pemerintah seharusnya memangkas pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu sebelum menaikan harga BBM.

1. Hasto usulkan program MBG agar dipangkas untuk penghematan

Hasto Kristiyanto, PDIP
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto. (Dokumentasi PDIP)

Hasto juga menyinggung program unggulan Presiden Prabowo Subianto, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program tersebut perlu dipangkas untuk penghematan keuangan. Ia pun turut menyerukan pemerintah melakukan penghematan secara nasional.

"Banyak kebijakan-kebijakan yang harus dilakukan seperti konsolidasi fiskal, penghematan, gerakan penghematan secara nasional, (mengurangi) pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu," kata Hasto.

"Kritik terhadap MBG yang ternyata banyak korupsi dalam program populis tersebut, ini yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah," imbuhnya.

Sementara itu, kenaikan harga BBM nonsubsidi berlaku sejak Rabu, 10 Juni 2026. Pemerintah tak mengumumkan soal kenaikan harga BBM tersebut lebih dulu ke publik sehingga banyak yang terkejut.

Harga BBM Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sedangkan Pertamax Green 95 (RON 95) mengalami kenaikan dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

2. Kenaikan BBM nonsubsidi picu aksi demo mahasiswa

BEM UI, demo
Seruan untuk turun berdemonstrasi pada 12 Juni 2026 oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia. (www.instagram.com/@bemui_official)

Kenaikan harga BBM nonsubsidi yang mendadak memicu aksi demo mahasiswa. Demonstrasi besar-besaran rencananya dimotori oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) pada Jumat (12/6/2026). Mereka melabeli aksi demo hari ini sebagai 'Aksi Menuju Indonesia Bangkrut'. Mahasiswa UI akan berkumpul di FISIP Depok pada pukul 10.00 WIB dan bergerak menuju ke Bunderan Hotel Indonesia.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI), Dimas Rumi Chattaristo mengatakan, aksi demo di Bunderan HI diperkirakan akan diikuti oleh 1.500 orang. Ia menyebut aksi diperkirakan dimulai pukul 10.00 WIB. Ada lima tuntutan yang akan disuarakan oleh mahasiswa dalam aksi tersebut.

"Pertama, stop pemborosan APBN, kedua, turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, ketiga, hentikan program MBG dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), keempat hentikan militerisme di ranah sipil, dan kelima, menuntut Prabowo berhenti mengelak dan akui kesalahan pemerintah," ujar Dimas, Kamis kemarin.

Sementara itu, Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan mengatakan, situasi pertumbuhan ekonomi saat ini tak dinikmati oleh seluruh rakyat. Pertumbuhan ekonomi itu hanya terlihat di atas kertas.

"Di meja makan rakyat, tidak ada yang berubah. Harga beras naik, lapangan kerja menyempit, rakyat sekarat dihajar pajak. Dan pemerintah? Sibuk memoles citra sambil membagi proyek kepada kroni," kata Yatalathof kepada IDN Times lewat pesan pendek pada Kamis kemarin.

Ia juga mengundang elemen masyarakat lain mulai dari buruh, guru, pedagang, mahasiswa, dan siapapun yang merasakan bahwa negara ini sedang berjalan ke arah yang salah.

3. Deretan kampus yang akan ikut berunjuk rasa

5B2FAAEE-8D9B-4950-BE7B-DA665A26A1D5.jpeg
Mahasiswa UI membawa poster lima tuntutan, salah satunya copot Kapolri. (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Meski perkiraan massa demo bisa mencapai ribuan orang, tetapi pemuda yang akrab disapa Athof itu masih akan membahasnya dalam rapat teknis lapangan pada Kamis malam. Sejumlah kampus dipastikan akan ikut dalam aksi di Bunderan Hotel Indonesia (HI). Beberapa kampus itu, antara lain BEM UI, BEM KM IPB, BEM PNJ, BEM Universitas Pancasila, Aliansi BEM Gunadarma, FMN Pusat, FMN UI, hingga Semar UI.

"Beberapa organisasi dan simpul pergerakan yang ikut konsolidasi nasional di Kampus UI kemarin masih akan memastikan kehadiran dan estimasi massa yang ikut di rapat malam ini," kata Athof.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati

Related Articles

See More