Jakarta, IDN Times - Pelaksana Tugas Direktur Pendayagunaan Lembaga Organisasi Kemasyarakatan Kemendukbangga/BKKBN, Yuni Hastutiningsih, mengingatkan bonus demografi Indonesia tidak otomatis menjadi keuntungan. Dia menilai, kekerasan terhadap perempuan dan anak, lemahnya pengasuhan, hingga tingginya stunting dapat mengubah bonus demografi menjadi beban bila tidak segera diatasi.
Dia mengatakan, bonus demografi tidak didapatkan secara otomatis, tetapi harus diusahakan. Peluangnya ada jika keluarga berkualitas dan generasi muda itu bisa tumbuh sehat, aman, dan unggul.
"Tanpa keluarga yang berkualitas, kemudian generasi muda yang tumbuh sehat, kemudian aman karena ini bicara kekerasan dan unggul, kita meyakini bahwa sangat akan sangat sulit bonus demografi itu didapatkan," kata dia dalam media dialog bersama IDN Times, dikutip Senin (3/8/2026).
