Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kemenhut Tutup Celah Perdagangan Ilegal Satwa Liar Lewat Digitalisasi
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni melakukan pengecekan langsung ke Pusat Latihan Gajah (PLG) Sebanga dan PLG Minas di Provinsi Riau, Rabu (4/3/2026). (Dok. Kemenhut)
  • Kemenhut memperkuat perlindungan tumbuhan dan satwa liar melalui PeSATS, portal perizinan digital yang terhubung dengan OSS dan INSW untuk memperketat pengawasan lintas kementerian.
  • PeSATS mengelola perizinan hingga pelaporan peredaran TSL secara terintegrasi; sistem real-time otomatis menolak permohonan saat kuota habis atau dokumen tidak terverifikasi.
  • Digitalisasi memangkas penerbitan SATS-DN dari satu-tiga bulan menjadi satu-tiga hari kerja, sementara izin SATS-LN dapat selesai sekitar 60 menit; indeks kualitas layanan mencapai 87,30 persen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
31 Juli 2026

Kemenhut menyatakan PeSATS memperkuat pengawasan perizinan tumbuhan dan satwa liar serta menutup celah pemalsuan dokumen dan perdagangan ilegal.

kini

Penerbitan SATS-DN dipangkas menjadi satu hingga tiga hari kerja, sedangkan perizinan SATS-LN dapat diselesaikan sekitar 60 menit.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kementerian Kehutanan memperkuat perlindungan tumbuhan dan satwa liar melalui Portal Elektronik Surat Angkut Tumbuhan Alam dan Satwa Liar (PeSATS) untuk perizinan, pelaporan peredaran, dan pengawasan dokumen angkut.
  • Who?
    Kementerian Kehutanan, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, serta Direktur Konservasi Spesies dan Genetik Ahmad Munawir menjalankan dan menjelaskan penguatan layanan PeSATS.
  • Where?
    Layanan PeSATS diterapkan dalam sistem perizinan peredaran tumbuhan dan satwa liar di Indonesia, terhubung dengan Online Single Submission dan Indonesia National Single Window.
  • When?
    Penguatan digitalisasi disampaikan pada Jumat, 31 Juli 2026. Waktu penerbitan SATS-DN kini satu hingga tiga hari kerja, sedangkan sejumlah perizinan SATS-LN sekitar 60 menit.
  • Why?
    Digitalisasi dilakukan untuk mempercepat administrasi, memastikan legalitas peredaran tumbuhan dan satwa liar, mencegah pemalsuan dokumen, serta menutup celah perdagangan ilegal.
  • How?
    PeSATS terintegrasi secara real-time dengan data kuota, OSS, dan INSW. Sistem otomatis menolak permohonan apabila kuota habis atau dokumen tidak terverifikasi, sekaligus mendukung ketertelusuran peredaran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kementerian Kehutanan membuat sistem komputer bernama PeSATS untuk menjaga tumbuhan dan hewan liar. Raja Juli Antoni bilang sistem ini membantu melihat surat izin angkut agar tidak palsu. Kalau izin atau jatah sudah habis, sistem akan menolak. Sekarang izin juga lebih cepat selesai, bahkan ada yang sekitar 60 menit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Digitalisasi perizinan melalui PeSATS menunjukkan bahwa perlindungan tumbuhan dan satwa liar dapat berjalan seiring dengan layanan publik yang lebih pasti. Verifikasi real-time dan penolakan otomatis atas dokumen bermasalah memperkuat ketertelusuran, sementara waktu izin yang jauh lebih singkat serta indeks kualitas pelayanan 87,30 persen mencerminkan manfaat nyata bagi masyarakat dan pelaku usaha.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat perlindungan tumbuhan dan satwa liar (TSL) melalui transformasi digital dalam layanan perizinan dengan Portal Elektronik Surat Angkut Tumbuhan Alam dan Satwa Liar (PeSATS).

Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, mengatakan, digitalisasi ini tidak hanya mempercepat proses administrasi, tetapi juga memperkuat pengawasan untuk menutup celah pemalsuan dokumen dan perdagangan ilegal satwa liar.

“PeSATS mengelola perizinan Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Liar Dalam Negeri (SATS-DN) maupun Luar Negeri (SATS-LN), sekaligus terhubung dengan sistem Online Single Submission (OSS) dan Indonesia National Single Window (INSW) sehingga memperkuat pengawasan lintas kementerian,” ujar Menhut dikutip dari portal Kemenhut, Jumat (31/7/2026).

1. PeSATS bukan sekadar aplikasi pengurusan dokumen angkut

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni melakukan pengecekan langsung ke Pusat Latihan Gajah (PLG) Sebanga dan PLG Minas di Provinsi Riau, Rabu (4/3/2026). (Dok. Kemenhut)

Direktur Konservasi Spesies dan Genetik (KSG), Ahmad Munawir, mengatakan, digitalisasi bukan sekadar memangkas birokrasi, tetapi menjadi instrumen penting dalam memastikan legalitas peredaran tumbuhan dan satwa liar.

“PeSATS bukan sekadar aplikasi pengurusan dokumen angkut, melainkan sistem informasi elektronik terintegrasi yang mengelola seluruh proses perizinan berusaha hingga pelaporan peredaran TSL,” ujar dia.

2. Sistem elektronik menutup celah perdagangan ilegal

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni kunjungi Taman Nasional Bantimurung, Sulawesi Selatan, Rabu (28/1/2026). (Dok. Kemenhut)

Dia mengatakan, sistem elektronik tersebut mampu menutup berbagai celah yang selama ini dimanfaatkan dalam praktik perdagangan ilegal.

“Melalui PeSATS yang terintegrasi secara real-time dengan data kuota dan INSW, begitu kuota habis atau dokumen tidak terverifikasi, sistem otomatis menolak permohonan tersebut. Aspek ketertelusuran atau traceability ini sangat vital untuk mencegah perdagangan ilegal sekaligus menjaga keberlanjutan spesies di alam,” kata Ahmad Munawir.

3. Perizinan bisa diselesaikan dalam waktu 60 menit

Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni (Dok. Kemenhut)

Selain memperkuat perlindungan satwa liar, digitalisasi juga meningkatkan efisiensi pelayanan. Waktu penerbitan SATS-DN yang sebelumnya mencapai satu hingga tiga bulan kini dipangkas menjadi satu hingga tiga hari kerja.

Sementara perizinan SATS-LN, baik untuk ekspor, impor, re-ekspor, maupun lembaga konservasi, kini dapat diselesaikan hanya dalam waktu sekitar 60 menit.

Transformasi layanan tersebut juga mendapat apresiasi dari masyarakat. Berdasarkan Survei Kepuasan Pelayanan Publik Direktorat KSG terhadap 99 responden, Indeks Kualitas Pelayanan mencapai 87,30 persen.

“Meski demikian, Direktorat KSG akan terus melakukan penyempurnaan melalui peningkatan stabilitas sistem, perluasan jam layanan, serta optimalisasi kanal pengaduan masyarakat agar perlindungan tumbuhan dan satwa liar berjalan semakin efektif sekaligus memberikan kepastian layanan bagi masyarakat dan pelaku usaha,” ujar dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article