Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, Bawa 243 Orang
ilustrasi kapal ferry (unsplash.com/Aditya Nugraha)
  • Kapal Virgo Transport 8 hilang kontak saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin dengan membawa 243 orang.
  • Posisi terakhir kapal berada di Laut Jawa, sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.
  • Kantor SAR Banjarmasin mengerahkan tim rescue dan KN SAR Laksmana 241 untuk pencarian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sabtu (12/9/2026)

Kapal Virgo Transport 8 berangkat dari Surabaya pada pukul 10.13 WIB.

Minggu (13/9/2026)

Kapal Virgo Transport 8 dikabarkan hilang kontak di Laut Jawa saat berlayar menuju Banjarmasin. Kantor SAR Banjarmasin mengerahkan personel dan KN SAR Laksmana 241 ke perkiraan posisi terakhir.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kapal Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin.
  • Who?
    Kapal Virgo Transport 8 membawa 243 orang; Kantor SAR Banjarmasin mengerahkan tim rescue enam personel.
  • Where?
    Posisi terakhir berada di perairan Laut Jawa, sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.
  • When?
    Kapal dikabarkan hilang kontak pada Minggu (13/9/2026), setelah berangkat pada Sabtu (12/9/2026) pukul 10.13 WIB.
  • Why?
    Hingga laporan diterima, kapal belum dapat dihubungi dan keberadaannya belum diketahui.
  • How?
    Tim rescue menuju Dermaga SAR Basirih, lalu menuju perkiraan posisi terakhir menggunakan KN SAR Laksmana 241 dengan koordinasi sejumlah unsur terkait.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kapal Virgo Transport 8 tidak bisa dihubungi saat pergi dari Surabaya ke Banjarmasin. Di kapal ada 243 orang. Kapal terakhir ada di Laut Jawa. Tim dari Kantor SAR Banjarmasin pergi mencari dengan mobil rescue dan kapal KN SAR Laksmana 241. Banyak pihak juga ikut bekerja sama mencari kapal itu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pencarian melibatkan tim rescue, KN SAR Laksmana 241, serta koordinasi dengan KSOP, Lanal, kepolisian perairan, navigasi, Pelindo, dan agen kapal. Keterlibatan sejumlah unsur ini menunjukkan upaya pencarian dilakukan secara terkoordinasi setelah laporan hilang kontak diterima, dengan perhatian pada keselamatan penumpang dan awak kapal.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kapal Virgo Transport 8 dikabarkan hilang kontak di perairan Laut Jawa saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin dengan membawa 243 orang pada Minggu (13/9/2026).

Basarnas melaporkan, kapal Virgo Transport 8 berangkat dari Surabaya pada Sabtu (12/9/2026) pada pukul 10.13 WIB. Hingga laporan diterima, kapal belum dapat dihubungi dan keberadaannya belum diketahui. Posisi terakhir yang diterima berada di perairan Laut Jawa, dengan jarak sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.

Kantor SAR Banjarmasin memberangkatkan satu tim penyelamat berjumlah enam personel menggunakan Rescue Car D-Max menuju Dermaga SAR Basirih. Tim selanjutnya akan melanjutkan perjalanan menuju lokasi perkiraan posisi terakhir menggunakan KN SAR Laksmana 241, dengan estimasi waktu tempuh sekitar lima jam.

Dalam pelaksanaan operasi pencarian, Kantor SAR Banjarmasin berkoordinasi dengan sejumlah unsur terkait, di antaranya KSOP Banjarmasin, Lanal Banjarmasin, Ditpolairud Polda Kalimantan Selatan, Distrik Navigasi Banjarmasin, PT Pelindo Banjarmasin, serta agen kapal Virgo Cabang Banjarmasin.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin melalui SAR Mission Coordinator (SMC) I Putu Sudayana menyampaikan bahwa pencarian akan dilakukan secara optimal dengan melibatkan seluruh unsur terkait.

"Kami telah menerima laporan terkait hilangnya kontak kapal Virgo Transport 8 dan segera mengerahkan personel serta KN SAR Laksmana 241 menuju lokasi perkiraan posisi terakhir. Mengingat jumlah penumpang dan awak kapal yang cukup banyak, kami mengoptimalkan koordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk mempercepat proses pencarian dan memastikan keselamatan seluruh penumpang serta awak kapal," ujar I Putu Sudayana, dalam keterangannya, Minggu (13/9/2026).

Editorial Team

Related Article