Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Oposisi Unggul, Sayap Kanan Jauh Berpeluang Masuk Pemerintah Swedia

Oposisi Unggul, Sayap Kanan Jauh Berpeluang Masuk Pemerintah Swedia
ilustrasi bendera Swedia (unsplash.com/markkoenig)
  • Blok oposisi kiri-tengah Swedia unggul sementara dengan proyeksi 176 kursi, hanya tiga kursi di atas blok kanan.
  • Partai Sosial Demokrat meraih suara terbanyak 28,1 persen, diikuti Partai Moderat dengan 19,9 persen.
  • Hasil resmi masih ditunggu, sementara Sweden Democrats berpeluang masuk pemerintahan jika blok kanan mempertahankan kekuasaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Blok oposisi kiri-tengah Swedia yang mendukung pemimpin Partai Sosial Demokrat Magdalena Andersson unggul tipis dalam hasil sementara pemilu parlemen, Minggu (13/9/2026). Selisih perolehan kursi dengan blok kanan hanya tiga kursi sehingga persaingan membentuk pemerintahan berikutnya masih sangat ketat.

Berdasarkan hasil sementara, Partai Sosial Demokrat menjadi partai dengan suara terbanyak, yakni 28,1 persen. Sementara itu, Partai Moderat yang dipimpin Perdana Menteri Ulf Kristersson berada di posisi kedua dengan 19,9 persen.

Partai Sweden Democrats yang merupakan kekuatan politik sayap kanan jauh, berada di posisi ketiga dengan perolehan 17,6 persen suara. Partai tersebut selama ini mendukung pemerintahan Kristersson dari luar koalisi.

Otoritas Pemilu Swedia sementara memproyeksikan blok kiri-tengah memperoleh 176 kursi dari total 349 kursi parlemen. Adapun blok kanan mengantongi 173 kursi.

  1. 1. Selisih tiga kursi bikin pembentukan pemerintah sulit

    Ilustrasi bendera Swedia
    Ilustrasi bendera Swedia (unsplash.com/Helga Pettersen)

    Hasil sementara tersebut membuat persaingan pembentukan pemerintahan baru Swedia berlangsung ketat. Keunggulan tiga kursi belum memberikan posisi yang cukup nyaman bagi blok oposisi untuk memastikan pemerintahan berikutnya dapat berjalan tanpa negosiasi politik yang rumit.

    Jika hasil akhir mempertahankan konfigurasi tersebut, Andersson berpeluang kembali menjadi perdana menteri. Namun, dia tetap harus berhadapan dengan tantangan membangun dukungan politik yang cukup di parlemen.

    Partai Sosial Demokrat sendiri masih menjadi partai terbesar di Swedia. Namun, perolehan sekitar 28 persen suara akan menjadi salah satu hasil terlemahnya dalam lebih dari satu abad.

    Pada Pemilu 2022, Partai Sosial Demokrat memperoleh 30,3 persen suara. Penurunan tersebut menunjukkan posisi sebagai partai terbesar belum tentu berarti Andersson akan dengan mudah membentuk pemerintahan.

  2. 2. Sweden Democrats berpeluang masuk pemerintah

    bendera swedia
    Ilustrasi bendera swedia (unsplash.com/Thom Reijnders)

    Di sisi lain, kemenangan blok kanan akan membuka kemungkinan perubahan besar dalam politik Swedia. Kristersson sebelumnya memimpin pemerintahan minoritas yang terdiri dari Partai Moderat, Partai Demokrat Kristen, dan Partai Liberal.

    Pemerintahan tersebut selama ini bergantung pada dukungan Sweden Democrats. Partai kanan jauh itu tidak secara formal menjadi bagian dari pemerintahan, tetapi memiliki pengaruh yang semakin besar terhadap kebijakan politik Swedia.

    Jika blok kanan mampu mempertahankan kekuasaan, Sweden Democrats berpeluang masuk ke dalam pemerintahan secara resmi. Kristersson telah membuka kemungkinan memasukkan partai tersebut ke dalam koalisi baru.

    Langkah tersebut akan menjadi terobosan bersejarah bagi Sweden Democrats. Setelah selama empat tahun memberikan dukungan dari luar pemerintahan Kristersson, partai tersebut berpotensi memperoleh akses langsung ke pemerintahan untuk pertama kalinya.

  3. 3. Hasil resmi masih harus ditunggu

    Bendera Swedia. (twitter.com/SwedenNato)
    Bendera Swedia. (twitter.com/SwedenNato)

    Hasil sementara menunjukkan blok kanan masih berpeluang mempertahankan kekuasaan, meski saat ini tertinggal tipis dari blok kiri-tengah. Sebaliknya, kemenangan oposisi juga belum otomatis menyelesaikan persoalan pembentukan pemerintahan.

    Sekitar delapan juta warga Swedia memiliki hak suara dalam pemilu kali ini. Negara Nordik tersebut memiliki populasi sekitar 10,6 juta jiwa dan dikenal memiliki tingkat partisipasi pemilih yang tinggi.

    Lebih dari separuh pemilih telah menggunakan hak suara mereka melalui pemungutan suara lebih awal. Tingginya partisipasi menunjukkan besarnya keterlibatan masyarakat dalam menentukan arah politik Swedia berikutnya.

    Otoritas Pemilu Swedia diperkirakan mengumumkan hasil resmi dalam waktu sekitar satu pekan. Hingga hasil final ditetapkan, selisih tiga kursi antara kedua blok membuat arah pemerintahan Swedia berikutnya masih terbuka.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More