Jakarta, IDN Times - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menyoroti rendahnya penanganan gangguan kesehatan mental pada remaja. Di tengah ancaman bonus demografi yang sedang berlangsung, hanya sekitar 10 persen anak muda yang depresi berobat.
"Kalau SDM-nya itu penuh dengan ketidakstabilan, kekerasan, tidak memiliki ketahanan, daya juang, dan seterusnya yang positif, tentu itu akan membawa pada efek yang buruk bagi proses kapitalisasi bonus demografi itu sendiri," kata Sekretaris Kementerian/Sekretaris Utama Kemendukbangga/BKKBN, Budi Setiyono, dalam media briefing, Kamis (30/7/2026).
