Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ratusan Warga Lebanon Demo, Nyatakan Dukung Iran

Ratusan Warga Lebanon Demo, Nyatakan Dukung Iran
bendera Lebanon (unsplash.com/Charbel Karam)
Intinya Sih
  • Ratusan warga Lebanon berunjuk rasa di Dahiyeh, Beirut selatan, menunjukkan dukungan terhadap Iran dan Hizbullah di tengah perang yang terus berlangsung dengan Israel.
  • Iran menuntut gencatan senjata di Lebanon sebagai bagian dari upaya perdamaian, setelah serangan balasan rudal antara Teheran dan Israel pada awal Juni 2026.
  • Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan 3.696 korban tewas akibat serangan Israel, sementara PBB akan mengirim tim penyelidik untuk menilai dugaan pelanggaran hukum internasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Ratusan warga Lebanon berunjuk rasa di pinggiran selatan Beirut, yang merupakan basis Hizbullah, pada Rabu (10/6/2026) malam. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap Iran dan sekutunya dalam perang Timur Tengah.

Dilansir The Straits Times, pengunjuk rasa mengibarkan bendera Hizbullah atau Iran sambil meneriakkan slogan-slogan dukungan bagi keduanya. Sebagian juga membawa foto-foto para pemimpin Iran dan Hizbullah serta anggota keluarga mereka yang tewas dalam perang.

“Kami berada di Dahiyeh untuk menunjukkan solidaritas kepada kelompok perlawanan dan menyampaikan pesan bahwa kami tetap teguh. Pesawat mereka tidak membuat kami takut, senjata mereka tidak membuat kami takut. Kami akan tetap bertahan dan berjuang, dan kami akan meraih kemenangan, Insha Allah," kata Samar Hammoud, 54 tahun, kepada AFP dalam aksi tersebut.

1. Unjuk rasa serupa juga dilakukan di Yaman

ilustrasi kota di Lebanon (unsplash.com/Christelle Hayek)
ilustrasi kota di Lebanon (unsplash.com/Christelle Hayek)

Unjuk rasa tersebut terjadi di tengah perang yang masih berlangsung antara Israel dan Hizbullah. Israel terus melancarkan serangan setiap hari ke wilayah selatan dan timur Lebanon serta sesekali menggempur pinggiran selatan Beirut yang dikenal secara lokal sebagai Dahiyeh. Serangan terbaru terjadi pada 7 Juni.

Saluran televisi Al-Masirah milik kelompok Houthi melaporkan bahwa aksi serupa juga digelar di ibu kota Yaman, Sanaa, pada malam itu. Rekaman menunjukkan puluhan orang turun ke jalan untuk memberikan dukungan terhadap Iran dan sekutu-sekutunya.

Hizbullah, kelompok Houthi di Yaman dan Hamas di Gaza merupakan bagian dari kelompok yang dikenal sebagai poros perlawanan, yaitu pasukan pro-Iran yang menentang Israel dan Amerika Serikat (AS).

2. Iran tuntut penghentian serangan di Lebanon sebagai salah satu syarat damai

dampak serangan Israel di Lebanon
dampak serangan Israel di Lebanon (User Mema435 on en.wikipedia, CC BY-SA 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/2.0>, via Wikimedia Commons)

Lebanon terseret ke dalam perang di Timur Tengah pada awal Maret 2026 setelah Hizbullah menembakkan roket ke Israel sebagai respons atas perang AS dan Israel di Iran, yang turut menewaskan pemimpin tertinggi negara itu, Ali Khamenei. Israel kemudian membalas dengan melancarkan serangan udara besar-besaran dan invasi darat.

Iran bersikeras bahwa penghentian konflik di Timur Tengah harus mencakup gencatan senjata di Lebanon. Pada 7 Juni, Teheran meluncurkan rudal ke Israel sebagai tanggapan atas serangan Israel terhadap pinggiran selatan Beirut pada hari itu. Serangan itu memicu aksi balasan dari Israel terhadap Iran sebelum kedua belah pihak akhirnya menghentikan serangan mereka.

Iran memperingatkan akan melanjutkan serangan terhadap Israel jika negara tersebut terus menggempur Lebanon.

3. Serangan Israel tewaskan 3.696 orang di Lebanon

Pasukan Hizbullah melakukan latihan di desa Aaramta di distrik Jezzine, Lebanon selatan, pada Mei 2023ps://commons.wikimedia.org/wiki/File:2023_Hezbollah_drill_in_Aaramta_03.jpg
Pasukan Hizbullah melakukan latihan di desa Aaramta di distrik Jezzine, Lebanon selatan, pada Mei 2023 (Tasnim News Agency, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan Israel di seluruh negeri telah menewaskan sedikitnya 3.696 orang dan melukai 11.413 lainnya sejak Maret. Sementara itu, di pihak Israel, sedikitnya 29 tentara dan satu kontraktor sipil dilaporkan tewas di Lebanon.

Pada Rabu, kepala hak asasi manusia PBB, Volker Turk, mengatakan bahwa tim penyelidik akan dikirim ke Lebanon pekan depan untuk menilai kemungkinan pelanggaran hukum internasional yang dilakukan oleh seluruh pihak yang terlibat dalam konflik.

“Ini adalah pertama kalinya kami mengirim misi penilaian semacam ini. Tujuannya adalah untuk menyelidiki pelanggaran yang dilakukan oleh semua pihak, baik pelanggaran hukum internasional maupun hukum hak asasi manusia internasional, mendokumentasikannya dan pada akhirnya melaporkan temuan kami kepada Anda,” kata Turk, seperti dikutip Al Jazeera.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella

Related Articles

See More